Petani Ubi Kayu Manggu MHAS di Cikembar Berharap Kunjungan Kementan Berbuah Solusi Nyata

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Kunjungan tim Pengawasan Benih Tanaman (PBT) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) ke sentra budidaya ubi kayu varietas Manggu MHAS di Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, membawa harapan baru bagi para petani. Mereka berharap kunjungan tersebut menjadi awal perhatian pemerintah terhadap persoalan pemasaran hasil panen dan penyediaan sarana pertanian.

Salah seorang petani ubi kayu Manggu MHAS, Maryoto, menyampaikan bahwa persoalan utama yang dihadapi petani saat ini bukan lagi soal pupuk, melainkan ketidakstabilan harga jual singkong di pasaran.

“Kami sangat bersyukur Kementerian Pertanian turun langsung melihat kondisi petani ubi kayu di Cikembar. Harapan kami pemerintah tidak hanya memperhatikan budidayanya, tetapi juga membantu pemasaran hasil panen dan penyediaan alat pertanian agar petani bisa lebih maju,” ujar Maryoto usai menerima kunjungan tim Kementan, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, harga singkong produksi petani lokal masih belum mampu bersaing dengan hasil dari daerah lain yang justru memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Persoalan terbesar petani saat ini bukan lagi pupuk, tetapi harga jual hasil panen yang belum stabil. Kami berharap ada perhatian pemerintah agar harga singkong petani lokal bisa bersaing dan tidak tertinggal dibanding daerah lain,” katanya.

Selain stabilitas harga, Maryoto juga menyoroti minimnya bantuan alat mekanisasi pertanian. Padahal, luas lahan yang dikelola petani di wilayah Cikembar mencapai puluhan hektare sehingga membutuhkan dukungan peralatan yang memadai.

“Lahan yang kami kelola cukup luas, tetapi bantuan alat berat dan mekanisasi pertanian masih sangat minim. Kalau sarana pendukung ditingkatkan, produktivitas petani tentu akan jauh lebih baik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Potensi Pertanian Desa Sudajaya Girang Jadi Sorotan, Wabup Sukabumi Dorong Petani Garap Peluang Pasar Modern

Maryoto mengaku telah membudidayakan ubi kayu varietas Manggu MHAS selama hampir 25 tahun. Menurutnya, varietas tersebut memiliki produktivitas lebih tinggi dibandingkan singkong lokal lainnya, asalkan pengelolaan dilakukan secara tepat.

“Saya sudah menanam ubi kayu Manggu MHAS hampir 25 tahun. Varietas ini hasilnya lebih maksimal dibanding singkong biasa, asalkan pemupukan dan perawatannya dilakukan dengan benar,” jelasnya.

Saat ini, Maryoto mengelola lahan seluas sekitar 52 hektare yang seluruhnya ditanami ubi kayu Manggu MHAS. Hasil panennya dipasarkan ke perusahaan Kusuka Bogor dan Kitela Semarang, dengan selisih harga jual yang mencapai sekitar Rp700 per kilogram.

Untuk menjaga keuntungan usaha tani, ia menerapkan sistem tumpang sari dengan menanam jagung bersamaan dengan ubi kayu. Strategi tersebut dinilai mampu menekan risiko kerugian ketika harga singkong mengalami penurunan.

“Biaya produksi hingga panen sekitar Rp17 juta per hektare. Dengan hasil minimal 15 ton per hektare dan harga sekitar Rp2.500 per kilogram masih cukup menguntungkan. Ditambah hasil panen jagung, biaya produksi bisa lebih tertutupi,” paparnya.

Baca Juga :  ‎Kelompok Tani di Cikembar Terima Bantuan Benih Jagung dari Kementan, Polsek Bantu Pemasaran ke Bulog‎

Selain memberikan manfaat ekonomi bagi keluarganya, usaha pertanian yang dikelola Maryoto juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Dari lahan seluas 50 hingga 52 hektare yang dikelolanya di Kecamatan Cikembar, sekitar 35 tenaga kerja lokal turut diberdayakan.

Di akhir penyampaiannya, Maryoto berharap kunjungan Kementerian Pertanian tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi benar-benar menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada petani.

“Kami berharap kunjungan Kementerian Pertanian ini menjadi awal perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan petani, khususnya dalam menjaga stabilitas harga hasil panen dan penyediaan alat mekanisasi pertanian agar produktivitas ubi kayu Manggu di Kabupaten Sukabumi terus meningkat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kementan Realisasikan Program Oplah dan RJIT, Irigasi Sawah Kelompok Tani di Jampangtengah Diperbaiki
Kemarau Tekan Produksi, Harga Ubi Kayu Manggu MHAS di Cikembar Justru Naik 15 Persen
30 Hektare Sawah di Cikembar Terancam Gagal Panen, Petani Minta Irigasi Segera Diperbaiki.
Kementan RI Pantau Budidaya Ubi Kayu Manggu MHAS di Sukabumi, Siapkan Petani Jadi Penangkar Benih Unggul
Potensi Pertanian Desa Sudajaya Girang Jadi Sorotan, Wabup Sukabumi Dorong Petani Garap Peluang Pasar Modern
BUMDes Sugih Mukti Desa Cibatu Laksanakan Panen Perdana Jagung Program Ketahanan Pangan
PU Kabupaten Sukabumi Sosialisasikan Pembangunan Irigasi Cibojong, Petani Sambut Baik
Kelompok Tani di Parakanlima Dapat Bantuan JIDES, Petani Harap Pasokan Air Irigasi Ditingkatkan
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:59 WIB

Kementan Realisasikan Program Oplah dan RJIT, Irigasi Sawah Kelompok Tani di Jampangtengah Diperbaiki

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Kemarau Tekan Produksi, Harga Ubi Kayu Manggu MHAS di Cikembar Justru Naik 15 Persen

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:25 WIB

30 Hektare Sawah di Cikembar Terancam Gagal Panen, Petani Minta Irigasi Segera Diperbaiki.

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:30 WIB

Petani Ubi Kayu Manggu MHAS di Cikembar Berharap Kunjungan Kementan Berbuah Solusi Nyata

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:57 WIB

Kementan RI Pantau Budidaya Ubi Kayu Manggu MHAS di Sukabumi, Siapkan Petani Jadi Penangkar Benih Unggul

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:04 WIB

Potensi Pertanian Desa Sudajaya Girang Jadi Sorotan, Wabup Sukabumi Dorong Petani Garap Peluang Pasar Modern

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:01 WIB

BUMDes Sugih Mukti Desa Cibatu Laksanakan Panen Perdana Jagung Program Ketahanan Pangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:34 WIB

PU Kabupaten Sukabumi Sosialisasikan Pembangunan Irigasi Cibojong, Petani Sambut Baik

Berita Terbaru

Masyarakat

Ribuan Warga Cikembar Meriahkan Jalan Santai HUT RI ke-81

Minggu, 23 Agu 2026 - 14:54 WIB