JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Kesabaran warga Desa Buanajaya, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, tampaknya telah mencapai batas. Setelah bertahun-tahun menunggu perbaikan, masyarakat kembali turun tangan memperbaiki ruas jalan kabupaten yang rusak berat dengan cara swadaya.
Aksi gotong royong tersebut dilakukan di ruas Jalan Kabupaten Sukabumi yang menghubungkan Kampung Cicareuh, Desa Buanajaya, Kecamatan Bantargadung, dengan Desa Bumisari, Kecamatan Cikidang. Jalan yang menjadi akses vital bagi aktivitas warga itu dipenuhi lubang, genangan air, hingga titik-titik rawan longsor yang membahayakan pengguna jalan.
Dengan peralatan sederhana dan material seadanya, warga bersama pemerintah desa bahu-membahu mengangkut batu serta material bekas untuk menutup lubang-lubang besar di badan jalan. Upaya tersebut dilakukan agar kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat melintas dengan aman.
Camat Bantargadung, Syarifuddin Rahmat, mengungkapkan bahwa kerusakan ruas jalan tersebut bukan persoalan baru. Menurutnya, kondisi itu telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa adanya penanganan menyeluruh.
”Ruas jalan milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang berada di Kampung Cicareuh, Desa Buanajaya dan berbatasan langsung dengan Desa Bumisari, Kecamatan Cikidang, sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer sangat diharapkan masyarakat bisa diaspal hotmix atau dibeton. Informasinya saat ini DPU Kabupaten Sukabumi akan melakukan penanganan sekitar 350 meter,” ujar Syarifuddin saat dihubungi, Minggu (7/6/2026).
Meski mengapresiasi adanya rencana penanganan tersebut, Syarifuddin menilai kebutuhan masyarakat jauh lebih besar. Pasalnya, kerusakan jalan tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan hampir di sepanjang ruas yang menjadi penghubung dua kecamatan tersebut.
Ia juga menjelaskan, jalan tersebut kerap terdampak longsor saat musim hujan. Dalam kondisi demikian, penanganan awal justru sering dilakukan oleh pemerintah desa bersama masyarakat melalui kerja bakti secara swadaya.
”Kalau terjadi longsor, yang bergerak lebih dulu biasanya Pemerintah Desa Buanajaya bersama warga. Mereka gotong royong membersihkan material dan memperbaiki bagian jalan yang rusak agar akses tetap bisa digunakan,” katanya.
Masyarakat pun berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan solusi permanen terhadap persoalan tersebut, bukan sekadar perbaikan sementara yang hanya bertahan dalam waktu singkat.
”Warga Desa Buanajaya menitipkan harapan agar ruas jalan kabupaten ini bisa diaspal hotmix secara menyeluruh. Jangan hanya tambal sulam karena kerusakannya sudah cukup berat,” tambahnya.
Syarifuddin mengaku turut merasakan langsung beratnya medan yang harus dilalui saat menuju Kantor Desa Buanajaya, terutama ketika musim penghujan tiba.
”Dari jalan aspal yang kondisinya masih cukup bagus di Kampung Cipanengah dan Kampung Salabuana menuju Kantor Desa Buanajaya sekitar 1,2 kilometer, saya harus off road atau trabas kalau musim hujan, baik menggunakan mobil maupun sepeda motor,” ungkapnya.
Tak hanya di kawasan Cicareuh, kondisi rusak berat juga terlihat di titik perbatasan Mangunjaya-Buanajaya. Lubang besar, badan jalan yang tergerus air, serta permukaan jalan yang tidak rata menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan setiap hari.
Sepanjang ruas jalan Kabupaten Sukabumi dari Cicareuh menuju Kampung Bumiayu, kerusakan tampak mendominasi. Ironisnya, kondisi tersebut telah berlangsung puluhan tahun tanpa adanya perbaikan permanen yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Kini, warga berharap aksi gotong royong yang mereka lakukan tidak hanya menjadi potret kepedulian masyarakat, tetapi juga mampu mengetuk perhatian pemerintah agar segera mengambil langkah nyata.
”Jalan ini adalah urat nadi aktivitas warga. Sudah saatnya ada langkah nyata, bukan sekadar janji dan tambal sementara,” tegas Syarifuddin.















