JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Pendidikan karakter tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Hal itu dibuktikan oleh PAUD SPS BKB SC Mochammad Toha yang berlokasi di Kampung Cibodas, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Lembaga pendidikan usia dini ini menghadirkan inovasi program lingkungan berupa Bank Sampah dan Bank Minyak Jelantah sebagai sarana pembelajaran nyata bagi siswa dan orang tua.
Program tersebut dirancang untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih sekaligus meningkatkan kesadaran dalam mengelola limbah rumah tangga. Para siswa diajak memilah sampah sejak dari rumah, seperti botol plastik, kertas, hingga kardus, untuk kemudian dibawa ke sekolah dan ditimbang secara berkala.

Kepala PAUD SPS BKB SC Mochammad Toha, Prasti Ambarwati, menjelaskan bahwa program Bank Sampah telah berjalan sejak tahun 2016 dan terus konsisten hingga saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Anak-anak kami biasakan membawa sampah yang masih memiliki nilai ekonomis, seperti botol plastik, kardus, buku bekas, hingga peralatan rumah tangga yang sudah tidak terpakai,” ujarnya.
Ia menambahkan, sampah yang terkumpul akan dijual setiap bulan. Hasilnya kemudian dikumpulkan dan dibagikan pada akhir tahun dalam bentuk kebutuhan sekolah bagi siswa.
“Dana yang terkumpul kami manfaatkan untuk membantu kebutuhan anak, seperti tas, sepatu, dan perlengkapan sekolah lainnya,” tambahnya.
Tak berhenti di situ, pada tahun 2022 pihak sekolah juga mengembangkan program baru, yakni Bank Minyak Jelantah. Dalam program ini, pihak PAUD bekerja sama dengan pelaku UMKM setempat untuk mengolah minyak jelantah menjadi sumber energi terbarukan.

“Minyak jelantah yang dikumpulkan juga kami jual setiap bulan. Hasilnya digunakan untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga siswa,” jelas Prasti.
Menurutnya, program ini tidak hanya berdampak pada pembentukan karakter anak, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, siswa dapat terbiasa memilah sampah sejak dini, sehingga berdampak pada lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
“Harapan kami, anak-anak memiliki kesadaran sejak kecil untuk menjaga lingkungan. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat, khususnya keluarga siswa di lingkungan PAUD kami,” pungkasnya.
Inisiatif ini menjadi contoh bahwa pendidikan berbasis aksi nyata mampu membentuk generasi yang peduli lingkungan sekaligus mandiri secara ekonomi sejak usia dini.















