Kasus Kematian Bocah di Sukabumi, Polisi Periksa 16 Saksi

Sabtu, 21 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | Sukabumi – Polres Sukabumi terus memperdalam penyidikan kasus kematian N (13), bocah asal Jampang Kulon yang diduga menjadi korban kekerasan.

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa belasan saksi baru untuk menyusun kepingan fakta di balik sederet luka yang dialami korban.

Kapolres Sukabumi AKBP Samian menegaskan bahwa kepolisian bekerja secara profesional dan sangat hati-hati dalam menangani kasus ini. Penyelidikan tidak hanya bersandar pada keterangan saksi mata, tetapi juga pada bukti-bukti medis yang valid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat ini total 16 saksi telah kami mintai keterangan secara mendalam. Saksi-saksi tersebut mencakup keluarga, saksi yang melihat kondisi TKP, hingga saksi ahli dari tenaga medis atau dokter yang menangani korban,” ungkap AKBP Samian dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/2/2026).

Baca Juga :  Aksi Unjuk Rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi"Ferry Supriyadi, SH, Apresiasi Atas Aspirasi Yang Di Sampaikan HMI

Samian menekankan bahwa pihaknya mengedepankan pembuktian ilmiah untuk menentukan arah kasus ini.

“Kami tidak ingin berspekulasi. Setiap keterangan saksi yang masuk akan kita kroscek secara teliti dengan hasil visum dan otopsi guna memastikan apakah luka-luka tersebut memiliki persesuaian dengan dugaan tindak pidana yang dilaporkan,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, pemeriksaan luar jenazah menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Hartono memaparkan adanya berbagai jenis luka di sekujur tubuh korban, mulai dari wajah hingga kaki.

Baca Juga :  Pergerakan Tanah di Cikembar Sukabumi, Satu Rumah Amblas dan Lima KK Terancam

“Hasil visum menunjukkan adanya luka lecet di beberapa bagian wajah, leher, hingga anggota gerak. Selain itu, ditemukan luka bakar derajat 2A di beberapa titik tubuh dan lebam merah keunguan yang mengindikasikan adanya trauma tumpul,” jelas Hartono.

Saksi-saksi baru dari pihak medis, termasuk dokter puskesmas dan RSUD Jampang Kulon, turut memberikan keterangan terkait kondisi awal korban saat pertama kali dibawa untuk mendapatkan perawatan.

Pendalaman Status Terduga

Terkait keterlibatan ibu tiri korban (TR) yang saat ini berstatus terlapor, polisi masih melakukan sinkronisasi data. Hartono menyebut, meskipun ada video viral berisi pengakuan korban sebelum meninggal, polisi tetap menunggu hasil laboratorium definitif.

Baca Juga :  ‎Meriahkan HUT RI ke-80, Pemdes Cimanggu Gelar Lomba Kebersihan Lingkungan Tingkat RT

“Penyidik sedang bekerja keras melakukan sinkronisasi antara keterangan 16 saksi ini dengan temuan di lapangan. Terkait sebab pasti kematian, kami masih menunggu hasil laboratorium Patologi Anatomi dan Toksikologi Forensik terhadap sampel organ dalam korban,” tambah Hartono.

Polisi memastikan penanganan kasus ini berjalan sesuai prosedur UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal bagi siapapun yang terbukti melakukan kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Berita Terkait

HUT ke-17 PAUD SPS BKB-SC Mochammad Toha Berlangsung Meriah, Tampilkan Kreasi Anak dan Dukungan Masyarakat
ARWT DPC Kabupaten Cianjur Tegaskan Sinergitas, Siap Dukung Program Bupati Demi Kesejahteraan RT/RW
‎Kasus Kematian Nizam Syafei Berbalik Arah: Ayah Korban Jadi Tersangka, Praperadilan Jadi Penentu‎
Konsolidasi Besar ARWT Cianjur: Ichwan Nezt Tegaskan Soliditas, Satu Komando Bangun Organisasi Kuat‎
‎SDN Kebonjeruk Juara Umum O2SN Kecamatan Cikembar 2026‎
‎Irigasi Cibagong Rusak, Puluhan Hektare Sawah di Cikembar Terlantar‎
PERADI Sukabumi Gelar PKPA Angkatan XIII, Cetak Calon Advokat Profesional
‎Polres Sukabumi Kota Ungkap Kasus Dugaan Pencabulan Anak, Pelaku Diamankan
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 15:01 WIB

HUT ke-17 PAUD SPS BKB-SC Mochammad Toha Berlangsung Meriah, Tampilkan Kreasi Anak dan Dukungan Masyarakat

Minggu, 19 April 2026 - 09:57 WIB

ARWT DPC Kabupaten Cianjur Tegaskan Sinergitas, Siap Dukung Program Bupati Demi Kesejahteraan RT/RW

Minggu, 19 April 2026 - 06:17 WIB

‎Kasus Kematian Nizam Syafei Berbalik Arah: Ayah Korban Jadi Tersangka, Praperadilan Jadi Penentu‎

Sabtu, 18 April 2026 - 18:58 WIB

Konsolidasi Besar ARWT Cianjur: Ichwan Nezt Tegaskan Soliditas, Satu Komando Bangun Organisasi Kuat‎

Jumat, 17 April 2026 - 19:50 WIB

‎Irigasi Cibagong Rusak, Puluhan Hektare Sawah di Cikembar Terlantar‎

Jumat, 17 April 2026 - 14:52 WIB

PERADI Sukabumi Gelar PKPA Angkatan XIII, Cetak Calon Advokat Profesional

Jumat, 17 April 2026 - 14:11 WIB

‎Polres Sukabumi Kota Ungkap Kasus Dugaan Pencabulan Anak, Pelaku Diamankan

Jumat, 17 April 2026 - 11:25 WIB

Bupati Sukabumi Sidak Samsat Cibadak, Pastikan Pelayanan Pajak Lebih Mudah Tanpa KTP

Berita Terbaru