Mantan ASN Kementan Ngadu ke Presiden, Klaim Jadi Korban Kriminalisasi dan Teror Selama 24 Tahun

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Sebuah pengaduan serius ditujukan langsung kepada Prabowo Subianto. Seorang mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pertanian bernama Zai Zal mengaku menjadi korban kriminalisasi dan teror berkepanjangan selama lebih dari dua dekade masa pengabdiannya.

Dalam pernyataannya, Zai Zal mengungkap bahwa rangkaian tekanan dan intimidasi yang dialaminya diduga berkaitan dengan sikapnya yang menentang praktik korupsi di lingkungan kerjanya, termasuk langkahnya melaporkan dugaan tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Setelah saya menolak korupsi dan melaporkan ke KPK, berbagai bentuk teror mulai saya alami,” ungkapnya.

Ia merinci sejumlah kejadian yang disebut sebagai bentuk intimidasi, di antaranya perusakan rumah yang terjadi pada tahun 2005, 2013, dan 2019. Khusus kejadian terakhir, ia menyebut terjadi hanya tujuh bulan setelah pelaporan ke KPK.

Tak hanya itu, Zai Zal juga mengaku mengalami berbagai insiden berbahaya, seperti pembobolan kaca mobil saat dalam perjalanan, hingga dugaan sabotase berupa lepasnya ban kendaraan yang hampir merenggut nyawanya.

Dalam pengakuannya, tekanan tidak berhenti di situ. Ia menyebut adanya ancaman dan paksaan dari oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Bahkan, ia mengklaim pernah dipaksa menjalani perawatan di poli kejiwaan tanpa diagnosis yang jelas, yang kemudian berujung pada dugaan rekayasa diagnosis gangguan jiwa berat oleh salah satu rumah sakit daerah.

Baca Juga :  RDF CIMENTENG DIRESMIKAN, BUPATI" SOLUSI PENANGANAN SAMPAH SEKALIGUS ROLE MODEL KESADARAN EKOLOGIS"

Serangkaian peristiwa lain yang diungkap meliputi perampasan dan perusakan kendaraan, dugaan pemerasan, hingga insiden penyerempetan oleh orang tak dikenal yang menyebabkan dirinya mengalami patah tulang bahu.

Lebih tragis, ia juga menyebut kedua orang tuanya meninggal dunia yang menurutnya merupakan dampak dari tekanan kebijakan yang ia alami selama konflik tersebut berlangsung.

Baca Juga :  Bupati Sukabumi Instruksikan Penanganan Khusus Pasien dengan Riwayat Pengobatan di RS Hasan Sadikin

Melalui pengaduan ini, Zai Zal memohon perhatian dan intervensi Presiden untuk mendapatkan keadilan atas apa yang ia sebut sebagai kriminalisasi sistematis.

“Saya telah berjuang membela negara dan menolak korupsi. Saya hanya ingin keadilan ditegakkan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Sukabumi maupun instansi terkait atas tudingan yang disampaikan. Kasus ini pun berpotensi menjadi sorotan publik apabila mendapatkan perhatian lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Berita Terkait

Polres Sukabumi Amankan 61 Motor dari Enam Kelompok Pelaku Pencurian
Institusi Pemerintahan Di Lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi Tercoreng Ulah Oknum Pejabat Yang Diduga Melakun Pelecehan
Kemenag Sukabumi Perkuat Disiplin dan Komitmen ASN Lewat Pembinaan Pegawai
‎ASN Dishub Sukabumi Jadi Tersangka, Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Tiga Pelajar Masuk Penyidikan
Kebakaran Limbah Kayu di Tenjojaya Cibadak, Api Sempat Merembet ke Alang-alang
Muslihin Ditunjuk Jadi PGS Ketua PC APRI Kabupaten Sukabumi, Muscablub Segera Disiapkan
Dari Ruang Kelas Tak Layak Menuju Sekolah Nyaman, SDN Sukasari 01 Terima Revitalisasi
Kemenhaj Sukabumi Gelar Pengajian Bulanan, Bekali Calon Jemaah Haji Sejak Dini
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 16:55 WIB

Polres Sukabumi Amankan 61 Motor dari Enam Kelompok Pelaku Pencurian

Jumat, 18 September 2026 - 05:54 WIB

Institusi Pemerintahan Di Lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi Tercoreng Ulah Oknum Pejabat Yang Diduga Melakun Pelecehan

Kamis, 17 September 2026 - 13:51 WIB

Kemenag Sukabumi Perkuat Disiplin dan Komitmen ASN Lewat Pembinaan Pegawai

Kamis, 17 September 2026 - 08:41 WIB

‎ASN Dishub Sukabumi Jadi Tersangka, Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Tiga Pelajar Masuk Penyidikan

Rabu, 16 September 2026 - 21:56 WIB

Kebakaran Limbah Kayu di Tenjojaya Cibadak, Api Sempat Merembet ke Alang-alang

Rabu, 16 September 2026 - 14:33 WIB

Muslihin Ditunjuk Jadi PGS Ketua PC APRI Kabupaten Sukabumi, Muscablub Segera Disiapkan

Selasa, 15 September 2026 - 15:14 WIB

Dari Ruang Kelas Tak Layak Menuju Sekolah Nyaman, SDN Sukasari 01 Terima Revitalisasi

Selasa, 15 September 2026 - 12:05 WIB

Kemenhaj Sukabumi Gelar Pengajian Bulanan, Bekali Calon Jemaah Haji Sejak Dini

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Polres Sukabumi Amankan 61 Motor dari Enam Kelompok Pelaku Pencurian

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:55 WIB