JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Puluhan hektare lahan persawahan di Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, terancam gagal panen akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut. Menurunnya debit air Irigasi Cibojong yang diperparah dengan kerusakan saluran irigasi membuat pasokan air ke areal persawahan semakin terbatas.
Ketua Gapoktan Karya Tani Desa Bojong, Fery Kurniawan, mengatakan sedikitnya 30 hektare sawah saat ini mengalami kekurangan air. Apabila kondisi tersebut terus berlangsung hingga satu bulan ke depan tanpa turun hujan, tanaman padi dipastikan terancam gagal panen.
“Debit air irigasi sudah menurun. Sekitar 30 hektare sawah berpotensi gagal panen kalau kemarau terus berlanjut dan tidak ada tambahan pasokan air,” ujar Fery, Sabtu (11/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, mayoritas tanaman padi yang terdampak masih berusia sekitar 30 hari hingga dua bulan sehingga sangat membutuhkan pasokan air untuk mendukung pertumbuhannya.
Sebagai upaya penyelamatan, para petani kini mengandalkan pompa air (alkon) untuk menyedot air dari saluran Irigasi Cibojong. Namun, debit air yang terus menyusut membuat cara tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh lahan pertanian.
Fery menjelaskan, selain faktor musim kemarau, kerusakan di sejumlah titik saluran Irigasi Cibojong juga menyebabkan banyak air terbuang sebelum sampai ke areal persawahan.
“Kalau satu bulan ke depan tidak ada hujan, kerugian petani bisa mencapai ratusan juta rupiah karena sekitar 30 hektare sawah terancam gagal panen,” ungkapnya.
Ia menambahkan, petani telah menerima bantuan satu unit pompa air yang digunakan secara bergantian. Meski cukup membantu, bantuan tersebut dinilai belum mampu mengatasi persoalan kekurangan air secara menyeluruh.
Karena itu, para petani berharap pemerintah segera memperbaiki saluran irigasi yang rusak serta membangun sistem irigasi pompa dan irigasi dangkal di wilayah-wilayah yang kerap mengalami kekeringan.
“Dengan perbaikan saluran irigasi dan pembangunan irigasi pompa, air yang selama ini terbuang bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah sehingga petani tidak lagi kesulitan saat musim kemarau,” pungkasnya.















