JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Kerusakan kembali Daerah Irigasi (DI) Cibagong di Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, dikeluhkan para petani. Pasalnya, pasokan air terputus sehingga lahan pertanian tidak dapat digarap secara optimal.
Akibat tidak adanya aliran air yang stabil, sawah-sawah yang sebelumnya produktif kini terancam terlantar. Sejumlah petani bahkan terpaksa mengalihkan fungsi lahannya dengan menanam ubi jalar sebagai alternatif.
Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Cikembar, Muhammad Ali, mengungkapkan bahwa permasalahan irigasi di wilayah tersebut berdampak cukup luas.
“Memang ada masalah irigasi di DI Cibagong, tepatnya di Desa Parakanlima. Beberapa kelompok tani terdampak karena air tidak bisa mengalir ke sawah,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat satu kelompok tani yang terdampak paling parah, dengan luas lahan sekitar 20 hingga 25 hektare yang sama sekali tidak terairi.
“Karena tidak memungkinkan ditanami padi, sekarang mereka menanam ubi jalar. Ini langkah darurat agar lahan tetap produktif,” jelasnya.
Muhammad Ali menambahkan, sebelumnya irigasi tersebut sempat diperbaiki pada Oktober 2025. Namun, bencana longsor yang terjadi pada Desember 2025 kembali merusak saluran tersebut.
“Akibat longsor itu, aliran air terputus. Jarak dari titik longsor ke lahan persawahan sekitar dua kilometer, sehingga air tidak sampai ke sawah warga,” katanya Jumat 17-04-2026
Padahal, lanjut dia, produktivitas pertanian di wilayah tersebut tergolong tinggi. Pada musim tanam sebelumnya, hasil panen padi bahkan mampu mencapai sekitar 8 ton per hektare.
“Potensinya sangat bagus, makanya ini sangat disayangkan,” ungkapnya.
Pihak BPP bersama pemerintah desa setempat telah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat maupun provinsi. Bahkan, menurut informasi, tim survei telah turun ke lokasi beberapa waktu lalu setelah Lebaran.
“Kami terus berupaya dan berkoordinasi agar ada perhatian dari pemerintah. Harapannya, irigasi bisa segera diperbaiki sehingga lahan kembali difungsikan sebagai sawah,” tambahnya.
Sementara itu, pihak BPP juga terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada para petani agar tetap bertahan di tengah kondisi sulit.
“Kita semangati petani, sambil terus mengusulkan bantuan. Mudah-mudahan ke depan mereka bisa kembali menanam padi seperti semula,” pungkasnya.















