‎‎Tertimpa Ember Saat Perdalam Sumur, Warga Cibadak Berhasil Dievakuasi dari Kedalaman 10 Meter

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Proses evakuasi dramatis dilakukan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) terhadap seorang warga yang tertimpa ember saat memperdalam sumur sedalam sekitar 10 meter di Kampung Bojongkoneng RT 03/RW 03, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Senin (29/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

‎Korban bernama Sutisna (50), diketahui sedang berada di dasar sumur untuk memperdalam sekaligus membersihkan sumur yang mulai mengering akibat musim kemarau. Namun nahas, tali ember yang digunakan untuk mengangkat tanah tiba-tiba putus sehingga ember jatuh dan menghantam kepala korban.



‎Insiden tersebut langsung dilaporkan keluarga kepada Ketua RW setempat, Kurtubi, yang kemudian menghubungi petugas Damkar untuk melakukan penyelamatan.

‎Ketua RW 03, Kurtubi, mengatakan wilayahnya memang kerap mengalami kekeringan setiap musim kemarau sehingga banyak warga terpaksa menggali atau memperdalam sumur demi mendapatkan air bersih.

Baca Juga :  Rohmat Hidayat Terpilih Aklamasi Pimpin KNPI Jawa Barat Periode 2025–2028



‎”Begitu menerima laporan dari keluarga korban, saya langsung menghubungi petugas Damkar. Memang saat musim kemarau banyak warga yang menggali maupun menguras sumur karena sumber air mulai berkurang,” ujarnya.

‎Ia juga menyebut korban memiliki riwayat penyakit ayan (epilepsi). Meski demikian, penyebab kecelakaan terjadi akibat putusnya tali ember saat proses pengangkatan tanah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT



‎”Korban memang memiliki riwayat penyakit ayan. Namun kejadian ini murni karena tali ember putus, sehingga ember jatuh dan mengenai kepala korban yang masih berada di dasar sumur,” jelas Kurtubi.

‎Komandan Regu (Danton) Damkar Sektor 5, Iyep Yosepa, mengungkapkan proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena lokasi korban berada di ruang terbatas (confined space) dengan kedalaman sekitar 10 meter.

‎”Kendala utama adalah karena ini merupakan penyelamatan di ruang terbatas, sehingga kami harus mengikuti prosedur khusus untuk mengikat dan mengangkat korban agar tetap aman,” kata Iyep.

Baca Juga :  LAUNCHING PENANAMAN PERDANA PENANGKARAN BENIH JAGUNG HIBRIDA VARIETAS DBA01 DI KABUPATEN SUKABUMI



‎Meski menghadapi tingkat kesulitan tinggi, petugas akhirnya berhasil mengangkat korban dalam kondisi masih bernapas.

‎”Alhamdulillah korban berhasil dievakuasi dan saat dinaikkan kondisinya masih bernapas atau masih hidup,” ungkapnya.

‎Menurut informasi yang diterima petugas, korban sedang memperdalam sumur karena dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat di wilayah Cibadak.

‎Proses evakuasi melibatkan empat personel Damkar, terdiri dari dua anggota Sektor Cibadak dan dua anggota Sektor Parungkuda. Selain itu, evakuasi juga mendapat bantuan dari unsur Babinsa, aparat kecamatan, BPBD, para relawan, serta masyarakat sekitar.

‎Usai berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan penanganan medis.

‎Kurtubi mengimbau masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan saat melakukan pekerjaan di dalam sumur, terutama pada musim kemarau.

‎”Pastikan tali dan seluruh perlengkapan dalam kondisi baik. Jangan memaksakan bekerja sendiri di dalam sumur karena risikonya sangat besar,” pungkasnya.

Berita Terkait

Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Sungai Cimunjul Ciambar, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Terkuak Mayat Yang Mengambang di Sungai Cimunjul Ciambar
‎Gebyar Muharam 1448 H Semarakkan Desa Tanjungsari, Ribuan Warga Antusias Ikuti Santunan hingga Pawai Obor
FKDT dan Pengawas PAKIS Kemenag Sukabumi Verifikasi 60 MDTU di Cikembar untuk Perpanjangan Izin Operasional
Gudang Sarpras RSUD Sekarwangi Dilalap Api, Petugas Berjibaku Padamkan Kebakaran, Pelayanan Pasien Tetap Normal
‎Motor Pedagang Tahu Tempe Terbakar Saat Berjualan di Ciambar, Diduga Akibat Kebocoran BBM
‎Kantor Desa Balekambang Terbakar, Diduga Akibat Pemanas Air Listrik yang Lupa Dicabut‎
Proyek Irigasi Cikahuripan Mulai Dikerjakan, Warga Girijaya Berharap Tingkatkan Pasokan Air Sawah
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:02 WIB

Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Sungai Cimunjul Ciambar, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:52 WIB

Terkuak Mayat Yang Mengambang di Sungai Cimunjul Ciambar

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:08 WIB

‎Gebyar Muharam 1448 H Semarakkan Desa Tanjungsari, Ribuan Warga Antusias Ikuti Santunan hingga Pawai Obor

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:31 WIB

FKDT dan Pengawas PAKIS Kemenag Sukabumi Verifikasi 60 MDTU di Cikembar untuk Perpanjangan Izin Operasional

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:41 WIB

Gudang Sarpras RSUD Sekarwangi Dilalap Api, Petugas Berjibaku Padamkan Kebakaran, Pelayanan Pasien Tetap Normal

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:51 WIB

‎Motor Pedagang Tahu Tempe Terbakar Saat Berjualan di Ciambar, Diduga Akibat Kebocoran BBM

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:23 WIB

‎Kantor Desa Balekambang Terbakar, Diduga Akibat Pemanas Air Listrik yang Lupa Dicabut‎

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:47 WIB

Proyek Irigasi Cikahuripan Mulai Dikerjakan, Warga Girijaya Berharap Tingkatkan Pasokan Air Sawah

Berita Terbaru

Peristiwa

Terkuak Mayat Yang Mengambang di Sungai Cimunjul Ciambar

Minggu, 12 Jul 2026 - 06:52 WIB