JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Bandung merealisasikan bantuan pembangunan melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) Non Rawa Tahun 2026.
Bantuan tersebut berupa kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) yang diberikan kepada Kelompok Tani Medal Wargi XV, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan kondisi jaringan irigasi sehingga kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat terpenuhi dengan lebih baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Kelompok Tani Medal Wargi XV, Samsudin, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian, atas realisasi bantuan tersebut.
“Kami dari Kelompok Tani Medal Wargi XV mengucapkan terima kasih atas bantuan program Oplah Optimalisasi Lahan Non Rawa, khususnya perbaikan jaringan irigasi yang telah dilakukan melalui pipanisasi,” ujar Samsudin.
Menurutnya, pembangunan jaringan irigasi tersebut menggunakan pipa HDPE N10 dengan panjang sekitar 64 meter. Pembangunan dibagi menjadi empat titik, yakni titik 1, titik 2, titik 3, dan titik 4.
Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan kelompok tani dan para penggarap sawah. Pekerjaan tersebut mulai dilaksanakan pada 28 Juli 2026.

Samsudin menjelaskan, sebelum adanya perbaikan jaringan irigasi, sebagian lahan pertanian di wilayah tersebut hanya dapat ditanami padi satu kali dalam setahun. Kondisi tersebut terjadi karena ketersediaan air masih menjadi kendala.
“Awalnya blok itu paling bisa tanam padi satu kali dalam satu tahun. Sekarang sudah mulai ada yang bisa dua kali, tetapi masih ada yang satu kali karena rawan saluran airnya,” jelasnya.
Ia berharap perbaikan jaringan irigasi melalui program Oplah tersebut dapat memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Desa Tanjungsari.
“Harapannya, hasil pangan di wilayah kami bisa meningkat pada 2027,” katanya.
Selain itu, kelompok tani juga berharap program serupa dapat kembali diberikan pada tahun-tahun berikutnya. Pasalnya, masih terdapat lahan pertanian sekitar 25 hektare yang membutuhkan dukungan jaringan irigasi agar dapat dialiri air secara normal.
“Mudah-mudahan ke depannya masih ada bantuan lagi sehingga lahan seluas 25 hektare bisa teraliri dengan normal,” pungkas Samsudin.
Program perbaikan jaringan irigasi ini diharapkan tidak hanya membantu petani dalam memenuhi kebutuhan air, tetapi juga mendorong peningkatan indeks pertanaman dan produksi pangan di wilayah Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.















