JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Mengisi kemuliaan bulan suci Ramadan, Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) berupa penyaluran santunan bagi anak yatim dan kaum jompo.
Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kantor Kemenhaj yang berada di kawasan Asrama Haji Pusbangda’i, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jumat (13/3/2026).
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi bersama para ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) serta penyelenggara travel umroh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya diisi dengan santunan, tetapi juga penyampaian berbagai informasi terkini terkait penyelenggaraan haji 2026 maupun perkembangan layanan umroh.

“Kita telah mengadakan silaturahmi bersama para ketua KBIH dan penyelenggara travel umroh, sekaligus dibarengi dengan kegiatan santunan untuk 100 orang penerima, baik anak yatim maupun orang tua jompo,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini digelar menjelang Hari Raya Idulfitri sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan yang penuh berkah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menerima berbagai informasi dari para penyelenggara travel terkait kondisi perjalanan umroh yang saat ini dipengaruhi situasi di kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh pihak travel, penerbangan umroh yang menggunakan pesawat direct atau penerbangan langsung hingga saat ini masih berjalan lancar tanpa kendala, baik untuk keberangkatan maupun kepulangan jamaah.
Beberapa maskapai yang melayani penerbangan langsung di antaranya Saudia, Garuda Indonesia, serta Lion Air.
“Yang mengalami penundaan rata-rata penerbangan transit, misalnya melalui Qatar, Dubai, atau Emirat. Ada yang tertunda keberangkatannya maupun kepulangannya,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan hingga saat ini tidak ada laporan jamaah umroh asal Kabupaten Sukabumi yang tertahan di Tanah Suci akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
“Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada jamaah umroh asal Sukabumi yang tertahan di Tanah Suci. Kami juga belum menerima laporan dari keluarga ataupun jamaah terkait adanya penundaan kepulangan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bagi calon jamaah umroh yang berencana berangkat pada bulan Syawal dengan penerbangan transit, sebagian masih mempertimbangkan kembali keberangkatan mereka sambil melihat perkembangan situasi di Timur Tengah.
“Biasanya untuk kepulangan dari Tanah Suci, pesawat juga transit terlebih dahulu di beberapa negara, sama seperti saat keberangkatan,” pungkasnya.















