JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Musibah kebakaran yang menimpa keluarga Jahid, warga Kampung Tenjo Laut RT 004/RW 008, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian dari Pemerintah Desa Bojong.
Sehari setelah rumahnya dilanda kebakaran, Jahid bersama keluarganya didatangi Ketua TP PKK Desa Bojong, Dedah Sukaedah, bersama Kepala Desa Bojong dan jajaran anggota PKK, Kamis (27/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga korban sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi mereka setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, TP PKK Desa Bojong turut menyerahkan bantuan berupa sejumlah kebutuhan sehari-hari, di antaranya sembako, telur, mie instan, serta pakaian.
Ketua TP PKK Desa Bojong, Dedah Sukaedah, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa bersama TP PKK terhadap warga yang tengah menghadapi musibah.
“Kami bersama Pak Kades dan anggota PKK Desa memberikan bantuan kepada Pak Jahid sekeluarga. Semoga Pak Jahid sekeluarga diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini,” kata Dedah.
Menurutnya, bantuan yang diberikan memang tidak seberapa jika dibandingkan dengan kebutuhan keluarga korban. Namun, ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban Jahid dan keluarga sekaligus menjadi dukungan moral agar mereka tetap kuat menghadapi musibah.
Dedah juga memastikan kepedulian terhadap keluarga korban tidak berhenti pada bantuan yang disalurkan kali ini. TP PKK Desa Bojong akan berupaya memberikan dukungan lanjutan sesuai kemampuan dan kebutuhan keluarga korban.
“Insya Allah TP PKK Desa Bojong akan berusaha lagi untuk men-support keluarga yang terkena musibah ini ke depannya,” ujarnya.
Selain memberikan bantuan, Dedah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di tengah kondisi musim kemarau.
Ia meminta warga tidak membuang puntung rokok sembarangan. Begitu pula ketika membakar sampah, masyarakat diimbau untuk tidak meninggalkan lokasi sebelum memastikan api benar-benar padam.
“Kalau membakar sampah harus ditunggu sampai apinya benar-benar tidak ada. Kalau perlu disiram dengan air, jangan sampai ditinggalkan begitu saja,” ungkapnya.
Dedah menilai kewaspadaan dan kepedulian bersama menjadi hal penting dalam mencegah terjadinya kebakaran. Kondisi kemarau membuat api berpotensi lebih cepat menjalar apabila tidak segera ditangani.
Ia pun berharap masyarakat Desa Bojong dapat saling mengingatkan dan bersama-sama menjaga lingkungan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Sementara itu, dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi keluarga Jahid untuk bangkit dan kembali menjalani kehidupan setelah musibah yang menghanguskan tempat tinggal mereka.















