‎Dapur SPPG Disuspend, Proses Hukum Dipercepat: Sengketa Lahan MBG Pamuruyan Memanas

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Polemik operasional dapur Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, kian memanas. Gelombang protes warga yang memuncak pada Kamis (23/04/2026) berujung pada keputusan penghentian sementara (suspend) operasional dapur, sembari menunggu proses hukum berjalan.

‎Sejumlah massa mendatangi lokasi dapur dan menuntut kejelasan atas dugaan sengketa lahan yang menyeret proyek tersebut. Warga meminta agar operasional dihentikan sementara hingga ada kepastian hukum yang jelas.

‎Menanggapi aksi tersebut, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Aziz, turun langsung ke lokasi untuk melakukan audiensi bersama unsur Forkopimcam Cibadak dan pihak pelapor. Dalam pertemuan itu, Sandi memastikan bahwa seluruh aspirasi warga akan segera ditindaklanjuti.

‎“Semua yang menjadi atensi akan segera kami realisasikan. Kami juga sudah berkoordinasi, bahkan hari Sabtu nanti akan ada pertemuan lanjutan di tingkat pusat untuk membahas langkah konkret. Hasilnya akan terus kami sampaikan kepada publik,” ujarnya.

‎Ia mengungkapkan, persoalan ini bermula dari sengketa lahan antara pelapor, Siti Eni Nuraeni, dengan pihak terlapor. Meski secara administratif awal telah melalui proses verifikasi di pusat berbasis Sertifikat Hak Milik (SHM), namun di lapangan ditemukan adanya konflik kepemilikan yang kini tengah bergulir di ranah hukum.

‎“Kami di daerah menerima data setelah diverifikasi di pusat. Namun fakta di lapangan menunjukkan adanya sengketa yang kini sedang diproses di Polres Sukabumi,” jelas Sandi.

‎Sebagai langkah antisipatif, operasional dapur SPPG pun untuk sementara dihentikan. Kebijakan ini diambil guna menjaga objektivitas proses hukum sekaligus merespons tuntutan masyarakat.

‎“Untuk sementara dapur disuspend selama proses hukum berjalan. Ini demi menjaga transparansi dan kondusivitas,” tambahnya.

‎Namun demikian, Sandi menegaskan bahwa keputusan final terkait penghentian operasional sepenuhnya berada di kewenangan BGN pusat. Ia mengaku telah melaporkan persoalan ini dan berencana menghadap langsung pimpinan pusat pada Sabtu mendatang.

‎“Saya akan menyampaikan langsung ke pimpinan di pusat agar segera ada keputusan yang terbaik bagi semua pihak,” tegasnya.

‎Di sisi lain, aparat penegak hukum bergerak cepat menindaklanjuti laporan yang masuk. Pihak Kepolisian Resor Sukabumi telah melakukan pemanggilan sejumlah saksi, termasuk pihak terlapor bernama Yudhistira. Proses pemeriksaan masih terus berjalan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

‎“Alhamdulillah, proses hukum berjalan cepat. Kemarin sudah ada pemanggilan saksi, hari ini dilanjutkan dengan pemeriksaan pihak terlapor. Kami juga akan terus menghadirkan saksi lainnya,” ungkap salah satu pihak yang terlibat.

‎Sementara itu, Siti Eni Nuraeni selaku pelapor mengapresiasi langkah cepat yang diambil pemerintah daerah dan BGN. Ia menegaskan bahwa tuntutan utama tetap pada penghentian operasional dapur hingga sengketa lahan tuntas secara hukum.

‎“Kami tidak ingin program nasional ini berdiri di atas lahan yang bermasalah. Harapan kami jelas, proses hukum harus berjalan dan dapur disuspend sampai semuanya selesai,” ujarnya.

‎Situasi di lokasi kini berangsur kondusif setelah massa mendapatkan kepastian bahwa seluruh aspirasi akan dibawa ke tingkat nasional dalam waktu dekat. Pemerintah pun diharapkan mampu menyelesaikan persoalan ini secara transparan dan adil, tanpa menghambat tujuan utama program MBG dalam meningkatkan gizi masyarakat.

Baca Juga :  LSM RIB Kecam Keras Pengurus PGRI Kabupaten Sukabumi: Jalan-Jalan Ke Bali Saat Diduga Langgar Prinsip Tata Kelola dan UU KIP

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  BPBD Sukabumi Catat Sejumlah Kejadian Bencana Akibat Cuaca Ekstrem dan Hujan Lebat

Berita Terkait

Piala Dunia 2026 Resmi Dimulai Malam Ini, Demam Sepak Bola Dunia Kembali Mengguncang
Peningkatan Jaringan Irigasi Cikolawing II Mulai Dikerjakan, Dukung Produktivitas Pertanian Warga Cibadak
Silaturahmi & Doa Bersama: Sinergi Mitra, Yayasan, dan Pemangku Wilayah Perkuat Kebersamaan Cibubur
‎Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Masyarakat Bersiap Hadapi Efek Domino Kenaikan Harga
Mahasiswi Asal Sukabumi Lolos Program ICSM Batch 6, Siap Bawa Nama Daerah ke Tiga Negara
‎Investor MBG Menanti Kepastian, Dapur Sudah Dibangun Namun Belum Beroperasi‎
Kasubag TU Kemenag Kabupaten Sukabumi H. Agus Santosa Resmi Purnatugas Setelah Mengabdi 39 Tahun
Pedagang Tahu Tertabrak Mobil di Exit Tol Parungkuda, Dilarikan ke RS Sekarwangi
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:27 WIB

Piala Dunia 2026 Resmi Dimulai Malam Ini, Demam Sepak Bola Dunia Kembali Mengguncang

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:28 WIB

Peningkatan Jaringan Irigasi Cikolawing II Mulai Dikerjakan, Dukung Produktivitas Pertanian Warga Cibadak

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:28 WIB

‎Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Masyarakat Bersiap Hadapi Efek Domino Kenaikan Harga

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:48 WIB

Mahasiswi Asal Sukabumi Lolos Program ICSM Batch 6, Siap Bawa Nama Daerah ke Tiga Negara

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:14 WIB

‎Investor MBG Menanti Kepastian, Dapur Sudah Dibangun Namun Belum Beroperasi‎

Senin, 8 Juni 2026 - 19:34 WIB

Kasubag TU Kemenag Kabupaten Sukabumi H. Agus Santosa Resmi Purnatugas Setelah Mengabdi 39 Tahun

Senin, 8 Juni 2026 - 14:56 WIB

Pedagang Tahu Tertabrak Mobil di Exit Tol Parungkuda, Dilarikan ke RS Sekarwangi

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:50 WIB

‎Warga Buanajaya Kembali Tambal Jalan Rusak Secara Swadaya, Camat: Sudah Puluhan Tahun Menanti Perbaikan

Berita Terbaru