Longsor di Sukalarang, Satu Warga Meninggal Tertimbun Material Tebing

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Peristiwa tersebut melanda Kampung Griya Sukamaju, RT 01 RW 02, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Longsor dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak sore hari. Tebing sepanjang kurang lebih 10 meter dengan tinggi sekitar 8 meter runtuh dan menimpa permukiman warga.

Akibat kejadian tersebut, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Afni Nopianti (30), yang tertimbun material longsor saat berada di dalam rumahnya.

Selain korban jiwa, satu unit rumah mengalami kerusakan berat. Satu kepala keluarga yang terdiri dari dua jiwa lainnya terdampak dan terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Petugas gabungan dari P2BK, Satpol PP, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Tagana langsung menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan. Mereka melakukan asesmen, evakuasi korban, serta pembersihan material longsoran.

Baca Juga :  Bupati Sukabumi Resmi Buka Bazar Ramadhan di Cikembar, Libatkan Puluhan UMKM

Hingga saat ini, sebagian material longsor masih menutup area terdampak dan memerlukan penanganan lanjutan.

Sejumlah kebutuhan mendesak di lokasi antara lain bantuan material bangunan untuk perbaikan rumah warga serta dukungan logistik bagi korban terdampak.

P2BK Kecamatan Sukalarang, Dindin, mengatakan pihaknya terus melakukan pendataan serta koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan.

“Kami langsung bergerak setelah menerima laporan. Fokus utama adalah evakuasi dan memastikan warga dalam kondisi aman. Saat ini pendataan masih berlangsung,” ujarnya.

Baca Juga :  Arus Balik Sukabumi–Bogor Diberlakukan One Way, Parungkuda Sempat Macet

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor.

“Jika terjadi hujan deras dalam durasi lama dan muncul tanda-tanda pergerakan tanah, segera laporkan dan mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya.

Pihaknya juga akan mengusulkan bantuan kepada BPBD Kabupaten Sukabumi guna mempercepat penanganan pascabencana.

Berita Terkait

TPA Cikundul Kota Sukabumi Terbakar, Empat Jam Petugas Berjibaku Padamkan Api
Bukan Sekadar Adu Gol, Turnamen Mini Soccer Bapor Korpri Jadi Momentum Perkuat Sinergi ASN
IJTI Award 2026, Pemkab Sukabumi Raih Apresiasi, Wabup Andreas Dorong Pers Tetap Kawal Kebenaran
Rotasi Besar di Polres Sukabumi, Sejumlah PJU dan Kapolsek Berganti
14 Siswa Terbaik Sukabumi Siap Unjuk Prestasi di Pentas PAI Jawa Barat 2026
‎Warga Sukamulya Kawal Status Tanah yang Dipersoalkan, Inspektorat dan DPMD Diminta Buka Terang‎
36 Tahun Perumda Air Minum TJM, Kemandirian Perusahaan Jadi Modal Perkuat Pelayanan
Jadi Saksi Pernikahan Hadiyah-Akbar, Marwan Hamami Titip Pesan Soal Komunikasi Rumah Tangga
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 19:46 WIB

TPA Cikundul Kota Sukabumi Terbakar, Empat Jam Petugas Berjibaku Padamkan Api

Minggu, 27 September 2026 - 06:54 WIB

IJTI Award 2026, Pemkab Sukabumi Raih Apresiasi, Wabup Andreas Dorong Pers Tetap Kawal Kebenaran

Sabtu, 26 September 2026 - 07:02 WIB

Rotasi Besar di Polres Sukabumi, Sejumlah PJU dan Kapolsek Berganti

Jumat, 25 September 2026 - 10:20 WIB

14 Siswa Terbaik Sukabumi Siap Unjuk Prestasi di Pentas PAI Jawa Barat 2026

Kamis, 24 September 2026 - 17:18 WIB

‎Warga Sukamulya Kawal Status Tanah yang Dipersoalkan, Inspektorat dan DPMD Diminta Buka Terang‎

Kamis, 24 September 2026 - 13:23 WIB

36 Tahun Perumda Air Minum TJM, Kemandirian Perusahaan Jadi Modal Perkuat Pelayanan

Rabu, 23 September 2026 - 13:49 WIB

Jadi Saksi Pernikahan Hadiyah-Akbar, Marwan Hamami Titip Pesan Soal Komunikasi Rumah Tangga

Senin, 21 September 2026 - 16:27 WIB

BPP Cikembar Perbarui Data RDKK, Dorong Petani Adopsi Pertanian Modern

Berita Terbaru