Diduga Kepala Desa Semplak Potong Anggaran Dana Desa”Ketua Paguyuban Maung Sagara” Pertanyakan Kinerja Inspektorat

Senin, 1 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | Sukabumi-Dugaan tindak pidana korupsi dana desa yang terjadi di Desa Semplak Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi sejak tahun 2023 hingga 2025 terkuak.

Berawal Pada tahun 2023 penyertaan modal Bumdes sebesar Rp30.000.000 yang peruntukannya untuk pengadaan tabung gas berikut isinya, dana tersebut tidak dibelanjakan ( Fiktif).Namun apabila ada pemeriksaan tabung gas tersebut maka dipinjamlah dari pangkalan sebelah kantor desa, hal ini diungkapkan oleh seorang berinisial L(35) kepada Tim media.Senin 1-6-2026.

Menurut salah seorang perangkat desa berinisial A (28/5) mengatakan kepada Tim Media saat ada pekerjaan pembangunan TPT saluran irigasi tersier Sedong Thn 2023dengan angaran sebesar Rp 20.107.000,untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan tersebut kepala desa hanya memberikan angggaran sebesar Rp 15 juta secara tunai ,padahal sebelumnya sudah ada perjanjian tidak tertulis antara kepala desa dengan TPK sebesar 70% untuk pembanguna dan 30% untuk Kepala Desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selaku TPK( A) menambahkan katanya masih di tahun 2023 ,Ia juga mengerjakan pembangunan jalan usaha tani (JUT) berupa Shandsheet ruas ciganda kelapa Condong dengan anggaran Rp 410 juta setelah potong pajak yang diterima hanya sebesar Rp 364 jt, itu pun diduga di potong oleh Kades sebesar Rp 34,9 Jt,” katanya

Baca Juga :  Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Gerindra Teddi Setiadi Hadiri Musrenbang Kecamatan Parungkuda Tahun 2026

Hal Senada diungkapkan oleh perangkat desa berinisial ( J) (28/5) selaku Kadus kabandungan dirinya mengerjakan , pembangunan irigasi tersier atau sederhana di belakang sekolah SD Semplak dengan anggaran Rp 56.619.000. Thn 2023 ,Namun yang diterima dari kepala desa hanya sebesar Rp 35 juta sisanya sebesar Rp 21.619.000 masih ada di Kepala Desa.

“Lebih lanjut ia pun mengatakan masih tahun 2023 melaksanakan pembangunan jalan untuk akses pemakaman umum dengan anggaran sebesar Rp 28. 860 000 lagi -lagi anggarannya tersebut disunat oleh kepala desa dengan hanya memberikan uang sebesar Rp 20 juta untuk biaya pekerjaan tersebut,pemotongan anggaranpun di duga dilakukan kepala desa untuk pembangunan TPT TPU RT 8/8 tahun 2024 yang seharusnya anggaran Rp 45.115.000 tetapi yang diserahkan kepada TPK hanya sebesar Rp 23 juta ,”tutunya

(J) menambahkan” pada tahun 2025 dia mendapatkan anggaran penguatan ketahanan pangan untuk pembelian bibit pohon pisang dan Talas anggaran yang diterima dari bendahara Desa hanya sebesar Rp 50 juta sedangkan yang tertulis di dalam apbdes sebesar Rp103.000.000 sisanya sebesar Rp 53 di duga di tilep oleh Kepala Desa,”pungkas J

Di lain pihak seorang perangkat desa berinisial (AD ) menerangkan kepada tim media, bawa pada tahun 2024 anggaran dana desa ada diperuntukan untuk pembangunan WC umum stanting sebesar Rp60 juta, namun untuk pembangunan 3 unit yang memprihatinkan menurut dia bahwa kepala desa memberikan anggaran hanya Rp 5 juta dan pasir, tebel, keramik senilai Rp 5 jt untuk 2 unit pembangunan MCK yang letaknya di Madrasah padahal MCK Madrasah tersebut dibangun dengan swadaya masyarakat, sementara 1 unit dibangun dikantor Desa diatas, masyarakat mempertanyakan apakah mungkin membangun satu unit WC di kamar kerja kepala desa menghabiskan anggaran Rp 50 juta.

