JABARINSIDE.COM | Cibadak – Pasca kecelakaan antara kereta api dan truk boks di perlintasan tanpa penjaga Kampung Babakan RW 07, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/06/2026), sejumlah korban yang selamat masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sekarwangi Cibadak.
Di ruang tindakan RSUD Sekarwangi, salah seorang pengemudi truk boks dilaporkan mengalami luka pada bagian pipi dan tangan kanan akibat benturan keras saat insiden terjadi. Sementara itu, seorang warga Desa Karangtengah bernama Rizky juga mengalami luka setelah berada di sekitar lokasi kejadian ketika kecelakaan berlangsung.
Menurut keterangan keluarga korban, Rizky saat itu sedang berada di area tempat pembuangan sampah (TPS) dan melakukan aktivitas seperti biasa bersama warga lainnya. Namun nahas, saat truk boks dihantam kereta api, korban ikut terdampak dan mengalami luka yang cukup serius hingga harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau Rizky memang biasa membantu mengangkut sampah di situ. Saat kejadian dia berada di lokasi dan terkena dampaknya,” ujar salah seorang anggota keluarga korban saat ditemui di rumah sakit.
Pihak keluarga berharap kondisi Rizky segera membaik dan proses pengobatan yang dijalaninya dapat berjalan lancar.
“Harus menjalani tindakan operasi. Mudah-mudahan semuanya lancar dan bisa sehat kembali,” ungkap keluarga dengan penuh harap.
Diketahui, kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ketika sebuah truk boks yang melaju dari arah Nagrak menuju Cibadak melintasi rel kereta api tanpa penjaga. Pada saat bersamaan, kereta api jurusan Sukabumi-Bogor melintas dan menghantam truk tersebut.
Akibat kejadian itu, seorang pengendara sepeda motor bernama Dody (43), warga asal OKU Timur, Sumatera Selatan, meninggal dunia setelah terseret bersama sepeda motornya sejauh sekitar 15 meter. Selain korban meninggal, beberapa korban lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian masyarakat terkait keselamatan di perlintasan kereta api tanpa penjaga yang masih banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Sukabumi.















