JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Di tengah banyaknya anak muda yang memilih merantau ke kota untuk mencari peluang, M Azis Ramdani justru membuktikan bahwa kesuksesan bisa diraih dari desa. Berbekal tekad kuat, kerja keras, dan keyakinan terhadap potensi lokal, pemuda asal Desa Palasarihilir, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi ini berhasil mengembangkan usaha arang tempurung kelapa yang kini dipercaya berbagai rumah makan hingga restoran.
Perjalanan bisnis yang dijalaninya tidak selalu mulus. Di masa awal merintis usaha, Azis harus berjuang keras memperkenalkan produknya. Dengan membawa sampel arang tempurung kelapa, ia mendatangi satu per satu rumah makan dan warung makan untuk menawarkan hasil produksinya secara langsung.
Metode door to door menjadi jalan yang dipilihnya untuk membuka pasar. Tak jarang ia harus menghadapi penolakan, keraguan calon pelanggan, hingga tantangan persaingan usaha. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang terpenting adalah konsisten menjaga kualitas dan terus berusaha. Saya percaya setiap usaha pasti ada hasilnya jika dijalani dengan sungguh-sungguh,” ujar Azis.
Kerja kerasnya pun mulai membuahkan hasil. Seiring waktu, kualitas arang tempurung kelapa produksinya semakin dikenal. Produk tersebut dinilai memiliki daya tahan panas yang baik dan cocok digunakan sebagai bahan bakar untuk berbagai kebutuhan kuliner. Kepercayaan pelanggan terus bertambah hingga produknya kini digunakan oleh sejumlah rumah makan dan restoran.
Di balik kesuksesannya, Azis memiliki prinsip hidup yang selalu menjadi penyemangat dalam menjalankan usaha, yakni “Tinggal di Desa, Rezeki Kota, Bisnis Mendunia.”
Menurutnya, tinggal di desa bukan berarti memiliki keterbatasan dalam mengembangkan usaha. Justru dari desa, berbagai potensi lokal dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang mampu menembus pasar lebih luas.
“Desa memiliki banyak potensi yang belum tergarap maksimal. Jika dikelola dengan baik, produk dari desa pun bisa dikenal hingga luar daerah bahkan mancanegara,” katanya.
Tak hanya berorientasi pada keuntungan, Azis juga berharap usaha yang dibangunnya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Industri arang tempurung kelapa yang dikembangkannya diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan nilai jual limbah tempurung kelapa yang selama ini kurang dimanfaatkan.
Kisah Azis Ramdani menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Dibutuhkan keberanian untuk memulai, ketekunan dalam menghadapi berbagai tantangan, serta komitmen menjaga kualitas agar mampu bertahan dan berkembang.
Dari sebuah desa di Sukabumi, langkah kecil yang dimulainya dengan menawarkan produk dari pintu ke pintu kini telah berkembang menjadi usaha yang memiliki peluang besar menembus pasar nasional hingga internasional. Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat yang sederhana, selama ada kemauan untuk terus berjuang dan berkembang.















