Poster Nyeleneh Warnai Aksi Demonstrasi, Sindiran Warga Soal Kebijakan Mengemuka

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | UKABUMI – Aksi demonstrasi yang digelar sejumlah massa di pusat kota Sukabumi diwarnai kemunculan berbagai poster dan slogan unik hingga nyeleneh yang menyita perhatian publik, Rabu (3/6/2026).

Salah satu poster yang mencuri perhatian bertuliskan, “Pak Prabowo tolong, sudahlah kami dipusingkan dengan ‘MBG’. Mohon jangan ditambah dengan tukang tempe.” Tulisan tersebut sontak menjadi sorotan karena dinilai sebagai bentuk kritik sekaligus sindiran kreatif terhadap kebijakan yang dirasakan membebani masyarakat.

Baca Juga :  ‎Hujan Lebat Picu Longsor dan Banjir di Sejumlah Wilayah Kabupaten Sukabumi

Dalam pantauan di lokasi, peserta aksi tampak membawa beragam spanduk dengan pesan beragam, mulai dari tuntutan serius hingga sindiran bernada humor. Poster-poster tersebut tidak hanya menjadi alat penyampaian aspirasi, tetapi juga menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan.

Sejumlah peserta aksi mengaku sengaja menggunakan kalimat nyeleneh agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima dan viral di media sosial. “Kalau bahasanya biasa saja, kadang tidak dilirik. Tapi kalau unik, orang jadi baca dan mikir,” ujar salah satu peserta aksi.

Meski dikemas dengan gaya santai dan humoris, isi pesan dalam poster tetap mencerminkan keresahan masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan yang sedang berjalan.

Baca Juga :  ‎Ironi di Cibadak: Dekat Kantor Perumda, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih‎

Aksi demonstrasi sendiri berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan relatif kondusif. Massa berharap aspirasi yang mereka sampaikan dapat didengar oleh pemerintah dan menjadi bahan evaluasi ke depan.

Fenomena poster nyeleneh ini pun menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat dalam menyampaikan kritik terus berkembang, tanpa meninggalkan esensi pesan yang ingin disuarakan.

Berita Terkait

OMI 2026 KKM Jampangkulon Resmi Dibuka, Kemenag Dorong Siswa Madrasah Berprestasi
Harga Beras di Sukabumi Terus Merangkak Naik, Tembus Rp380 Ribu per Karung
Hindari Dampak Abu Vulkanik, Relawan Kesehatan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi Bagikan Masker Gratis
Semangat Kemerdekaan Tak Luntur, Warga RW 10 Kebon Jeruk Gelar Pesta Rakyat
Wakasal Pimpin Groundbreaking Jembatan Leuwi Dinding, Pulihkan Akses Warga Jampangtengah
‎Wisuda ke-16 Nusa Putra, Bupati Asep Japar Titip Pesan: Gelar Bukan Akhir, Saatnya Mengabdi‎
‎Festival Bonsai Sukabumi 2026 Masuk Agenda Utama HJKS, Alun-alun Bojonglopang Bersiap Jadi Pusat Bonsai Nasional‎
BUPATI HADIRI APEL KEBANGSAAN KEMAH NASIONAL PRAMUKA PUI, KAPOLRI AJAK RAWAT PERSATUAN DAN KESATUAN
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:54 WIB

OMI 2026 KKM Jampangkulon Resmi Dibuka, Kemenag Dorong Siswa Madrasah Berprestasi

Senin, 7 September 2026 - 16:17 WIB

Hindari Dampak Abu Vulkanik, Relawan Kesehatan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi Bagikan Masker Gratis

Senin, 7 September 2026 - 08:31 WIB

Semangat Kemerdekaan Tak Luntur, Warga RW 10 Kebon Jeruk Gelar Pesta Rakyat

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Wakasal Pimpin Groundbreaking Jembatan Leuwi Dinding, Pulihkan Akses Warga Jampangtengah

Sabtu, 5 September 2026 - 14:06 WIB

‎Wisuda ke-16 Nusa Putra, Bupati Asep Japar Titip Pesan: Gelar Bukan Akhir, Saatnya Mengabdi‎

Sabtu, 5 September 2026 - 07:03 WIB

‎Festival Bonsai Sukabumi 2026 Masuk Agenda Utama HJKS, Alun-alun Bojonglopang Bersiap Jadi Pusat Bonsai Nasional‎

Kamis, 3 September 2026 - 13:48 WIB

BUPATI HADIRI APEL KEBANGSAAN KEMAH NASIONAL PRAMUKA PUI, KAPOLRI AJAK RAWAT PERSATUAN DAN KESATUAN

Kamis, 3 September 2026 - 10:43 WIB

Situ Halimun Warungkiara Diproyeksikan Jadi Buper Skala Kabupaten, Tampung 10.000 Siswa

Berita Terbaru