JABARINSIDE.COM | Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi melalui UPTD PU Wilayah II Cibadak menggelar sosialisasi pembangunan Daerah Irigasi (DI) Cibojong bersama kelompok tani di Kampung Sungapan, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Selasa (26/05/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Cikembar, Kepala UPTD PU Wilayah II Cibadak, Kepala Desa Bojong, Ketua Gapoktan Temu Karya, serta para kelompok tani setempat.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya para petani sebagai pengguna air, terkait rencana pembangunan irigasi sekaligus mengantisipasi dampak selama proses pengerjaan berlangsung, terutama terhadap pasokan air ke lahan pertanian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala UPTD PU Wilayah II Cibadak, Heri Hermawan, menjelaskan bahwa pembangunan irigasi Cibojong akan dilaksanakan oleh CV Kreasi Konstruksi dengan anggaran sebesar Rp280.000.000 dan target waktu pengerjaan selama 60 hari kerja.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin menyampaikan kepada para petani bahwa selama proses pembangunan kemungkinan akan terjadi gangguan distribusi air. Oleh karena itu, kami berharap masyarakat dapat memahami dan mengantisipasi kondisi tersebut,” ujarnya.
Heri menambahkan, pembangunan irigasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah.
“Harapan kami, dengan adanya pembangunan ini, kebutuhan air bagi para petani dapat lebih tercukupi sehingga hasil pertanian meningkat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Temu Karya Desa Bojong, Fery Kurniawan, menyambut baik rencana pembangunan tersebut. Ia mengaku para petani merasa bersyukur atas adanya perbaikan saluran irigasi yang selama ini mengalami banyak kebocoran.
“Alhamdulillah, petani sangat bersyukur dengan adanya perbaikan irigasi ini. Mudah-mudahan pengerjaannya berjalan baik dan tidak ada penyimpangan,” ungkapnya.
Fery juga berharap agar selama proses pembangunan, pasokan air tetap bisa diupayakan mengalir ke sawah, meskipun mungkin akan mengalami gangguan sementara.
“Kalau hanya satu atau dua hari terganggu mungkin tidak masalah. Tapi harapan kami, selama perbaikan tetap ada solusi agar air bisa tetap mengalir,” katanya.
Ia juga menyoroti bahwa perbaikan saat ini masih terbatas pada satu titik, sementara masih banyak saluran irigasi lain yang membutuhkan perhatian.
“Mudah-mudahan ke depan, titik-titik lain yang masih mengalami kerusakan juga bisa diperbaiki agar sistem irigasi di Desa Bojong semakin optimal,” pungkasnya.















