Buruh Sukabumi Siap Turun ke Jalan, Isu Kekerasan Kerja hingga Upah Jadi Sorotan May Day 2026

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMI — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, tensi gerakan buruh di Kabupaten Sukabumi mulai menghangat. Dalam rapat persiapan yang digelar di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Jumat (24/04/2026), sejumlah isu krusial mencuat dan dipastikan akan menjadi bahan aksi besar awal Mei mendatang.

Ketua DPC FSB KIKES KSBSI Kabupaten Sukabumi, Nendar Supriatna, menegaskan bahwa pihaknya mengapresiasi keterlibatan pemerintah dalam mengakomodasi rencana kegiatan buruh. Namun, ia juga menekankan masih banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan.

Salah satu isu utama yang diangkat adalah dorongan terhadap implementasi International Labour Organization Konvensi 190 tentang penghapusan kekerasan di dunia kerja. Menurut Nendar, praktik kekerasan verbal masih kerap terjadi di sejumlah perusahaan di Sukabumi, terutama dalam tekanan pencapaian target produksi.

“Masih ada pekerja yang didorong dengan cara-cara yang tidak manusiawi. Ini jelas bertentangan dengan standar internasional,” ujarnya.

Tak hanya itu, sorotan juga diarahkan kepada fungsi pengawasan DPRD, khususnya terkait perlakuan terhadap buruh outsourcing di rumah sakit milik pemerintah. Nendar mengungkapkan, pihaknya menemukan indikasi adanya pekerja yang menerima upah di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK), sesuatu yang dinilai ironis.

“Rumah sakit swasta saja mampu bayar sesuai UMK, masa yang menggunakan anggaran negara justru di bawah standar?” katanya.

Dalam rangkaian May Day tahun ini, serikat buruh telah menyiapkan sejumlah agenda aksi. Pada 30 April, mereka akan melakukan kampanye keliling ke perusahaan-perusahaan terkait penghapusan kekerasan verbal di tempat kerja. Aksi kemudian dilanjutkan dengan unjuk rasa di Kantor Pemda Kabupaten Sukabumi di Pelabuhanratu pada sore harinya.

Baca Juga :  Negosiasi Alot Berujung Deadlock, Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Siap Tempuh Jalur ke Bupati

Massa buruh juga berencana bergerak ke gedung DPRD dan bermalam sebagai bentuk tekanan moral. Puncaknya, pada 1 Mei 2026, diperkirakan sedikitnya 3.500 anggota FSB KIKES KSBSI akan turun langsung dalam aksi besar di gedung DPRD.

Selain isu ketenagakerjaan, praktik pungutan liar (pungli) dalam rekrutmen tenaga kerja turut menjadi perhatian serius. Nendar menilai, lemahnya regulasi dan pengawasan membuat praktik tersebut terus berlangsung.

Ia mendorong agar revisi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2023 tentang Ketenagakerjaan memuat sanksi tegas terhadap pungli. Menurutnya, tanpa regulasi yang kuat, praktik tersebut akan sulit diberantas karena melibatkan “pasar” antara pencari kerja dan oknum tertentu.

“Kalau tidak ada pasal dan sanksi tegas, praktik ini akan terus hidup. Harus ada kontrol, termasuk soal komposisi tenaga kerja lokal,” tegasnya.

Baca Juga :  Wartawan Dikeroyok Saat Liputan, Puluhan Wartawan Serang Raya Tuntut Perlindungan dan Tegakkan Kebebasan Pers

Ia juga menyoroti komposisi tenaga kerja di Sukabumi yang disebutnya sekitar 70 persen lokal dan 30 persen dari luar daerah. Menurutnya, pengaturan yang lebih ketat bisa menjadi salah satu solusi untuk menekan praktik pungli sekaligus memperkuat posisi tawar tenaga kerja lokal.

Meski demikian, ia mengakui bahwa pemerintah daerah sejauh ini cukup responsif. Salah satunya dengan memberikan ruang bagi serikat buruh untuk menyampaikan masukan dalam revisi perda dalam waktu dua minggu.

May Day 2026 di Sukabumi diprediksi tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum konsolidasi besar buruh dalam menuntut perbaikan sistem ketenagakerjaan yang lebih adil dan manusiawi.

Berita Terkait

Tokoh Masyarakat, Guru, dan Aktivis Gelar Aksi di SPPG Giri Jaya Nagrak, Desak Evaluasi Pengelolaan MBG
Poster Nyeleneh Warnai Aksi Demonstrasi, Sindiran Warga Soal Kebijakan Mengemuka
Massa RT/RW Sukabumi Bertahan di DPRD, Desak Wali Kota Mundur
‎Ribuan RT/RW Demo di Sukabumi, Tuntut Kesejahteraan hingga Dana Abadi
‎Forum RT&RW Santroni Kantor DPRD”Abdul Azis”Kami Menuntut Kejelasan Sikap Pemkot Terhadap Janji Politiknya‎
‎Ratusan RT/RW Desak DPRD Turunkan Wali Kota Sukabumi dalam Audiensi Terbuka
SIMPUL Sukabumi Geruduk Kantor BAZNAS, Soroti Mangkraknya RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat
Warga Tangkil Audiensi dengan PT Bogorindo Cemerlang, Sepakati Perbaikan Jalan dan Irigasi
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:07 WIB

Tokoh Masyarakat, Guru, dan Aktivis Gelar Aksi di SPPG Giri Jaya Nagrak, Desak Evaluasi Pengelolaan MBG

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:12 WIB

Poster Nyeleneh Warnai Aksi Demonstrasi, Sindiran Warga Soal Kebijakan Mengemuka

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:34 WIB

Massa RT/RW Sukabumi Bertahan di DPRD, Desak Wali Kota Mundur

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:56 WIB

‎Ribuan RT/RW Demo di Sukabumi, Tuntut Kesejahteraan hingga Dana Abadi

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

‎Forum RT&RW Santroni Kantor DPRD”Abdul Azis”Kami Menuntut Kejelasan Sikap Pemkot Terhadap Janji Politiknya‎

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:06 WIB

‎Ratusan RT/RW Desak DPRD Turunkan Wali Kota Sukabumi dalam Audiensi Terbuka

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:59 WIB

SIMPUL Sukabumi Geruduk Kantor BAZNAS, Soroti Mangkraknya RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat

Selasa, 28 April 2026 - 15:33 WIB

Warga Tangkil Audiensi dengan PT Bogorindo Cemerlang, Sepakati Perbaikan Jalan dan Irigasi

Berita Terbaru