JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Proses evakuasi dramatis dilakukan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) terhadap seorang warga yang tertimpa ember saat memperdalam sumur sedalam sekitar 10 meter di Kampung Bojongkoneng RT 03/RW 03, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Senin (29/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban bernama Sutisna (50), diketahui sedang berada di dasar sumur untuk memperdalam sekaligus membersihkan sumur yang mulai mengering akibat musim kemarau. Namun nahas, tali ember yang digunakan untuk mengangkat tanah tiba-tiba putus sehingga ember jatuh dan menghantam kepala korban.

Insiden tersebut langsung dilaporkan keluarga kepada Ketua RW setempat, Kurtubi, yang kemudian menghubungi petugas Damkar untuk melakukan penyelamatan.
Ketua RW 03, Kurtubi, mengatakan wilayahnya memang kerap mengalami kekeringan setiap musim kemarau sehingga banyak warga terpaksa menggali atau memperdalam sumur demi mendapatkan air bersih.

”Begitu menerima laporan dari keluarga korban, saya langsung menghubungi petugas Damkar. Memang saat musim kemarau banyak warga yang menggali maupun menguras sumur karena sumber air mulai berkurang,” ujarnya.
Ia juga menyebut korban memiliki riwayat penyakit ayan (epilepsi). Meski demikian, penyebab kecelakaan terjadi akibat putusnya tali ember saat proses pengangkatan tanah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

”Korban memang memiliki riwayat penyakit ayan. Namun kejadian ini murni karena tali ember putus, sehingga ember jatuh dan mengenai kepala korban yang masih berada di dasar sumur,” jelas Kurtubi.
Komandan Regu (Danton) Damkar Sektor 5, Iyep Yosepa, mengungkapkan proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena lokasi korban berada di ruang terbatas (confined space) dengan kedalaman sekitar 10 meter.
”Kendala utama adalah karena ini merupakan penyelamatan di ruang terbatas, sehingga kami harus mengikuti prosedur khusus untuk mengikat dan mengangkat korban agar tetap aman,” kata Iyep.

Meski menghadapi tingkat kesulitan tinggi, petugas akhirnya berhasil mengangkat korban dalam kondisi masih bernapas.
”Alhamdulillah korban berhasil dievakuasi dan saat dinaikkan kondisinya masih bernapas atau masih hidup,” ungkapnya.
Menurut informasi yang diterima petugas, korban sedang memperdalam sumur karena dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat di wilayah Cibadak.
Proses evakuasi melibatkan empat personel Damkar, terdiri dari dua anggota Sektor Cibadak dan dua anggota Sektor Parungkuda. Selain itu, evakuasi juga mendapat bantuan dari unsur Babinsa, aparat kecamatan, BPBD, para relawan, serta masyarakat sekitar.
Usai berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan penanganan medis.
Kurtubi mengimbau masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan saat melakukan pekerjaan di dalam sumur, terutama pada musim kemarau.
”Pastikan tali dan seluruh perlengkapan dalam kondisi baik. Jangan memaksakan bekerja sendiri di dalam sumur karena risikonya sangat besar,” pungkasnya.















