JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Unsur lembaga keagamaan di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, terus mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan ketaatan beragama di tengah masyarakat melalui kegiatan Syahriahan atau pengajian rutin bulanan.
Kegiatan Syahriahan bulan Agustus 2026 digelar di Gedung Serbaguna Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cikembar, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur KUA, serta ibu-ibu majelis taklim.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara lembaga keagamaan dengan Pemerintah Desa Sukamulya. Selain menjadi sarana meningkatkan pemahaman dan ketaatan beragama, Syahriahan juga menjadi wadah mempererat komunikasi serta silaturahmi antara masyarakat, pemerintah, ulama dan umara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, zikir bersama, serta tausiyah yang disampaikan para ulama lokal.
Ketua Forum Keagamaan Kecamatan Cikembar, H. Ijam Jamaludin, mengatakan kegiatan Syahriahan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara bergiliran dari satu tempat ke tempat lainnya.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Tadi kita mulai sekitar pukul 08.00 WIB dan selesai sekitar pukul 11.00 WIB. Ini merupakan bentuk komitmen warga masyarakat dan jemaah dari semua unsur lembaga keagamaan, Forkopimcam dan KUA untuk menyukseskan kegiatan ini agar rutinitas Syahriahan di Kecamatan Cikembar terus berjalan dengan lancar,” ujar H. Ijam.
Menurutnya, hal yang paling utama dari kegiatan tersebut bukan hanya pelaksanaan pengajian, tetapi juga menjaga ikatan silaturahmi agar tetap terjalin dan tidak terputus.
“Yang lebih utama adalah ikatan silaturahmi yang tidak terputus untuk terus diadakan. Pelaksanaannya dilakukan secara bergilir dari satu tempat ke tempat yang lain,” katanya.
H. Ijam menambahkan, momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini juga akan dikolaborasikan dengan kegiatan keagamaan dan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Sebelumnya, pihaknya mengusulkan agar kegiatan di tingkat kecamatan tidak hanya diisi dengan kegiatan peringatan 17 Agustus, tetapi juga dirangkai dengan tasyakur bin nikmat atas kemerdekaan.
“Kemarin kita mengusulkan, biasanya di kecamatan hanya kegiatan 17 Agustusan. Tetapi ada kegiatan tasyakur bin nikmat dan pelaksanaannya ditutup dengan Jumat Salawat. Hari ini bisa disandingkan atau dikolaborasikan dengan peringatan Maulid Nabi,” ungkapnya.
Ia mengatakan, pihaknya akan segera melakukan rapat untuk membentuk kepanitiaan kegiatan HUT RI sekaligus menyiapkan agenda Gebyar Tasyakur Bin Nikmat Kemerdekaan yang akan dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Insya Allah besok kita akan mengadakan rapat untuk pembentukan panitia. Nantinya ada Gebyar Tasyakur Bin Nikmat Kemerdekaan, kemudian dirangkai dengan Maulid Nabi,” tuturnya.
Kegiatan Syahriahan yang dilaksanakan secara rutin dan bergiliran tersebut diharapkan dapat terus memperkuat hubungan antara ulama, umara dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan turut menciptakan suasana kehidupan masyarakat Kecamatan Cikembar yang aman, damai, harmonis dan religius.















