JWI Apresiasi Program Revitalisasi Sekolah”Lutfi Yahya”Pelaksanan Pembanguna Harus Transparan Dan Standarisasi

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | Program revitalisasi satuan pendidikan dari pemerintah pusat kembali menjadi perhatian publik di Kabupaten Sukabumi.
Pada 2026, berdasarkan pemberitaan mengenai PKS yang telah ditandatangani, jumlah penerima bantuan revitalisasi di Kabupaten Sukabumi mencapai 174 satuan pendidikan, meningkat dari 114 penerima pada 2025. Nilai anggaran yang diberitakan juga meningkat dari sekitar Rp108 miliar menjadi sekitar Rp154 miliar.
Bagi Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Sukabumi Raya, peningkatan tersebut merupakan kabar positif bagi dunia pendidikan. Namun, semakin besar anggaran dan semakin banyak sekolah yang mendapatkan bantuan, maka semakin besar pula kebutuhan terhadap transparansi, pengawasan dan pertanggungjawaban publik.

JWI menilai program revitalisasi sekolah pada dasarnya merupakan program yang sangat baik. Pemerintah pusat memang menempatkan perbaikan sarana pendidikan sebagai bagian penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan layak. Kemendikdasmen juga menyebut revitalisasi 2026 diprioritaskan antara lain bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat, wilayah 3T, serta sekolah yang membutuhkan rehabilitasi atau rekonstruksi pascabencana.
Tetapi JWI mengingatkan: program yang baik jangan sampai pelaksanaannya justru menimbulkan persoalan.

Baca Juga :  ‎Kepala Sekolah SDN Babakan Sukamanah Keluhkan Kondisi Bangunan Rusak, Siswa Belajar Tanpa Meja dan Tak Punya WC‎

“Menurut JWI, pengawasan tidak boleh berhenti pada berdirinya bangunan baru dan selesainya pekerjaan secara administratif.
Yang harus dilihat adalah apakah pembangunan benar-benar sesuai dengan dokumen perencanaan, gambar teknis, RAB, spesifikasi material, standar teknis dan kualitas pekerjaan.
Jangan sampai sekolah terlihat baru dari luar, tetapi kualitas konstruksinya tidak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan.
JWI juga mempertanyakan sejauh mana masyarakat, komite sekolah dan pihak sekolah dapat mengetahui serta mengawasi proses pembangunan yang menggunakan uang negara.
Kalau uangnya uang negara, mengapa pengawasannya harus menjadi urusan segelintir orang?
Pertanyaan tersebut penting dikedepankan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara fungsi pengawasan publik dengan intervensi terhadap pelaksanaan teknis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

JWI tetap mengapresiasi pemerintah pusat karena program revitalisasi dapat membantu sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan dan kekurangan fasilitas.
Program tersebut berpotensi meningkatkan keselamatan siswa, kenyamanan guru, kualitas ruang belajar, sanitasi dan lingkungan sekolah.
Kemendikdasmen sendiri dalam peninjauan revitalisasi di Sukabumi sebelumnya menekankan bahwa bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran.
Karena itu, JWI tidak ingin kritik terhadap pelaksanaan program dipahami sebagai penolakan terhadap program pemerintah.
JWI mendukung programnya, tetapi mengawal pelaksanaannya.

Baca Juga :  Kebakaran Kebun Jati di Warungkiara Sukabumi Meluas hingga Dekat Permukiman Warga

Menurut JWI, terdapat sejumlah titik rawan yang harus diperhatikan bersama.
Di antaranya adalah potensi ketidaksesuaian antara pekerjaan dengan spesifikasi teknis, kualitas material, pengadaan barang, volume pekerjaan, administrasi pertanggungjawaban, serta lemahnya pengawasan di lapangan.
Namun JWI menegaskan, setiap dugaan penyimpangan harus dibuktikan melalui dokumen, pemeriksaan teknis, klarifikasi dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
JWI tidak ingin membangun opini berdasarkan tuduhan tanpa bukti.
Sebaliknya, JWI mendorong agar setiap pihak yang memiliki kewenangan memberikan penjelasan secara terbuka apabila terdapat pertanyaan masyarakat
mengenai pelaksanaan revitalisasi.

