JABARINSIDE.COM | Kelompok tani di Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, mendapatkan program peningkatan infrastruktur air berupa pembangunan Jaringan Irigasi Desa (JIDES) guna memaksimalkan pasokan air ke lahan pertanian warga.
Pembangunan JIDES tersebut berlokasi di Dusun Parakanlima dan merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi untuk mendukung peningkatan infrastruktur pertanian.
Kepala Dusun Parakanlima, Asep Sihaburamli, mengatakan dua kelompok tani yakni Aditani dan Sumber Tani pada tahun 2026 mendapat program pembangunan JIDES.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, di Kedusunan Parakanlima khususnya untuk Kelompok Tani Aditani dan Sumber Tani tahun 2026 mendapatkan program dari Dinas Pertanian berupa kegiatan pembangunan Jaringan Irigasi Desa (JIDES),” ujarnya.
Menurutnya, volume pembangunan di dua kelompok tani tersebut kurang lebih sama, masing-masing sekitar 175 meter dan saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.
Asep menjelaskan, pembangunan JIDES tersebut memberikan manfaat besar bagi para petani. Selain untuk memperlancar aliran irigasi ke area persawahan, saluran tersebut juga berfungsi sebagai drainase.
“Kalau untuk yang di Kelompok Tani Aditani, manfaatnya ada dua. Pertama untuk jalur irigasi ke sawah-sawah warga, kedua sekaligus menjadi drainase karena titiknya berada di pinggir jalan,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan tersebut diperkirakan memberikan manfaat bagi lahan pertanian seluas sekitar 25 hingga 30 hektare, khususnya di wilayah bawah hingga Jembatan Merah.
Sebelum adanya pembangunan JIDES, saluran irigasi yang ada dinilai tidak mampu menampung debit air, terutama saat musim hujan. Akibatnya air kerap meluap ke jalan hingga menyebabkan banjir.
“Kalau hujan besar, saluran yang ada sebelumnya tidak mampu menampung debit air. Akhirnya air meluap ke jalan dan menyebabkan banjir,” ungkapnya.
Dengan dibangunnya saluran di sisi kiri dan kanan, diharapkan distribusi air ke sawah menjadi lebih lancar sekaligus menjaga kondisi jalan agar tetap terawat.
Meski demikian, Asep mengakui persoalan utama pertanian di wilayah Parakanlima dan Bukasari masih berkaitan dengan ketersediaan air irigasi. Saat ini petani baru mampu melakukan tanam maksimal dua kali dalam setahun.
“Harapan para petani sebenarnya bisa tiga kali tanam dalam setahun. Tapi kendalanya ada pada pasokan air irigasi,” jelasnya.
Ia menerangkan, saat musim kemarau debit air dari Daerah Irigasi (DI) Muara Cibodas sering tidak mampu memenuhi kebutuhan sekitar 125 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut.
Menurutnya, terdapat potensi tambahan pasokan air dari Sungai Cibatu yang sebelumnya pernah membantu kebutuhan irigasi saat musim kemarau. Namun kondisi jaringan irigasinya kini memerlukan pembangunan kembali.
“Kalau irigasi dari Sungai Cibatu dibangun kembali, petani di sini insyaallah bisa tanam tiga kali setahun,” pungkasnya.















