LSM RIB Minta APH Turun Tangan” Dugaan Markup Pengadaan Laptop Untuk Guru SMP Di Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi”

Jumat, 30 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM|Sukabumi,— Program pengadaan laptop untuk para guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi dalam Tahun Anggaran 2024 menuai sorotan tajam dari masyarakat sipil. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rakyat Indonesia Berdaya (RIB) menilai terdapat indikasi kuat terjadinya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta dugaan markup anggaran dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Wakil Ketua DPC RIB Kabupaten Sukabumi, Dikdik, dalam keterangannya kepada media pada Kamis (15/5), mengungkapkan bahwa proyek pengadaan laptop yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi senilai Rp6,55 miliar itu dilaksanakan tanpa transparansi yang memadai, terutama terkait jumlah unit laptop yang diadakan dan pihak penyedia barang.

“Bagaimana masyarakat bisa melakukan pengawasan jika jumlah unit tidak diumumkan secara terbuka? Ketiadaan transparansi membuka ruang bagi penyalahgunaan kewenangan,” tegas Dikdik.

Menurut hasil penelusuran tim RIB pada laman e-Katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), harga laptop dengan spesifikasi prosesor Intel Core i7 dan sistem operasi Windows OS berada di kisaran Rp13 juta hingga Rp22 juta per unit. Dengan alokasi anggaran Rp6,55 miliar, seharusnya Pemkab Sukabumi mampu mengadakan 400 hingga 500 unit laptop.

Namun, jika jumlah unit yang dibeli ternyata jauh lebih sedikit dari estimasi tersebut, maka dapat dicurigai adanya markup harga yang berlebihan dan tidak wajar. “Jika harga pasar sekitar Rp13 juta, tapi Dinas membeli di atas Rp20 juta, maka patut dipertanyakan: selisih harga itu mengalir ke mana?” ujar Dikdik.

Baca Juga :  ‎Pemdes Tanjungsari Apresiasi Bantuan Pembangunan Infrastruktur dari Pemkab Sukabumi

Pengadaan ini diketahui dilakukan melalui mekanisme E-Purchasing atau pembelian elektronik dalam sistem e-Katalog, yang idealnya meminimalisasi praktik KKN. Namun RIB menduga adanya rekayasa teknis dalam penyusunan spesifikasi sehingga hanya vendor tertentu yang dapat memenuhi persyaratan tersebut. “Spesifikasinya dikunci sedemikian rupa agar hanya satu atau dua penyedia yang bisa masuk. Ini pola klasik kolusi pengadaan,” lanjutnya.

Lebih jauh, dalam dokumen pengadaan disebutkan bahwa proyek ini masuk dalam skema Sustainable Public Procurement (SPP) atau Pengadaan Publik Berkelanjutan. Namun LSM RIB menilai tidak ada kejelasan terkait penerapan prinsip keberlanjutan tersebut—apakah terkait efisiensi energi, kualitas dan daya tahan perangkat, atau aspek ramah lingkungan.

“Jargon SPP hanya jadi tameng. Kalau transparansi dan akuntabilitas tidak ada, maka itu hanya kosmetik administratif semata,” kritik Dikdik.

Baca Juga :  ‎Camat Cikembar Hadiri Bimtek Penguatan Tata Kelola Keuangan Desa di Desa Bojong‎

Atas dasar berbagai temuan dan indikasi penyimpangan tersebut, LSM Rakyat Indonesia Berdaya mendesak:

  1. Inspektorat Kabupaten Sukabumi untuk segera melakukan audit investigatif terhadap proses pengadaan.
  2. Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi agar turun tangan dan melakukan penyelidikan terhadap potensi kerugian keuangan negara.
  3. Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi diminta membuka laporan resmi dan transparan kepada publik, berisi jumlah unit, spesifikasi lengkap, dan daftar penyedia barang yang memenangkan pengadaan.

“Ini adalah uang rakyat. Kami akan terus kawal kasus ini. Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata dari Inspektorat maupun Kejaksaan, kami akan menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk tekanan publik,” Tutup Dikdik

Berita Terkait

‎Kapolres Sukabumi: 21 Ribu Kendaraan Melintas di Hari Terakhir Operasi Ketupat, Arus Balik Terkendali‎
‎KNPI Sukabumi Bantah Keras Isu Dana Narkoba, Siap Tempuh Jalur Hukum
Arus Balik Sukabumi–Bogor Diberlakukan One Way, Parungkuda Sempat Macet
‎Arus Balik di Simpang Cikidang Padat Merayap, Kendaraan Bak Terbuka Mendominasi‎
Dua Pedagang Kopi Terpental di duga akibat ban truk lepas di depan Masjid Darul matin
‎Viral Permintaan Keluarga Korban, Video Kecelakaan di Depan Samsat Cibadak Diminta Dihapus‎
‎Dugaan Pelecehan Santri di Ponpes Sukabumi Disorot, Publik Minta Aparat Bertindak Tegas‎
Polsek Cibadak Bersama Kecamatan Cibadak Fasilitasi Ibu Kehabisan Ongkos
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 23:09 WIB

‎Kapolres Sukabumi: 21 Ribu Kendaraan Melintas di Hari Terakhir Operasi Ketupat, Arus Balik Terkendali‎

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:06 WIB

‎KNPI Sukabumi Bantah Keras Isu Dana Narkoba, Siap Tempuh Jalur Hukum

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:13 WIB

Arus Balik Sukabumi–Bogor Diberlakukan One Way, Parungkuda Sempat Macet

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:19 WIB

‎Arus Balik di Simpang Cikidang Padat Merayap, Kendaraan Bak Terbuka Mendominasi‎

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:01 WIB

Dua Pedagang Kopi Terpental di duga akibat ban truk lepas di depan Masjid Darul matin

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:33 WIB

‎Dugaan Pelecehan Santri di Ponpes Sukabumi Disorot, Publik Minta Aparat Bertindak Tegas‎

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:20 WIB

Polsek Cibadak Bersama Kecamatan Cibadak Fasilitasi Ibu Kehabisan Ongkos

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:43 WIB

Arus Mudik di Cibadak Membludak, Perjalanan Tersendat hingga Berjam-jam

Berita Terbaru