JABARINSIDE.COM | Sukabumi— Kondisi bangunan SD Negeri 3 Selajambe, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, sebelum mendapatkan program revitalisasi pendidikan tahun anggaran 2026, disebut mengalami kerusakan sekitar 45 hingga 50 persen.
Kepala SD Negeri 3 Selajambe, Bubun Bunyani, S.Pd., mengatakan kerusakan paling mengkhawatirkan terdapat pada bagian rangka atas bangunan yang dinilai berisiko, khususnya ketika memasuki musim hujan.
“Kerusakannya sekitar 45 sampai 50 persen. Yang parah itu di rangka atas, karena sangat riskan ketika menjelang musim hujan,” ujar Bubon dalam wawancara, kamis (17/09/26).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar. Saat hujan turun, meskipun dengan intensitas tidak terlalu tinggi, pihak sekolah memilih memulangkan siswa sebagai langkah mitigasi untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
“Kalau hujan sedikit saja, anak-anak sudah dipulangkan daripada membahayakan. Mitigasinya seperti itu,” katanya.
Bubun menyebut terdapat 16 ruang yang dinilai sudah kurang layak, termasuk persoalan meubelair yang juga mengalami kerusakan. Namun, kebutuhan meubelair tersebut belum seluruhnya terakomodasi melalui program revitalisasi.
Dalam program revitalisasi yang diterima SDN 3 Selajambe, pekerjaan mencakup lima ruang kelas, satu ruang perpustakaan, satu ruang guru dan kepala sekolah, satu WC siswa, satu WC baru, serta pembangunan sumur bor.
Untuk pelaksanaan pekerjaan, pihak sekolah bersama P2SP melibatkan masyarakat sekitar. Perekrutan tenaga kerja dilakukan melalui koordinasi dengan komite sekolah dan warga dari dua wilayah RW yang berada di sekitar sekolah.
“Jumlah pekerjanya 20 orang, terdiri dari delapan tukang dan 12 laden,” jelasnya.
Bubun menerangkan, komite sekolah turut berperan dalam pelaksanaan P2SP. Ia mengatakan sejumlah pengurus komite memiliki pengalaman di bidang pembangunan sehingga diharapkan dapat membantu memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.
Terkait penggunaan material, Bubon menyatakan pihak P2SP melakukan pengadaan berdasarkan RAB dan petunjuk teknis program. Menurutnya, proses pelaksanaan juga mendapat pendampingan dari tim teknis perencana kabupaten, fasilitator tingkat pusat, serta pengawas dari kabupaten.
“Material disesuaikan dengan RAB dan juklak-juknis. Ada laporan harian, mingguan dan bulanan.
Dokumentasinya juga bukan hanya bangunan, tetapi barang-barang yang dibelanjakan seperti pasir, bata, semen dan sebagainya,” ujarnya.
Ia berharap proses revitalisasi dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa. Selain memperbaiki kondisi fisik bangunan, menurutnya, peningkatan fasilitas sekolah diharapkan dapat mendukung semangat belajar peserta didik.
“Program ini sangat bermanfaat. Sekolah menjadi aman, nyaman dan menyenangkan,” katanya.
Bubun juga mengapresiasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah atas pelaksanaan program revitalisasi tersebut. Ia berharap program serupa dapat terus dilanjutkan, tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga kebutuhan penunjang pendidikan lainnya.
“Jangan hanya fisik bangunan saja, tetapi meubelair ataupun penunjang sarana lainnya seperti buku pelajaran juga penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” pungkasnya.















