JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat Madrasah Aliyah (MA) se-Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, resmi digelar.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi, H. Henda, di MAN 3 Sukabumi yang menjadi tuan rumah pelaksanaan OMI 2026.
Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan siswa. Kegiatan ini turut dihadiri para peserta dari madrasah aliyah yang berada di wilayah KKM Jampangkulon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, H. Henda menegaskan bahwa OMI harus menjadi momentum untuk meningkatkan mutu, kualitas, serta daya saing pendidikan madrasah secara berkelanjutan.
“Jadikan ajang ini untuk mengembangkan potensi, bakat, dan minat siswa dalam bidang sains, riset, serta teknologi, sekaligus membentuk karakter yang berlandaskan nilai-nilai keislaman,” ujar H. Henda.
Menurutnya, OMI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi siswa madrasah untuk menunjukkan sekaligus mengasah kemampuan akademik, khususnya di bidang sains dan riset.
Ia berharap penyelenggaraan OMI dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan dan daya saing peserta didik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kami harap, para peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Teruslah berprestasi, sehingga mereka bisa menjadi siswa yang dibanggakan,” pesannya.
Selain memberikan motivasi kepada peserta, H. Henda juga meminta panitia melaksanakan seluruh rangkaian olimpiade dengan penuh tanggung jawab agar kompetisi berjalan tertib, objektif, dan menjunjung tinggi semangat sportivitas.
OMI tingkat Kabupaten Sukabumi ini memperlombakan berbagai mata pelajaran bidang sains. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah strategis untuk menjaring talenta-talenta terbaik madrasah yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Sukabumi pada kompetisi tingkat provinsi hingga nasional.
Melalui OMI 2026, para siswa madrasah diharapkan tidak hanya mampu meraih prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, kemampuan riset, serta kesiapan menghadapi tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.