Baca Juga :  Hari Jadi ke-45 Desa Nagrak Selatan: Warga Tumpah Ruah, Bupati dan Wabup Ikut Berbaur

Berdasarkan investigasi , Tim media pada tahun 2024 , dalam kegiatan penyelenggaraan Festival/lomba kepemudaan dan olahraga tingkat desa yang dianggarkan sebesar Rp 30 juta, namun yang diserahkan kepada penyelenggara hanya sebesar Rp 15 juta untuk pelatihan bersama sepak bola se Kecamatan Sukalarang. Kemudian pengadaan lemari besi pada tahun 2024 sebesar Rp10.000.000 ( Fiktif) . Pada tahun 2025 pengadaan 2 unit laptop sebesar Rp 20 juta tdk dibelanjakan dikarenakan tahun sebelumnya juga sudah membeli laptop sebanyak 2 unit dan tahun 2025 juga ada pengadaan laptop dengan anggaran sebesar Rp 31 juta

Selanjutnya pada tahun 2024 ada anggaran ketahanan pangan hewani sebesar Rp 230 juta. Pelaksanaan dari kegiatan ini diduga hanya beli ikan nila dan ikan mas sebanyak 2 kuintal ditambah ikan lele sebanyak 2 kuintal dengan harga Rp4.000.000 menurut D yang membelikan ikan tersebut dan membuat pertanggungjawaban fiktif.

Baca Juga :  Rapat Pari Purna Ke 40 Tahun Sidang 2025 "Sekretaris DPRD, H. Wawan Godawan Saputra, S.IP, M.A.P, Bacakan Tiga Keputusan DPRD

Pada tahun 2025 anggaran bumdes sebesar Rp 250 juta, namun yang digunakan membangun kandang menurut saudara kucing kepada awak media hanya sebesar Rp 70 juta dan isi ayam di kandang hanya sebanyak 900 ekor, dan pakan masyarakat mempertanyakan sisa dari anggaran tersebut.

Pada bulan november 2025 Inspektorat kabupaten Sukabumi mengaudit anggaran dana desa Semplak mulai tahun 2023 hingga tahun 2025,namun yang jadi pertanyaan tidak ada indikasi penyimpanagan anggara dan dugaaan tidak pidana korusi yang di lakukan oleh kepala desa tersebut.

Ketika awak media meminta tanggapan ketua paguyuban Maung Sagara Sambodo Ngesti waspodo (29/5). Terkait permasalahan ini.

Kata Sambodo ” kinerja inspektorat kabupaten Sukabumi patut dipertanyakan dengan sudah dilakukan pemeriksaan namun tidak ditemukan adanya suatu penyimpangan masalah anggaran dana desa, di lain pihak didapatkan dugaan penyimpangan penggunaan dana desa sejak tahun 2023 hingga sampai tahun 2025, selaku lembaga kontrol sosial kami berharap agar segera dilakukan penegakan hukum terhadap orang yang menyalahgunakan dana desa tersebut” Pungkasnya

Rab Ripaldo

Berita Terkait

Truk Proyek Tol Bocimi Masih Melintas Siang Hari, Warga Pabuaran Pertanyakan Efektivitas Jam Operasional
DPD JWI Sukabumi Raya Menduga Adanya Kejanggalan Di Proyek Ruas Jalan Baros–Sagaranten Rp36,1 Miliar
Tumpang Tindih Anggaran”JWI DPC Sukabumi Raya Kritisi Pemkab Dana Hibah Vertikal 2025
Piala Dunia 2026 Resmi Dimulai Malam Ini, Demam Sepak Bola Dunia Kembali Mengguncang
Peningkatan Jaringan Irigasi Cikolawing II Mulai Dikerjakan, Dukung Produktivitas Pertanian Warga Cibadak
Silaturahmi & Doa Bersama: Sinergi Mitra, Yayasan, dan Pemangku Wilayah Perkuat Kebersamaan Cibubur
‎Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Masyarakat Bersiap Hadapi Efek Domino Kenaikan Harga
Mahasiswi Asal Sukabumi Lolos Program ICSM Batch 6, Siap Bawa Nama Daerah ke Tiga Negara
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:18 WIB

Truk Proyek Tol Bocimi Masih Melintas Siang Hari, Warga Pabuaran Pertanyakan Efektivitas Jam Operasional

Senin, 15 Juni 2026 - 12:21 WIB

DPD JWI Sukabumi Raya Menduga Adanya Kejanggalan Di Proyek Ruas Jalan Baros–Sagaranten Rp36,1 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:01 WIB

Tumpang Tindih Anggaran”JWI DPC Sukabumi Raya Kritisi Pemkab Dana Hibah Vertikal 2025

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:28 WIB

Peningkatan Jaringan Irigasi Cikolawing II Mulai Dikerjakan, Dukung Produktivitas Pertanian Warga Cibadak

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:04 WIB

Silaturahmi & Doa Bersama: Sinergi Mitra, Yayasan, dan Pemangku Wilayah Perkuat Kebersamaan Cibubur

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:28 WIB

‎Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Masyarakat Bersiap Hadapi Efek Domino Kenaikan Harga

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:48 WIB

Mahasiswi Asal Sukabumi Lolos Program ICSM Batch 6, Siap Bawa Nama Daerah ke Tiga Negara

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:14 WIB

‎Investor MBG Menanti Kepastian, Dapur Sudah Dibangun Namun Belum Beroperasi‎

Berita Terbaru