JABARINSIDE.COM |Sebuah truk colt diesel bermuatan bambu terguling di ruas Jalan Tanjakan Baeud, Kampung Baeud, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.
Diduga, kendaraan tersebut tidak kuat menanjak saat melintasi jalur yang dikenal curam dan rawan kecelakaan itu. Akibatnya, truk kehilangan kendali hingga akhirnya terguling di badan jalan.
Peristiwa tersebut sontak menggegerkan warga sekitar. Suara benturan keras yang disertai bunyi klakson dan teriakan terdengar memecah keheningan dini hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dede (45), warga setempat, mengaku terbangun setelah mendengar suara gaduh dari arah jalan raya.
“Saya dengar suara gemuruh cukup keras, ada teriakan juga. Waktu keluar rumah, ternyata truk pengangkut bambu sudah terbalik,” ujarnya kepada wartawan.
Muatan bambu yang dibawa truk dilaporkan berserakan hingga ke area turunan dan menutup sebagian badan jalan. Warga yang berdatangan ke lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan kepada sopir serta membantu mengamankan lokasi kejadian.
Menurut Dede, kondisi pengemudi dalam keadaan selamat dan tidak mengalami luka serius.
“Alhamdulillah sopirnya tidak apa-apa. Warga langsung membantu sambil menunggu proses evakuasi kendaraan,” katanya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut. Namun, insiden itu sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur Warungkiara.
Tanjakan Baeud sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di wilayah selatan Sukabumi. Kontur jalan yang menanjak dan cukup ekstrem kerap menjadi kendala bagi kendaraan, terutama yang membawa muatan berat.
Kejadian ini juga ramai diperbincangkan di media sosial setelah diunggah oleh akun Facebook Tanjakan Baeud. Dalam unggahan tersebut, pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengemudi angkutan barang agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima serta menyesuaikan muatan dengan kapasitas kendaraan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa, khususnya di jalur-jalur ekstrem di Kabupaten Sukabumi.















