‎Kelangkaan LPG 3 Kg Terjadi, Harga Melonjak di Pengecer Meski Stok Pangkalan Aman

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram kembali terjadi di sejumlah wilayah. Dalam beberapa hari terakhir, warga mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Kalaupun tersedia, harganya melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

‎Di tingkat pengecer, harga gas melon kini tembus Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per tabung. Kondisi ini dinilai memberatkan masyarakat, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada elpiji subsidi.

‎Namun, kondisi berbeda justru terlihat di tingkat pangkalan. Stok gas elpiji 3 kilogram disebut masih tersedia dalam jumlah cukup dan harga tetap sesuai ketentuan.

‎Kepala Shift SPBU 34.433.18 Sukaharja, Warungkiara, Fadilah Saeful Rohman, mengatakan bahwa harga jual di pangkalan masih mengikuti HET.

‎“Di pangkalan tetap Rp19 ribu per tabung, sesuai aturan,” ujarnya saat ditemui, Rabu (8/4/2026).

‎Ia juga memastikan ketersediaan stok masih aman dengan jumlah mencapai ratusan tabung. “Stok masih banyak, aman,” katanya.

‎Terkait distribusi, Fadilah menyebut tidak ada kendala dalam pengiriman dari SPBE ke pangkalan. Ia juga menjelaskan bahwa pembeli berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat hingga pedagang, dengan pembelian terbanyak dilakukan oleh sub pangkalan.

‎“Yang sering ambil banyak biasanya sub pangkalan,” ungkapnya.

‎Meski demikian, perbedaan kondisi antara stok di pangkalan dan kelangkaan di masyarakat menimbulkan tanda tanya. Dugaan mengarah pada distribusi lanjutan di tingkat sub pangkalan dan pengecer yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga.

‎Pengawasan distribusi dinilai perlu diperketat agar gas bersubsidi ini benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak dengan harga yang sesuai ketentuan.

‎Jika tidak segera ditangani, kelangkaan dan lonjakan harga elpiji 3 kilogram dikhawatirkan akan terus berulang dan merugikan masyarakat kecil.

Baca Juga :  BAZNAS Kabupaten Sukabumi Dukung Penuh Muhibah Ramadan 1447 H, Perkuat Silaturahmi Pemerintah dan Masyarakat

Berita Terkait

PERADI Sukabumi Gelar PKPA Angkatan XIII, Cetak Calon Advokat Profesional
Bupati Sukabumi Sidak Samsat Cibadak, Pastikan Pelayanan Pajak Lebih Mudah Tanpa KTP
Banjir Langganan Kembali Terjang Pamuruyan, 10 Rumah Warga Terendam
Longsor di Sukalarang, Satu Warga Meninggal Tertimbun Material Tebing
‎Janji Fasilitas Tak Terpenuhi, Warga Fitra Pratama Residence Tempuh Jalur Somasi
BUPATI SUKABUMI DAMPINGI PENASIHAT KHUSUS PRESIDEN RESMIKAN HUNTAP ADAPTIF BENCANA
SMA Negeri 1 Cikembar Gelar IHT Penguatan Gapura Pancawaluya 2026
Buruh Sukabumi Datangi Disnaker, Tuntut Perhatian Soal Kesejahteraan
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 14:52 WIB

PERADI Sukabumi Gelar PKPA Angkatan XIII, Cetak Calon Advokat Profesional

Jumat, 17 April 2026 - 11:25 WIB

Bupati Sukabumi Sidak Samsat Cibadak, Pastikan Pelayanan Pajak Lebih Mudah Tanpa KTP

Jumat, 17 April 2026 - 09:56 WIB

Banjir Langganan Kembali Terjang Pamuruyan, 10 Rumah Warga Terendam

Jumat, 17 April 2026 - 09:53 WIB

Longsor di Sukalarang, Satu Warga Meninggal Tertimbun Material Tebing

Kamis, 16 April 2026 - 13:59 WIB

BUPATI SUKABUMI DAMPINGI PENASIHAT KHUSUS PRESIDEN RESMIKAN HUNTAP ADAPTIF BENCANA

Kamis, 16 April 2026 - 12:52 WIB

SMA Negeri 1 Cikembar Gelar IHT Penguatan Gapura Pancawaluya 2026

Kamis, 16 April 2026 - 11:07 WIB

Buruh Sukabumi Datangi Disnaker, Tuntut Perhatian Soal Kesejahteraan

Rabu, 15 April 2026 - 15:52 WIB

‎Skandal Rumah Tangga Terbongkar, Suami di Sukabumi Laporkan Dugaan Perselingkuhan Istri ke Polisi

Berita Terbaru

Jabar Update

Banjir Langganan Kembali Terjang Pamuruyan, 10 Rumah Warga Terendam

Jumat, 17 Apr 2026 - 09:56 WIB