PATGULIPAT Dana Hibah Propinsi THN 2024 Di Kota Dan Kabupaten Sukabumi

Kamis, 5 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM|Sukabumi-Hibah dalam Peraturan perundangan-undangan di Indonesia terbagi menjadi dua konsep yaitu hibah dalam hukum privat dan hibah dalam hukum publik. Hibah dalam hukum privat merupakan pemberian benda berharga secara cuma-cuma dari seseorang yang masih hidup kepada seseorang yang masih hidup pula, sedangkan hibah yang diatur dalam hukum publik adalah pemberian dengan pengalihan hak atas sesuatu dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah atau lembaga / yayasan. Tujuan dari hibah itu sendiri adalah sarana bagi Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun pada pelaksanaannya, seringkali pemberian hibah tersebut disalahgunakan yang menyebabkan terjadinya tindak pidana korupsi. Salah satu bentuk penyalahgunaan hibah adalah adanya orang yang memperdagangkan pengaruh yang tidak baik (broker). bahwa praktik pemberian hibah ini sangat rawan dan berpotensi merugikan keuangan daerah.

Dalam Tahun 2024 kabupaten/ kota Sukabumi ada 76 lembaga penerima mampaat Dana Hibah Provinsi, dengan nilai anggaran sekitar Rp. 23.850.000.000 itu
Belum termasuk hibah aspirasi. melalui dewan utk pemberdayaan.

Hasil investigasi team JWI ( jajaran wartawan indonesia ) kota / kab Sukabumi ke kelapangan begitu banyak dugaan persoalan – persoalan terkait dengan bantuan hibah propinsi tersebut dari mulai tidak di terimanya anggaran oleh penerima mampaat sesuai dgn yang mereka ajukan ,sementara pokmas / lembaga tersebut terdaftar sebagai penerima mampaat, adanya dugaan pemotongan anggaran oleh oknum2 pihak yang tidak bertanggungjawab dari mulai 20 sampai 50 persen dari jumlah anggaran yang harus mereka terima.tidak objektive nya tim verifikasi ke lapangan / penerima mampaat, tidak di alokasikan nya dana bantuan hibah tersebut oleh penerima mampaat sesuai dengan yang mereka ajukan.proses pekerjaan untuk pembangunan tersebut di kontraktualkan, sampai LPJ yang harus di lakukan oleh pihak penerima mampaat tersebut di laksanakan oleh pihak lain atas dasar itu sudah terindikasi dengan kuat,adanya dugaan anggaran dana hibah itu di jadikan sarana korupsi dan azas- azas oleh segelintir oknum demi pemampaatan untuk merampok uang negara.

Berdasarkan keterangan dan hasil investigasi team JWI ke lapangan maka hal terkait dengan dana hibah propinsi tersebut di simpulkan

1.Kurangnya transparansi dalam pengelolaan hibah dapat menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat.
2.Penyalahgunaan dana hibah untuk kepentingan pribadi atau kelompok dapat merusak kepercayaan masyarakat.
3.Kurangnya akuntabilitas dalam pengelolaan hibah dapat menyebabkan penyalahgunaan dana.
4.Ketidakjelasan tujuan hibah dapat menyebabkan dana tidak digunakan secara efektif.
5 Kurangnya pengawasan dapat menyebabkan penyalahgunaan dana hibah.
6.KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) dapat terjadi dalam proses pemberian hibah, seperti pemberian hibah kepada yayasan yang tidak berhak.
7.Kurangnya evaluasi terhadap program hibah dapat menyebabkan program tidak efektif.
8.Yayasan yang terlalu bergantung pada hibah dapat mengalami kesulitan jika hibah tidak diberikan.

Baca Juga :  ‎Galian Kabel PLTHM di Warungkiara Meresahkan Warga Dua Kedusunan‎

Untuk mencegah persoalan dan pelanggaran tersebut, perlu dilakukan:
1 Pengelolaan hibah harus transparan dan akuntabel.
2.Pengawasan yang ketat perlu dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan dana.
3.Evaluasi program hibah perlu dilakukan secara teratur untuk memastikan efektivitas program.
4.Kriteria pemberian hibah harus jelas dan transparan.
5 Pengelolaan hibah harus dilakukan secara profesional dan akuntabel.

