BPP Cikembar Nilai Kemampuan Kelompok Tani, Dorong Poktan Naik Kelas dan Mandiri

Rabu, 30 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cikembar melaksanakan pembinaan sekaligus penilaian kelas kemampuan kelompok tani (Poktan) untuk mengukur perkembangan kelembagaan petani di wilayah Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula BPP Cikembar, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Rabu (30/9/2026). Puluhan kelompok tani turut hadir dalam kegiatan yang bertujuan mengevaluasi kemampuan dan perkembangan kelompok tani dalam menjalankan fungsi kelembagaan.

Koordinator BPP Kecamatan Cikembar, Muhammad Ali, mengatakan penilaian kelas kelompok tani merupakan kegiatan yang dilakukan setiap tahun sebagai bagian dari evaluasi terhadap perkembangan kemampuan kelompok.

“Setiap tahun dalam penyuluhan pertanian ada penilaian kelas kelompok untuk memantau dan mengevaluasi sejauh mana perkembangan kemampuan kelompok,” ujar Muhammad Ali.

Menurutnya, kelas kemampuan kelompok tani terbagi menjadi empat tingkatan, yakni pemula, lanjut, madya, dan utama. Pengelompokan tersebut dilakukan berdasarkan kemampuan serta kualitas kelembagaan masing-masing kelompok tani.

“Untuk saat ini rata-rata masih berada di kelas pemula dan lanjut. Sedangkan kelas madya biasanya sudah mengarah kepada kelompok yang mandiri,” jelasnya.

Ia menyebutkan, khusus Kecamatan Cikembar terdapat sekitar 90 kelompok tani yang tersebar di 10 desa. Namun, tidak seluruh kelompok tersebut masih aktif menjalankan kegiatan.

Karena itu, melalui penilaian tersebut BPP akan melakukan evaluasi terhadap kelompok yang sudah tidak aktif.

Baca Juga :  Groundbreaking Gedung Karlinah RS DKH Cibadak, Wujud Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat Sukabumi

“Yang sudah tidak aktif nanti akan kita evaluasi, apakah perlu dilakukan perombakan atau bahkan dihapus apabila memang sudah tidak bisa aktif lagi,” katanya.

Muhammad Ali menambahkan, proses penilaian selama ini dilakukan oleh BPP dengan tetap berkoordinasi bersama Dinas Pertanian. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan pembinaan kelompok tani berjalan sesuai dengan perkembangan kelembagaan petani di lapangan.

Dalam penilaian tersebut, sejumlah aspek menjadi perhatian, di antaranya fungsi kelompok tani sebagai kelas belajar, wahana kerja sama, serta unit produksi.

Muhammad Ali berharap ke depan semakin banyak kelompok tani di Kecamatan Cikembar yang mampu berkembang hingga mencapai kelas madya dan menjadi kelompok yang mandiri.

Baca Juga :  ‎Irigasi Cibagong Rusak, Puluhan Hektare Sawah di Cikembar Terlantar‎

“Harapan saya ke depan kelompok ini bisa mandiri, bisa berkembang dengan baik, bahkan banyak yang masuk kelas madya. Artinya dari administrasinya sudah bagus, kerja samanya sudah ada, bisa mandiri, bahkan bisa menghasilkan dan memiliki kas sendiri,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pihak BPP bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap kelompok tani.

“Penekanan kita tentu dari PPL, akan menggiring dan mendampingi terus kelompok-kelompok yang kira-kira bisa kita arahkan dan bina. Itu harus kita monitor terus,” pungkasnya.

Berita Terkait

Hari Tani Nasional ke-66, SPI Sukabumi Soroti Penguasaan Lahan Eks HGU PT Bumiloka
Pemdes Sukamaju Harapkan Bantuan Pompa Air Tenaga Surya untuk Atasi Kekeringan
Harga Manggis Naik Dua Kali Lipat di Cikembar, Petani Masih Berharap Tembus Rp10 Ribu per Kilogram
Kementan Realisasikan Program Oplah dan RJIT, Irigasi Sawah Kelompok Tani di Jampangtengah Diperbaiki
Kemarau Tekan Produksi, Harga Ubi Kayu Manggu MHAS di Cikembar Justru Naik 15 Persen
30 Hektare Sawah di Cikembar Terancam Gagal Panen, Petani Minta Irigasi Segera Diperbaiki.
Petani Ubi Kayu Manggu MHAS di Cikembar Berharap Kunjungan Kementan Berbuah Solusi Nyata
Kementan RI Pantau Budidaya Ubi Kayu Manggu MHAS di Sukabumi, Siapkan Petani Jadi Penangkar Benih Unggul
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 10:42 WIB

BPP Cikembar Nilai Kemampuan Kelompok Tani, Dorong Poktan Naik Kelas dan Mandiri

Sabtu, 26 September 2026 - 14:55 WIB

Hari Tani Nasional ke-66, SPI Sukabumi Soroti Penguasaan Lahan Eks HGU PT Bumiloka

Kamis, 3 September 2026 - 15:49 WIB

Pemdes Sukamaju Harapkan Bantuan Pompa Air Tenaga Surya untuk Atasi Kekeringan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Harga Manggis Naik Dua Kali Lipat di Cikembar, Petani Masih Berharap Tembus Rp10 Ribu per Kilogram

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:59 WIB

Kementan Realisasikan Program Oplah dan RJIT, Irigasi Sawah Kelompok Tani di Jampangtengah Diperbaiki

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Kemarau Tekan Produksi, Harga Ubi Kayu Manggu MHAS di Cikembar Justru Naik 15 Persen

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:25 WIB

30 Hektare Sawah di Cikembar Terancam Gagal Panen, Petani Minta Irigasi Segera Diperbaiki.

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:30 WIB

Petani Ubi Kayu Manggu MHAS di Cikembar Berharap Kunjungan Kementan Berbuah Solusi Nyata

Berita Terbaru