JABARINSIDE.COM | Sukabumi— Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 memberikan manfaat bagi SD Negeri Lemah Duhur,kecamatan Caringin,Kabupaten Sukabumi. Program tersebut menyasar rehabilitasi enam ruang kelas, satu ruang UKS, serta lima kamar mandi/WC.Selasa18-08- 2026
Berdasarkan papan informasi kegiatan, bantuan yang diterima sekolah tercatat sebesar Rp894.803.522 bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, dengan pelaksanaan melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) selama 120 hari kalender.
Kepala SD Negeri Lemah Duhur, Asep Saepuloh, mengatakan kondisi sejumlah bangunan sekolah sebelum mendapatkan program revitalisasi sudah memprihatinkan. Bahkan, salah satu ruang kelas mengalami kerusakan berat sehingga tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau sebelumnya, terutama ruang kelas tiga, kondisinya hampir roboh. Sudah lama tidak digunakan karena tidak layak. Atapnya juga sudah tidak ada,” ujar Asep.
Menurutnya, kerusakan tidak hanya terjadi pada bagian atap. Sejumlah kusen bangunan juga disebut telah mengalami pelapukan. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah khawatir terhadap keselamatan siswa dan guru.
Asep menilai rehabilitasi ruang kelas menjadi bagian yang paling dirasakan manfaatnya. Meski pekerjaan masih berlangsung, perubahan kondisi bangunan dinilai mulai memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga sekolah.
“Sekarang lebih nyaman. Kita tidak was-was seperti sebelumnya, terutama takut bangunan roboh. Guru juga bisa lebih tenang dan fokus mengajar,” katanya.
Selain ruang kelas, perbaikan UKS dan fasilitas kamar mandi/WC juga dinilai penting. Sebelumnya, keterbatasan fasilitas sanitasi membuat siswa harus memanfaatkan fasilitas umum di lingkungan masyarakat.
Asep mengatakan perbaikan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan siswa selama berada di sekolah.
Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan memanfaatkan tempat lain setelah pihak sekolah berkoordinasi dan meminta izin kepada pihak terkait.
Dalam pelaksanaannya, P2SP melibatkan unsur komite, masyarakat dan guru. Pihak sekolah juga mengaku terus berkoordinasi dengan pengawas terkait proses pembangunan.
Namun, Asep menegaskan pekerjaan revitalisasi hingga 18 Agustus 2026 masih dalam tahap pelaksanaan, sehingga belum seluruh hasil pekerjaan dapat dinilai secara final.
“Masih berjalan, belum selesai,” ujarnya.
Meski demikian, Asep menyebut masih terdapat kebutuhan sarana pendidikan yang belum dimiliki sekolah, di antaranya ruang perpustakaan, laboratorium pembelajaran serta mebelair.
Atas bantuan tersebut, Asep menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pendidikan.
“Terima kasih kepada pemerintah yang sudah memperhatikan sekolah kami. Apalagi sekolah yang berada di daerah terkadang kurang mendapat perhatian. Sekarang kami mendapat perhatian melalui program ini,” ungkapnya.
Ia berharap program peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dapat terus berlanjut, termasuk pemenuhan fasilitas pembelajaran agar proses pendidikan di sekolah semakin optimal.
“Program seperti ini sangat penting karena sangat menunjang proses pembelajaran dan kegiatan belajar mengajar,” katanya.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan memang diarahkan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang layak, aman dan nyaman. Pemerintah juga menempatkan sekolah dengan kerusakan berat sebagai salah satu prioritas revitalisasi tahun 2026.
Di sisi lain, Asep mengajak masyarakat, orang tua dan seluruh warga sekolah ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun.
“Sekolah ini bukan milik kepala sekolah atau guru. Ini milik masyarakat. Jadi masyarakat diharapkan ikut menjaga dan merawatnya bersama-sama, anggap sekolah ini milik sendiri,” pungkasnya















