Sempat Dikira Mistis, Ternyata Ini Dugaan Penyebab Tewasnya Satu Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Minggu, 31 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM |TEMANGGUNG — Tragedi memilukan terjadi di kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Empat anggota keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping Safari Nomor 3 pada Rabu (27/5) sore.

Korban terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak laki-laki. Salah satu korban diketahui bernama Bagas Amar Hakiki (21), mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus fotografer lepas Keraton Yogyakarta.

Peristiwa terungkap setelah petugas glamping curiga karena penghuni tenda tak kunjung memberikan respons hingga melewati waktu check out. Saat tenda dibuka sekitar pukul 15.45 WIB, keempat korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam tenda yang tertutup rapat.

Pihak kepolisian menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun kondisi mencurigakan di lokasi kejadian. Awalnya, dugaan penyebab kematian sempat mengarah pada keracunan makanan karena korban diketahui membawa perlengkapan barbeque dan bahan makanan sendiri.

Baca Juga :  MUDAHKAN MASYARAKAT, PEMKAB SUKABUMI AKAN TERAPKAN LAYANAN NOMOR PANGGILAN DARURAT 112

Namun, hasil penyelidikan sementara kini lebih mengarah pada dugaan keracunan gas dari kompor portable atau asap sisa pembakaran barbeque yang terperangkap di dalam tenda tertutup.

Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, menyebut terdapat dua kemungkinan sumber gas, yakni dari kompor portable yang digunakan memasak atau asap pembakaran barbeque yang masuk dan terperangkap di dalam tenda.

“Dugaan sementara mengarah pada paparan gas di ruang tertutup dengan ventilasi minim,” demikian keterangan yang disampaikan pihak kepolisian dalam proses penyelidikan.

Baca Juga : 

Dugaan keracunan makanan mulai melemah lantaran di lokasi tidak ditemukan muntahan maupun tanda-tanda perlawanan. Korban diduga mengalami gejala lemas, mengantuk, kehilangan kesadaran, hingga akhirnya meninggal akibat paparan gas berbahaya.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian keempat korban.

Catatan: Penyebab resmi masih menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan forensik dari pihak berwenang.

Berita Terkait

‎Wakil Bupati Purwakarta ( Abang Ijo ) menyerahkan kuasa penuh kepada pengacaranyanya, “Urus Kasus PRp 35 Miliar “
Cekcok Keluarga Berujung Penganiayaan, Perempuan di Jampangtengah Alami Luka Serius
‎Perbaikan Jalan A. Yani Palabuhanratu Dikebut, Dinas PU Target Rampung Akhir Juni 2026
Selamat Idul Fitri 1447 H
‎Kejari Kabupaten Sukabumi Tebar Kebaikan Ramadan, Bagikan Takjil dan Santuni Anak Yatim
‎Kapolda Gorontalo Bentuk Tim Investigasi, Selidiki Dugaan Penyebab Banjir di Pohuwato‎
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:59 WIB

Sempat Dikira Mistis, Ternyata Ini Dugaan Penyebab Tewasnya Satu Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:54 WIB

‎Wakil Bupati Purwakarta ( Abang Ijo ) menyerahkan kuasa penuh kepada pengacaranyanya, “Urus Kasus PRp 35 Miliar “

Senin, 18 Mei 2026 - 20:13 WIB

Cekcok Keluarga Berujung Penganiayaan, Perempuan di Jampangtengah Alami Luka Serius

Kamis, 9 April 2026 - 11:27 WIB

‎Perbaikan Jalan A. Yani Palabuhanratu Dikebut, Dinas PU Target Rampung Akhir Juni 2026

Rabu, 18 Maret 2026 - 07:47 WIB

Selamat Idul Fitri 1447 H

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:31 WIB

‎Kejari Kabupaten Sukabumi Tebar Kebaikan Ramadan, Bagikan Takjil dan Santuni Anak Yatim

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:31 WIB

‎Kapolda Gorontalo Bentuk Tim Investigasi, Selidiki Dugaan Penyebab Banjir di Pohuwato‎

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:14 WIB

Berita Terbaru

Jabar Update

‎Mengenal Lebih Dekat Bang Junaidi Tarigan Ketua Peradi Sukabumi.

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:57 WIB