PERNYATAAN RESMI LBH SUKABUMI OFFICIUM NOBILE TERKAIT PENGUNDURAN DIRI SEBAGAI PENASIHAT HUKUM TERSANGKA DUGAAN TINDAK PIDANA KORUPSI DANA RETRIBUSI PADA DISPORAPAR KOTA SUKABUMI.

Senin, 22 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM |SUKABUMI —Tim Penasihat Hukum dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi dana retribusi di Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi resmi mengundurkan diri. Keputusan tersebut diambil setelah tim hukum menilai tidak adanya keterbukaan serta tidak diindahkannya saran hukum oleh para tersangka.

Pengunduran diri itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Tim Penasihat Hukum dari LBH Sukabumi Officium Nobile, Dendi Mulyadi, yang sebelumnya mendampingi dua tersangka berinisial TCN dan SS.

“Ya betul, sebelumnya kami mendampingi dua orang ini saat mereka masih berstatus sebagai saksi. Namun, setelah ditetapkan sebagai tersangka, Kami mengambil keputusan melalui pertimbangan internal yang mendalam terkait etika profesi dan efektivitas pembelaan hukum nantinya.,” ujar Dendi, Minggu (21/12).

Dendi menjelaskan, salah satu alasan utama pengunduran diri tersebut adalah minimnya keterbukaan dari kedua tersangka. Selain itu, langkah-langkah hukum yang telah disarankan tim penasihat hukum tidak pernah dijalankan oleh kliennya.

“Yang krusial, ketika kami menyampaikan langkah-langkah hukum yang seharusnya ditempuh, itu tidak kunjung dituruti. Maka per tanggal 15 Desember 2025 kami dari LBH memutuskan secara resmi mundur sebagai penasihat hukum mereka,” tegasnya.

Tim Penasehat Hukum LBH Sukabumi Officium Nobile menyatakan bahwa setelah surat pengunduran diri tersebut terbit, mengenai segala tindakan hukum yang dilakukan oleh tersangka TCN dan tersangka SS sudah bukan menjadi tanggung jawabnya.

“perlu kami tegaskan, setelah surat pengunduran diri tersebut terbit terhitung tanggal 15 Desember 2025, segala tindakan hukum yang dilakukan oleh kedua tersangka tersebut sudah bukan menjadi tanggung jawab kami lagi,” Tutup Dendi.

Baca Juga :  ‎PEMERINTAH DESA SUKAMULYA BENTUK PENGURUS BARU BUMDES MELALUI MUSYAWARAH DESA

Sementara itu, anggota tim penasihat hukum lainnya, Galih Anugerah Ramadhan, turut membenarkan adanya persoalan serius dalam keterbukaan data dan informasi dari mantan kliennya. Ia menyebut hambatan tersebut sudah dirasakan sejak awal pendampingan, ketika TCN dan SS masih berstatus saksi.

“Sejak awal kami mendampingi mereka sebagai saksi, kami sering kali mengalami kesulitan. Data dan informasi yang kami butuhkan kerap tidak diberikan secara terbuka, seolah ditutup,” kata Galih.

Ia menambahkan, kondisi tersebut semakin memburuk dengan sikap klien yang tidak pernah mengindahkan saran hukum yang telah diberikan oleh tim penasihat hukum.

“saran-saran yang kami berikan tidak pernah diindahkan. Ini tentu sangat menyulitkan posisi penasihat hukum dalam memberikan pembelaan yang objektif dan bertanggung jawab, karena integritas Profesi Advokat sangat bergantung pada kerja sama yang baik antara klien dan penasihat hukumnya.” tegasnya.

Baca Juga :  Polisi Jadi Korban, Polisi Jadi Pelaku, Hukum Tetap Jalan

Mantan Tim Penasehat Hukum Tersangka TCN dan Tersangka SS akan berpegang teguh terhadap komitmennya untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada peraturan perundang-perundangan yang masih mengatur perkara tindak pidana korupsi ini.

“Tentunya kami sangat menghormati proses-proses hukum yang sedang dijalani oleh tersangka TCN dan tersangka SS, kami akan menyerahkan sepenuhnya kepada ketentuan perundang-undangan yang berlaku, ” tutupnya.

Pengunduran diri tim penasihat hukum ini, menambah dinamika dalam penanganan kasus dugaan korupsi dana retribusi di Disporapar Kota Sukabumi. Publik kini menanti kelanjutan proses hukum, serta langkah para tersangka dalam menghadapi perkara yang tengah berjalan tersebut. (Mg5)

Berita Terkait

Polres Sukabumi Hadir untuk Rakyat, Sembako Murah Digelar Jelang Lebaran
BAZNAS Kabupaten Sukabumi Dukung Penuh Muhibah Ramadan 1447 H, Perkuat Silaturahmi Pemerintah dan Masyarakat
‎Mini Bus Bogoran Tabrak Pajero di Cibadak Sukabumi, Diduga Saat Menyalip
Gerak Cepat Polres Sukabumi Amankan Pria Diduga Lakukan Asusila dan Ancam Warga dengan Kampak
KUA Cikembar Gelar Program “The Most KUA Move Sakinah Maslahat”, Perkuat Ketahanan Keluarga di Bulan Ramadan
‎GMMB Desak Kejari Sukabumi Usut Tuntas Dugaan Korupsi Desa Babakanjaya
Empat Hari Hilang, Udin Ditemukan Tak Bernyawa di Perkebunan Karet Cikembar
Bupati Sukabumi Asep Japar Hadiri Kegiatan Sosial Tahunan PDAM, Salurkan 2.000 Paket Bantuan
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:04 WIB

Polres Sukabumi Hadir untuk Rakyat, Sembako Murah Digelar Jelang Lebaran

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:46 WIB

BAZNAS Kabupaten Sukabumi Dukung Penuh Muhibah Ramadan 1447 H, Perkuat Silaturahmi Pemerintah dan Masyarakat

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:13 WIB

‎Mini Bus Bogoran Tabrak Pajero di Cibadak Sukabumi, Diduga Saat Menyalip

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:38 WIB

Gerak Cepat Polres Sukabumi Amankan Pria Diduga Lakukan Asusila dan Ancam Warga dengan Kampak

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:07 WIB

KUA Cikembar Gelar Program “The Most KUA Move Sakinah Maslahat”, Perkuat Ketahanan Keluarga di Bulan Ramadan

Kamis, 12 Maret 2026 - 08:27 WIB

Empat Hari Hilang, Udin Ditemukan Tak Bernyawa di Perkebunan Karet Cikembar

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:23 WIB

Bupati Sukabumi Asep Japar Hadiri Kegiatan Sosial Tahunan PDAM, Salurkan 2.000 Paket Bantuan

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:49 WIB

PARIPURNA, AGENDA PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERHADAP DUA RAPERDA PRAKARSA DPRD

Berita Terbaru