14 HGU Perkebunan Di Sukabumi Bermasalah “Pemda” HGU Milik BUMN & Swasta Harus Taat Regulasi

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | Persoalan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan yang telah habis masa berlaku menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi bersama sejumlah dinas terkait dan perusahaan perkebunan di Aula SDA DPU Kabupaten Sukabumi.Promosi UMKM Sukabumi

Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah menyoroti sejumlah perusahaan yang dinilai belum menyelesaikan proses administrasi pembaruan HGU maupun penyesuaian tata kelola usaha perkebunan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengungkapkan terdapat sekitar 14 HGU yang saat ini menjadi perhatian karena masa berlakunya telah habis. Sebagian masih dalam proses resertifikasi, sementara lainnya tetap menjalankan aktivitas usaha meski HGU belum diperbarui.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini Komisi I memanggil perusahaan-perusahaan yang HGU-nya habis. Ada yang sedang proses resertifikasi, ada juga yang HGU-nya habis tetapi izin usaha perkebunannya masih berlaku,” kata Aep kepada wartawan.

Baca Juga :  ‎Mayat Perempuan Ditemukan di Pinggir Sungai Cikembar Sukabumi, Polisi Bawa ke RSUD Sekarwangi‎

Menurutnya, pemerintah daerah ingin memastikan keberadaan lahan HGU memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, termasuk mendukung program ketahanan pangan dan optimalisasi lahan pertanian sebagaimana arahan pemerintah pusat.
Ini langkah pemerintah daerah menghidupkan kemadirian masyarakat melalui program TORA demi mendukung ketahanan pangan nasional dan kemandirian rakyat di tengah situasi konplik kawasan timur tengah yang semakin meningkat ,

Masyarakat harus siap bertani dan dengan program tora ada beberapa keuntungan yang bisa di serap oleh pemeritah daerah dan masyarakat, di sektor pertanian bisa tumbuh petani makmur permutaran uang di daerah meningkat , inverstor mulai berbodong bondong kedaerah sukabumi , hak masyarakat sebagai warga negara terpenuhi dengan status alas hak yang jelas, mereka bisa dapat kepastian lahan dan bisa di berdayakan dan menjadi modal dasar mereka untuk giat dalam melakukan aktifitas pertanian ,
Selain itu dengan program kredit pertanian dari bank BJB dan dari bank BRI , saatnya pertanian lebih meningkat , masyarakat dapat modal untuk mengembangkan pertanian , dan kita dampingi agar petani bisa berinovasi , dan menjadi petani yang ungul dan maju ,
Ingat bertani itu keren , saatnya petani petani muda sukabumi memulainya di lahan TORA

Baca Juga :  ‎Bapenda Sukabumi Sosialisasikan Perizinan Air Tanah, Libatkan 30 Perusahaan

Berapa kecamatan di kita ada cikidang , warung kiara , bantar gadung, sagaraten , nyalindung, pajampangan , cikakak, cisolok dan banyak lagi kecamatan lain yang berada di kawasan HGU

Kalau tora di jalankan , pertumbuhan ekonomi masyarakat di jamin meningkat , dan masyarakat bisa mandiri , pemerintah daerah bisa menggali perda di lahan tora karna pajak tanah dan bangunan masuk ke kas daerah tentunya

Kita siapkan lahan pertanian melalui program tora , dengan demikian desa , kecamatan bisa menggali potensi pertanian , nah kita siapkan program pemuda bertani untuk memperkuat perekonomian desa serta kontribusi terhadap ketahanan pangan

Baca Juga :  Rumah Warga di Lengkong Sukabumi Ambruk Diterjang Hujan Deras dan Angin Kencang

Aep menegaskan, Dinas Pertanian telah mengirimkan surat kepada perusahaan terkait agar segera melakukan uji administrasi terhadap izin yang dimiliki serta mempercepat proses pembaruan HGU.

“Nanti akan dilihat itikad baik perusahaan. Kalau tidak ada penyelesaian dan tidak taat aturan, pemerintah daerah bisa mengusulkan lahan tersebut masuk ke tanah objek reforma agraria atau TORA,” ujarnya.Promosi UMKM Sukabumi

Selain persoalan administrasi HGU, pemerintah daerah juga menyoroti perubahan komoditas perkebunan tanpa penyesuaian izin. Aep mencontohkan adanya lahan dengan izin tanaman karet yang kemudian berubah menjadi perkebunan kelapa sawit tanpa pembaruan ketentuan usaha.

“Kalau komoditas berubah tetapi izinnya tidak disesuaikan, tentu akan memengaruhi penilaian kualitas kebun dan menjadi bahan

Rab

Berita Terkait

‎Paspor untuk Wisata, Kemudian Bekerja di Luar Negeri, Efektivitas Profiling Imigrasi Sukabumi Jadi Sorotan
Bupati Asep Japar Ungkap Tiga Jembatan Presisi Dibangun Bersamaan di Sukabumi, Salah Satunya di Cibadak
Grand Opening Mini Cafe EDAFresh, BUMDes Barokah Sukamaju Diharapkan Jadi Penguat Ekonomi Desa
Polres Sukabumi Ungkap Peredaran 41.479 Butir Obat Berbahaya dan 3.641 Botol Miras
Camat Cikembar Apresiasi Mini Cafe EDAfresh, Dorong Jadi Barometer BUMDes Inovatif di Sukabumi
Warga RW 05 Desa Gekbrong Matangkan Persiapan HUT RI ke-81, Sejumlah Kegiatan Meriah Disiapkan
Relawan Sekber TPPO RI Bantu Pulangkan PMI Asal Sukabumi dari UEA, Empat Patmawati Disambut Isak Tangis Keluarga
Kontrakan di Cimahi Sukabumi Diduga Jadi Gudang Miras, 4.000 Botol Lebih Diamankan
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:54 WIB

‎Paspor untuk Wisata, Kemudian Bekerja di Luar Negeri, Efektivitas Profiling Imigrasi Sukabumi Jadi Sorotan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Bupati Asep Japar Ungkap Tiga Jembatan Presisi Dibangun Bersamaan di Sukabumi, Salah Satunya di Cibadak

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Grand Opening Mini Cafe EDAFresh, BUMDes Barokah Sukamaju Diharapkan Jadi Penguat Ekonomi Desa

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Polres Sukabumi Ungkap Peredaran 41.479 Butir Obat Berbahaya dan 3.641 Botol Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Camat Cikembar Apresiasi Mini Cafe EDAfresh, Dorong Jadi Barometer BUMDes Inovatif di Sukabumi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Warga RW 05 Desa Gekbrong Matangkan Persiapan HUT RI ke-81, Sejumlah Kegiatan Meriah Disiapkan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:34 WIB

Relawan Sekber TPPO RI Bantu Pulangkan PMI Asal Sukabumi dari UEA, Empat Patmawati Disambut Isak Tangis Keluarga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:34 WIB

Kontrakan di Cimahi Sukabumi Diduga Jadi Gudang Miras, 4.000 Botol Lebih Diamankan

Berita Terbaru