JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sukabumi melalui Majelis Taklim (MT) Al Mannaan menggelar pengajian bulanan di Aula Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sukabumi, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari khidmat satu tahun Kementerian Haji dan Umrah sekaligus menjadi sarana pembinaan bagi masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji dan umrah.
Pengajian dihadiri Ketua Kemenhaj Kabupaten Sukabumi H. Abdul Manan, Ketua MUI Kabupaten Sukabumi KH E. Fatahillah Nadziri, perwakilan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta ibu-ibu majelis taklim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Kemenhaj Kabupaten Sukabumi H. Abdul Manan mengatakan, pengajian bulanan MT Al Mannaan tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan rutin. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan sebagai wadah pembinaan dan edukasi bagi masyarakat mengenai pelaksanaan ibadah haji dan umrah.
“Ini dalam rangka khidmat satu tahun Kementerian Haji dan Umrah. Kami menyelenggarakan kegiatan pengajian bulanan secara rutin, yang secara khusus membahas masalah manasik haji dan umrah serta kebijakan-kebijakan pemerintah,” kata Abdul Manan seusai kegiatan.
Menurutnya, pembinaan manasik sebaiknya diberikan sejak masyarakat mulai mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji. Dengan begitu, calon jemaah memiliki waktu yang cukup untuk memahami tata cara dan rangkaian ibadah sebelum tiba waktunya berangkat ke Tanah Suci.
“Ini ditujukan bagi para calon jemaah, baik yang sudah mendaftar maupun masyarakat yang belum mendaftar, sehingga mereka mendapatkan bekal ilmu manasik sejak dari awal. Jadi bukan hanya ketika mau berangkat saja,” ujarnya.

Abdul Manan menilai, pemahaman manasik sejak dini sangat penting untuk membangun kesiapan calon jemaah, baik dari sisi pengetahuan maupun pemahaman terhadap rangkaian ibadah haji dan umrah.
Untuk memperkaya materi, Kemenhaj Kabupaten Sukabumi berencana menghadirkan berbagai narasumber pada pengajian berikutnya. Para ulama dan tokoh agama nantinya diharapkan dapat memberikan wawasan sekaligus pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat.
“Insyaallah kita juga akan mengundang dari berbagai pihak untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang manasik haji dan umrah, sehingga masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Sukabumi, mendapatkan pemahaman yang lebih baik,” jelasnya.
Pada pengajian perdana tersebut, sekitar 50 jemaah hadir. Peserta berasal dari lingkungan masyarakat sekitar, termasuk calon jemaah dari wilayah Cikembar.
Meski jumlah peserta masih terbatas, Abdul Manan berharap kegiatan tersebut dapat berkembang dan diikuti lebih banyak masyarakat pada pelaksanaan berikutnya.
“Untuk hari ini kita mengundang jemaah yang ada di sekitar Cikembar. Walaupun baru terbatas, sekitar 50 jemaah. Karena ini kegiatan perdana, insyaallah ke depannya akan lebih banyak lagi,” ungkapnya.
Dalam kegiatan perdana ini, Kemenhaj Kabupaten Sukabumi menghadirkan Ketua MUI Kabupaten Sukabumi KH E. Fatahillah Nadziri sebagai narasumber.
Kehadiran tokoh ulama tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan pemahaman keagamaan kepada peserta, khususnya terkait persiapan dan pelaksanaan ibadah haji dan umrah.
“Untuk yang pertama ini kita mengambil narasumber dari Ketua MUI Kabupaten Sukabumi. Alhamdulillah beliau hadir dan memberikan tausiah kepada kita semua,” tutur Abdul Manan.
Ia menambahkan, pada kegiatan selanjutnya pihaknya akan menyusun jadwal narasumber secara berkelanjutan. Para ulama dan tokoh agama di Kabupaten Sukabumi akan diberikan kesempatan untuk turut berkontribusi memberikan pemahaman kepada masyarakat.
“Ke depannya insyaallah akan kita jadwalkan. Narasumbernya bisa dari tokoh-tokoh ulama yang ada di Sukabumi untuk memberikan pemahaman kepada kita semua, khususnya yang berkaitan dengan haji,” pungkasnya.
Melalui pengajian bulanan MT Al Mannaan, Kemenhaj Kabupaten Sukabumi berharap pembinaan calon jemaah dapat dilakukan secara berkesinambungan. Dengan bekal ilmu yang diberikan sejak awal, masyarakat diharapkan semakin siap secara pengetahuan dan mental dalam menjalankan ibadah haji maupun umrah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat sinergi antara Kemenhaj, ulama, KBIHU, majelis taklim, dan masyarakat dalam membangun pemahaman haji dan umrah yang baik di Kabupaten Sukabumi.















