JABARINSIDE.COM | Kabar baik bagi masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Jembatan Gantung Leuwidingding yang menghubungkan Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, dengan Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, dipastikan akan segera dibangun melalui kolaborasi TNI Angkatan Laut (TNI AL), PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), serta Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Rencana pembangunan tersebut dibahas dalam musyawarah yang digelar di Masjid Jami Al Karimatul Insan, Kampung Kebonjati, Desa Sirnaresmi, Selasa (21/7/2026). Kegiatan dihadiri unsur BPBD Kabupaten Sukabumi, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Forkopimcam, pemerintah kecamatan, kepala desa, tokoh masyarakat, hingga warga yang selama ini terdampak putusnya akses penghubung tersebut.

Jembatan gantung ini nantinya akan menjadi urat nadi penghubung bagi sedikitnya lima desa, yakni Desa Tanjungsari (Kecamatan Jampangtengah), Desa Sirnaresmi (Kecamatan Gunungguruh), Desa Sukamaju dan Desa Wangunreja (Kecamatan Nyalindung), serta Desa Parakanlima (Kecamatan Cikembar).
Selain mempercepat mobilitas masyarakat, keberadaan jembatan juga akan mempermudah distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah selatan Sukabumi.
Kepala Dinas Teritorial Koarmada RI, Kolonel Laut (P) Jan Lucky Boy Siburian, S.E., M.M., mengatakan pembangunan jembatan merupakan bentuk sinergi antara TNI AL, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, dan dukungan CSR PT CMNP sebagai respons atas rusaknya jembatan lama akibat bencana banjir bandang.

”Kami bersama PT CMNP dan pemerintah daerah ingin menghadirkan jembatan yang lebih aman dan layak digunakan masyarakat. Saat ini kami masih melakukan survei lanjutan untuk memastikan lokasi dan aspek teknis pembangunan,” ujar Boy.
Menurutnya, pembangunan yang dilakukan bukan sekadar perbaikan, melainkan membangun konstruksi baru karena jembatan lama sudah tidak lagi memenuhi standar keselamatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam perencanaan awal, jembatan tersebut diperkirakan memiliki bentang sekitar 84 meter dan berpotensi menjadi jembatan gantung terpanjang di Kabupaten Sukabumi. Namun ukuran final masih akan disesuaikan berdasarkan hasil survei teknis di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi, Sendi, mengungkapkan hingga saat ini terdapat 41 jembatan di Kabupaten Sukabumi yang terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 jembatan mengalami kerusakan berat.
”Keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah harus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Alhamdulillah, sampai saat ini sekitar 14 jembatan telah berhasil ditangani melalui APBD, bantuan CSR, maupun swadaya masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, Dinas Perkim telah menyiapkan berbagai dokumen teknis, mulai dari Detail Engineering Design (DED), gambar teknis, hingga proses perizinan guna mendukung percepatan pembangunan.
Berdasarkan perhitungan awal yang disusun pemerintah daerah pada 2025, kebutuhan anggaran pembangunan jembatan diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,2 miliar. Namun nilai tersebut masih akan disesuaikan dengan hasil survei dan desain akhir yang disiapkan pihak pelaksana.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan seluruh proses administrasi dan penyelesaian lahan dapat segera rampung sehingga pembangunan Jembatan Gantung Leuwidingding bisa dimulai pada awal September 2026.
Jika terealisasi sesuai rencana, jembatan ini tidak hanya menjadi akses penghubung antarwilayah, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lima desa yang selama ini bergantung pada jalur tersebut.















