JABARINSIDE.COM | KARAWANG – Dua remaja dilaporkan menjadi korban dugaan salah sasaran dalam aksi tawuran yang terjadi di Kampung Cirejag, Desa Belendung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
Berdasarkan rekaman video yang diterima redaksi dari seorang warga, peristiwa bermula saat dua remaja laki-laki tengah berada di atas sepeda motor di depan sebuah warung Madura di lokasi kejadian. Namun, situasi mendadak berubah ketika sekelompok remaja datang dan diduga hendak melakukan aksi tawuran dengan kelompok lain.
Diduga mengira kedua remaja tersebut merupakan bagian dari kelompok lawan, para pelaku langsung melakukan intimidasi yang berujung pada aksi kekerasan. Akibat kejadian itu, kedua korban sempat mengalami pemukulan.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, sejumlah pelaku terlihat membawa senjata tajam saat melakukan penyerangan. Salah seorang korban tampak berupaya menyelamatkan diri dengan berlari masuk ke dalam warung Madura.
Pedagang warung yang berada di lokasi terdengar melarang kelompok remaja tersebut masuk ke dalam toko. Meski demikian, sebelum meninggalkan tempat kejadian, para pelaku diduga membawa kabur sepeda motor milik kedua korban.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui kondisi terkini kedua korban. Selain itu, belum ada keterangan resmi mengenai apakah peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat.
Kejadian ini kembali menambah daftar kasus tawuran remaja yang meresahkan masyarakat di wilayah Kecamatan Klari. Warga berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli, terutama pada jam-jam rawan menjelang subuh, guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir dengan maraknya aksi tawuran di daerah tersebut.
”Kami jadi waswas, apalagi kalau keluar rumah dini hari. Takut terkena imbas padahal tidak ada kaitannya dengan tawuran itu,” ujarnya.
Masyarakat juga meminta para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, khususnya pada malam hingga dini hari, agar tidak terlibat dalam aksi yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.















