JABARINSIDE.COM | CIKEMBAR, sukabumiinside.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi resmi mengukuhkan kepengurusan masa khidmat 2026–2031 di Gedung Bazzul Asyhab, Pusbangdai, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026).
Pengukuhan yang bertepatan dengan 19 Rabiul Awwal 1448 Hijriah tersebut mengusung tema “Mengokohkan Sinergi Ulama dan Umara dalam Mengawal Umat, Menjaga Kerukunan dan Mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah.”
Kepengurusan baru tersebut merupakan hasil Musyawarah Daerah (Musda) XII MUI Kabupaten Sukabumi yang sebelumnya dilaksanakan di Hotel Agusta Cikukulu pada 21–22 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam Musda XII, KH. E. Fatahillah Nadziri ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten Sukabumi dan KH. Encep Hadiana sebagai Sekretaris Umum untuk masa khidmat 2026–2031.

Pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat peran ulama dalam membimbing umat, menjaga persatuan dan kerukunan, sekaligus memperkokoh kemitraan strategis antara MUI dan pemerintah dalam pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Prosesi pengukuhan dihadiri Ketua Umum dan Sekretaris MUI Provinsi Jawa Barat, Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Sukabumi Abuya KH. Abdullah Mukhtar yang juga pimpinan Ponpes An-Nidzhom, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Kepala Kantor Kementerian Agama, Forkopimda, serta jajaran pengurus MUI tingkat kecamatan se-Kabupaten Sukabumi.
Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Barat, KH. Aang Abdulla Zein, memimpin pembacaan baiat dan naskah pengukuhan pengurus MUI Kabupaten Sukabumi masa khidmat 2026–2031.
Selanjutnya, Sekretaris Umum MUI Provinsi Jawa Barat, Jamjam Erawan, membacakan Surat Keputusan (SK) tentang susunan pengurus, personalia, serta Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Sukabumi masa khidmat 2026–2031.
Bukan Sekadar Seremonial
Ketua panitia pelaksana, Asep Yahya, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan pengukuhan.
Menurutnya, pengukuhan tersebut bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan momentum untuk mengingatkan seluruh pengurus mengenai amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Momentum hari ini bukan sebatas prosesi pengukuhan, tetapi menjadi momen untuk meneguhkan niat dalam menjalankan amanah suci,” ujar Asep.
Ia berharap kepengurusan MUI Kabupaten Sukabumi periode 2026–2031 dapat menjalankan tugas secara amanah sekaligus terus memperkuat hubungan antara ulama dan umara.
“Sinergi ulama dan umara mewujudkan Sukabumi Mubarakah bukan hanya sebatas rangkaian kata, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata,” katanya.
Asep juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Fatahillah Nadziri Ajak Pengurus Hidupkan MUI
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Sukabumi masa khidmat 2026–2031, KH. E. Fatahillah Nadziri, mengungkapkan rasa syukur sekaligus menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir dalam momentum tersebut.
Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan Musda XII MUI Kabupaten Sukabumi yang berlangsung melalui proses musyawarah dan mufakat.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Musda hingga pengukuhan kepengurusan baru merupakan hasil perjuangan bersama yang tidak terlepas dari dukungan pemerintah serta doa masyarakat.
KH. Fatahillah Nadziri juga memberikan penghargaan kepada jajaran pengurus MUI Kabupaten Sukabumi masa khidmat 2021–2026 atas pengabdian dan kontribusinya selama menjalankan amanah.
“Mudah-mudahan perjuangan yang telah disumbangkan pengurus MUI demi kemajuan MUI menjadi amal saleh,” ungkapnya.
Ia kemudian mengajak seluruh jajaran pengurus masa khidmat 2026–2031 untuk bersama-sama menghidupkan organisasi, meningkatkan peran MUI di tengah masyarakat, serta mengangkat harkat dan martabat MUI sebagai wadah pengabdian ulama kepada umat.
“Mari bersama-sama kita menghidupkan dan mengangkat harkat serta martabat MUI untuk mewujudkan Sukabumi Mubarakah,” pungkasnya.
Pengukuhan kepengurusan baru MUI Kabupaten Sukabumi ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kekuatan kebijakan dan program, tetapi juga membutuhkan tuntunan moral, keteladanan, serta doa dan bimbingan para ulama.