JWI Sukabumi Raya mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar tidak menjadikan program revitalisasi sebagai sekadar kegiatan mengejar serapan anggaran.
Tujuan akhirnya bukan sekadar laporan bahwa proyek selesai. Tujuan akhirnya adalah memastikan anak-anak Sukabumi mendapatkan tempat belajar yang aman, layak dan berkualitas.
Karena itu, JWI mendorong keterbukaan informasi mengenai sekolah penerima, nilai bantuan, jenis pekerjaan, progres pembangunan, spesifikasi teknis serta pertanggungjawaban pekerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Jika terdapat persoalan, jangan ditutup-tutupi.
Buka datanya, periksa pekerjaannya, uji materialnya dan pertanggungjawabkan anggarannya.

Baca Juga :  Pemdes Padabeunghar Realisasikan Dana Desa Tahap II untuk Pembangunan Infrastruktur

Ketua DPD JWI Sukabumi Raya menyatakan JWI akan terus melakukan fungsi kontrol sosial terhadap program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Sukabumi.
Pengawasan tersebut bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan memastikan bantuan pemerintah pusat benar-benar sampai kepada tujuan yang sesungguhnya.
“Jangan sampai program yang niat awalnya membangun masa depan anak bangsa justru hanya menghasilkan bangunan baru tanpa kualitas yang sepadan. Uang negara harus menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.”
JWI juga membuka ruang klarifikasi bagi pemerintah, dinas terkait, konsultan, pihak sekolah maupun pelaksana pekerjaan apabila terdapat informasi atau temuan yang perlu dikonfirmasi.
JWI mendukung revitalisasi sekolah. Tetapi dukungan bukan berarti membungkam kritik.
Justru karena program ini penting, maka semakin besar pula kewajiban semua pihak untuk mengawalnya.

Berita Terkait

TS Owners Sukabumi Gelar Baksos, Santuni 40 Anak Yatim dan Jompo di Cikembar
PC PGRI dan Kwaran Cikembar Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Keluarga Jahid
Revitalisasi SDN Cicurug” Mahmud.S.pd.I “Bangunan Diperbaiki, Sarana Masih Jadi Harapan
TP PKK Desa Bojong Berikan Bantuan untuk Keluarga Korban Kebakaran di Cikembar
Kebakaran Kebun Jati di Warungkiara Sukabumi Meluas hingga Dekat Permukiman Warga
‎Pamsimas di Desa Ciheulang Tonggoh  Dipertanyakan, Air Tak Lagi Mengalir Optimal, Warga Minta Proyek Dicek
Berbagai Perlombaan Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-81 Di DPC Gelar Manggala Garuda Putih Kota Sukabum8
Anggaran Terbatas, Penanganan Jalan Rusak di Sukabumi Dilakukan Bertahap
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:28 WIB

JWI Apresiasi Program Revitalisasi Sekolah”Lutfi Yahya”Pelaksanan Pembanguna Harus Transparan Dan Standarisasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:23 WIB

TS Owners Sukabumi Gelar Baksos, Santuni 40 Anak Yatim dan Jompo di Cikembar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:11 WIB

PC PGRI dan Kwaran Cikembar Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Keluarga Jahid

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:53 WIB

Revitalisasi SDN Cicurug” Mahmud.S.pd.I “Bangunan Diperbaiki, Sarana Masih Jadi Harapan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:09 WIB

TP PKK Desa Bojong Berikan Bantuan untuk Keluarga Korban Kebakaran di Cikembar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Kebakaran Kebun Jati di Warungkiara Sukabumi Meluas hingga Dekat Permukiman Warga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:41 WIB

‎Pamsimas di Desa Ciheulang Tonggoh  Dipertanyakan, Air Tak Lagi Mengalir Optimal, Warga Minta Proyek Dicek

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Berbagai Perlombaan Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-81 Di DPC Gelar Manggala Garuda Putih Kota Sukabum8

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

‎518 Botol Miras Disikat Polisi dalam Operasi Pekat di Sukabumi‎

Minggu, 30 Agu 2026 - 00:50 WIB