Terkait dengan laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dana hibah provinsi harus diterbitkan oleh penerima hibah, yaitu yayasan atau organisasi yang menerima bantuan dana hibah tersebut.
Dan ini dasar hukumnya

1.Peraturan Pemerintah (PP) No. 90 Tahun 2010* tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.
2.Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 32 Tahun 2011* tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
3.Peraturan Pemerintah (PP) No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Baca Juga :  DPC PWRI Kabupaten Sukabumi Resmi Menetapkan Dan Melantik  Rizal Pane Sebagai Ketua Priode 2025-2028

Dalam peraturan tersebut, disebutkan bahwa penerima hibah wajib membuat laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dana hibah, yang meliputi laporan keuangan dan laporan kegiatan.
Dan dalam LPJ dana hibah provinsi harus memuat informasi tentang:

1.Penggunaan dana hibah harus sesuai dengan tujuan dan ketentuan yang berlaku.
2.Hasil kegiatan yang telah dicapai dengan menggunakan dana hibah.
3.Laporan keuangan yang memuat informasi tentang pendapatan, belanja, dan saldo dana hibah.

Dengan demikian, LPJ dana hibah provinsi berfungsi sebagai alat akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana hibah.

Dengan Begitu banyaknya persoalan dan begitu banyaknya pelanggaran, terkait dengan adanya bantuan dana hibah tersebut semuanya harus di jadikan bahan evaluasi serta koreksi oleh semua pihak.

Sementara di sisi lain tidak menutup kemungkinan juga di sini ada dugaan – dugaan oknum dewan yang bermain untuk memampaatkan dana hibah aspirasinya tersebut,dan ini akan di jadikan pekerjaan besar untuk team JWI.
Untuk selanjutnya team JWI akan menghimpun semua data terkait dengan persoalan dana hibah tersebut untuk segera di laporkan ke pihak APH.

TIM( Lutfi Yahya. JWI)

Berita Terkait

Tugu Selamat Datang Warungkiara Mulai Dibangun, Bakal Jadi Ikon dan Gerbang Wisata
Bupati Asep Japar Lepas Jalan Santai HJKS ke-156 di Warungkiara, Dorong Wisata dan Ekonomi Desa
‎HJKS ke-156, Kadis PU Sukabumi Ajak Semua Elemen Perkuat Kolaborasi Pembangunan‎
Jalan Kadupugur–Cijengkol Kini Mulus, Warga Caringin Lega: Akses Warga dan Hasil Pertanian Kembali Lancar
Sekar Budaya HJKS ke-156, Bupati Ajak Semua Bersinergi dan Gotong Royong Bangun Sukabumi
OMI 2026 KKM Jampangkulon Resmi Dibuka, Kemenag Dorong Siswa Madrasah Berprestasi
‎BPD Sebut Aset Desa, Kades Minta Bukti: Status Lahan di Sukamulya Masih Diperdebatkan
‎Korban Ungkap Detik-detik Pembacokan: Pelaku Tiba-tiba Menyerang Saat Sedang Main HP
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:39 WIB

Tugu Selamat Datang Warungkiara Mulai Dibangun, Bakal Jadi Ikon dan Gerbang Wisata

Sabtu, 12 September 2026 - 11:08 WIB

Bupati Asep Japar Lepas Jalan Santai HJKS ke-156 di Warungkiara, Dorong Wisata dan Ekonomi Desa

Jumat, 11 September 2026 - 09:33 WIB

‎HJKS ke-156, Kadis PU Sukabumi Ajak Semua Elemen Perkuat Kolaborasi Pembangunan‎

Jumat, 11 September 2026 - 09:15 WIB

Jalan Kadupugur–Cijengkol Kini Mulus, Warga Caringin Lega: Akses Warga dan Hasil Pertanian Kembali Lancar

Kamis, 10 September 2026 - 12:40 WIB

Sekar Budaya HJKS ke-156, Bupati Ajak Semua Bersinergi dan Gotong Royong Bangun Sukabumi

Rabu, 9 September 2026 - 20:07 WIB

‎BPD Sebut Aset Desa, Kades Minta Bukti: Status Lahan di Sukamulya Masih Diperdebatkan

Rabu, 9 September 2026 - 11:03 WIB

‎Korban Ungkap Detik-detik Pembacokan: Pelaku Tiba-tiba Menyerang Saat Sedang Main HP

Rabu, 9 September 2026 - 09:39 WIB

‎Nongkrong di Toko Ban Berujung Pembacokan, Dua Pemuda di Cibadak Jadi Korban

Berita Terbaru