JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Sebanyak 315 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, terdampak krisis air bersih akibat kemarau yang menyebabkan sumur warga mengering dan terganggunya pasokan air bersih.
Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi bersama Relawan Rumah Zakat menyalurkan dua tangki air bersih ke Kampung Lingkungansari, Kelurahan Cibadak, dan Kampung Cikiwul Tonggoh, Desa Sekarwangi, pada Kamis (2/7/2026).
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, ratusan warga mengalami kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, kekeringan juga berdampak pada sektor pertanian dan perikanan. Sawah, perkebunan, hingga kolam ikan milik warga dilaporkan mulai mengalami kekeringan.
Krisis air bersih dipicu belum normalnya distribusi air karena saluran di wilayah Karangtengah masih dalam proses perbaikan. Akibatnya, pasokan air ke sejumlah wilayah di Kecamatan Cibadak belum kembali mengalir.
Penyaluran bantuan air bersih dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BPBD Kabupaten Sukabumi, P2BK Cibadak, Relawan Rumah Zakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana, Satpol PP, perangkat desa, serta masyarakat setempat.
BPBD memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menyalurkan bantuan air bersih apabila masih terdapat warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air selama musim kemarau berlangsung.Jika akan diterbitkan di portal berita, judul ini cukup kuat untuk menarik pembaca tanpa berlebihan dan tetap sesuai kaidah jurnalistik.















