‎Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Terima Audiensi AHN Terkait Polemik PPPK Paruh Waktu‎

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | Sukabumi — Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menerima audiensi sejumlah guru honorer yang tergabung dalam Aliansi Honorer Nasional (AHN) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Sukabumi. Pertemuan ini membahas polemik skema PPPK paruh waktu yang menjadi sorotan dan kekhawatiran para tenaga pendidik honorer di daerah.

‎Audiensi berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, pada Senin (01/12/2025). Sejumlah unsur hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Staf Ahli Bupati, perwakilan BPKAD, BKPSDM, serta Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi.

‎Pertemuan ini menjadi wadah aspirasi untuk memastikan kejelasan skema penggajian, tunjangan, serta jaminan keberlanjutan status tenaga pendidik dalam mekanisme PPPK paruh waktu.

‎Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut untuk menyamakan persepsi serta memperkuat komunikasi lintas sektor terkait nasib guru honorer.

‎ “Alhamdulillah hari ini teman-teman dari AHN melakukan audiensi. Karena sebelumnya belum lengkap, maka hari ini hadir BPKAD, BKPSDM, dan Komisi IV DPRD agar pembahasan lebih komprehensif,” ungkapnya.

‎Deden menambahkan, dalam dua hari ke depan sedikitnya 8.000 guru honorer yang telah terdata akan mulai mengikuti Pelantikan di Cangehgar secara serentak.

‎ “Aspirasi yang disampaikan insya Allah akan kita bantu sesuai regulasi. Baik terkait tunjangan maupun hak lainnya, tentu kami akan berpegang pada aturan yang berlaku,” jelasnya.

‎Menurutnya, skema PPPK paruh waktu masih berproses dan akan terus disosialisasikan, termasuk aspek regulasi serta pembiayaan.

‎Ketua AHN Kabupaten Sukabumi, Asep Ruswandi, menegaskan bahwa maksud audiensi ini adalah untuk silaturahmi dan meminta kepastian terkait skema penggajian.

‎ “Tujuan kami tidak lain untuk mendapatkan kejelasan. Kami ingin tahu berapa besarannya, bagaimana mekanismenya, dan apa jaminannya,” ujar Asep.

‎Menurutnya, sejauh ini informasi yang diterima menyebutkan bahwa sumber pembiayaan nantinya berasal dari tiga unsur, yaitu: Dana BOS sekolah,Insentif daerah, Sertifikasi (bagi yang memenuhi syarat)

‎Namun ia menilai skema tersebut belum sepenuhnya jelas dan membutuhkan pengawalan serta regulasi yang transparan.

‎“Kekhawatiran kami karena tidak ada jaminan tertulis. Kami ingin semuanya terealisasi dengan adil dan manusiawi karena kami memikul tanggung jawab besar sebagai pendidik,” tegasnya.

‎Asep juga menambahkan, meski AHN baru terbentuk di Sukabumi, namun keberadaannya telah diakui secara nasional dan menjadi salah satu wadah perjuangan guru honorer.

‎Audiensi ini menghasilkan sejumlah kesepahaman awal dan rencana tindak lanjut berupa: Penguatan koordinasi pemerintah daerah, DPRD, dan AHN, Pendataan dan pemetaan formasi guru penerima skema PPPK paruh waktu, Penyusunan mekanisme pembayaran dan tunjangan

‎Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama bahwa hak guru honorer akan diperjuangkan sesuai kemampuan fiskal daerah dan ketentuan peraturan yang berlaku.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat di Jampangtengah Sukabumi, Dua Rumah Terdampak, Satu Keluarga Mengungsi

Berita Terkait

Ratusan Pencari Kerja Padati Kantor Desa Cimanggu, Kades Tegaskan Rekrutmen PT Hungfu Belum Dibuka
‎Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Cipamuruyan, Dua Orang Jadi Tersangka
Tiga Calon Kepala Desa PAW Cibolang Ikuti Pembekalan Jelang Pemungutan Suara 4 Juli
‎Terduga Pelaku Pencabulan Terhadap Anak Kandung Diamankan Polsek Parungkuda, Kasus Dilimpahkan ke Polres Bogor‎
‎Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Sekitar Sumber Air Pasir Hantap, Dimakamkan di Lokasi karena Medan Ekstrem‎
Pemdes Cimanggu dan BUMDes Berdikari Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga Sakit di Kampung Cisonggom
‎‎Tertimpa Ember Saat Perdalam Sumur, Warga Cibadak Berhasil Dievakuasi dari Kedalaman 10 Meter
‎Rakercam DPK KNPI Cibadak Digelar Hari Ini, Lima Figur Muncul dalam Bursa Calon Ketua
Berita ini 203 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:43 WIB

Ratusan Pencari Kerja Padati Kantor Desa Cimanggu, Kades Tegaskan Rekrutmen PT Hungfu Belum Dibuka

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:17 WIB

‎Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Cipamuruyan, Dua Orang Jadi Tersangka

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:08 WIB

Tiga Calon Kepala Desa PAW Cibolang Ikuti Pembekalan Jelang Pemungutan Suara 4 Juli

Senin, 29 Juni 2026 - 22:39 WIB

‎Terduga Pelaku Pencabulan Terhadap Anak Kandung Diamankan Polsek Parungkuda, Kasus Dilimpahkan ke Polres Bogor‎

Senin, 29 Juni 2026 - 19:11 WIB

Pemdes Cimanggu dan BUMDes Berdikari Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga Sakit di Kampung Cisonggom

Senin, 29 Juni 2026 - 15:46 WIB

‎‎Tertimpa Ember Saat Perdalam Sumur, Warga Cibadak Berhasil Dievakuasi dari Kedalaman 10 Meter

Senin, 29 Juni 2026 - 14:09 WIB

‎Rakercam DPK KNPI Cibadak Digelar Hari Ini, Lima Figur Muncul dalam Bursa Calon Ketua

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:03 WIB

DPC PERADI Sukabumi Gelar Try Out PKPA Bersama STH Pasundan, Persiapkan Peserta Hadapi Ujian Nasional Advokat

Berita Terbaru