Spanduk “Shut Up KDM” di GBLA: Suara Tribun atau Batas yang Dilanggar?

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | Bandung – Sepak bola kembali membuktikan dirinya bukan sekadar permainan 90 menit. Laga Persib Bandung kontra Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat malam, justru meninggalkan cerita yang lebih besar dari skor kacamata 0-0.

Di tengah kebuntuan di lapangan, tribun utara “memecah kebisuan” dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Shut Up KDM”. Dalam hitungan jam, pesan itu menjalar dari stadion ke jagat media sosial, memantik perdebatan yang jauh lebih panas dibanding jalannya pertandingan.

Pesan tersebut diduga mengarah kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Sebagian suporter tampak ingin menyampaikan kejenuhan terhadap narasi yang kerap mengaitkan Persib dalam berbagai isu publik. Namun, cara penyampaian yang digunakan langsung menuai pro dan kontra.

Di satu sisi, tribun memang sejak lama menjadi ruang ekspresi paling jujur dalam sepak bola. Spanduk, chant, hingga koreografi adalah bahasa suporter—kadang keras, kadang emosional, tapi selalu autentik. Dalam konteks ini, aksi tersebut bisa dilihat sebagai bentuk kritik terbuka.

Namun di sisi lain, muncul pertanyaan penting: apakah semua bentuk ekspresi bisa dibenarkan? Kritik yang tajam bukan berarti harus kehilangan etika. Ketika pesan berubah menjadi seruan yang terkesan merendahkan, di situlah batas mulai kabur.

Baca Juga :  ‎Tanah Longsor Terjang Rumah Warga di Desa Sirnarasa, Cikakak Sukabumi‎

Fenomena ini juga mencerminkan persoalan yang lebih luas: komunikasi antara publik, suporter, dan pemangku kebijakan yang belum sepenuhnya sehat. Ketika ruang dialog terasa buntu, tribun seringkali menjadi “panggung alternatif” untuk menyuarakan ketidakpuasan.

Sayangnya, cara seperti ini justru berisiko memperlebar jarak. Alih-alih membuka diskusi, yang muncul adalah polarisasi—antara yang membela kebebasan berekspresi dan yang menuntut etika dalam menyampaikan kritik.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Dedi Mulyadi. Namun diamnya respons juga bisa menjadi bagian dari persoalan: publik berbicara keras, sementara pihak yang dituju belum memberi klarifikasi atau ruang dialog.

Baca Juga :  Evakuasi Korban Kecelakaan Bus Pelajar di Subang, 42 Ambulans Dikerahkan

Di tengah semua itu, pertandingan sendiri seolah menjadi latar belakang. Persib gagal memanfaatkan laga kandang untuk meraih poin penuh, sementara Arema FC pulang dengan hasil yang cukup berharga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sepak bola Indonesia tidak hanya soal taktik dan skor. Ia adalah cerminan emosi, identitas, bahkan relasi antara masyarakat dan pemimpinnya.

Dan ketika tribun sudah mulai “berbicara keras”, mungkin yang dibutuhkan bukan sekadar reaksi—melainkan kesediaan semua pihak untuk benar-benar saling mendengar.

sumber subang info

Berita Terkait

Institusi Pemerintahan Di Lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi Tercoreng Ulah Oknum Pejabat Yang Diduga Melakun Pelecehan
Kemenag Sukabumi Perkuat Disiplin dan Komitmen ASN Lewat Pembinaan Pegawai
Kebakaran Limbah Kayu di Tenjojaya Cibadak, Api Sempat Merembet ke Alang-alang
Muslihin Ditunjuk Jadi PGS Ketua PC APRI Kabupaten Sukabumi, Muscablub Segera Disiapkan
Dari Ruang Kelas Tak Layak Menuju Sekolah Nyaman, SDN Sukasari 01 Terima Revitalisasi
Kemenhaj Sukabumi Gelar Pengajian Bulanan, Bekali Calon Jemaah Haji Sejak Dini
Bupati Asep Japar Lepas Jalan Santai HJKS ke-156 di Warungkiara, Dorong Wisata dan Ekonomi Desa
‎HJKS ke-156, Kadis PU Sukabumi Ajak Semua Elemen Perkuat Kolaborasi Pembangunan‎
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 05:54 WIB

Institusi Pemerintahan Di Lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi Tercoreng Ulah Oknum Pejabat Yang Diduga Melakun Pelecehan

Kamis, 17 September 2026 - 13:51 WIB

Kemenag Sukabumi Perkuat Disiplin dan Komitmen ASN Lewat Pembinaan Pegawai

Rabu, 16 September 2026 - 21:56 WIB

Kebakaran Limbah Kayu di Tenjojaya Cibadak, Api Sempat Merembet ke Alang-alang

Rabu, 16 September 2026 - 14:33 WIB

Muslihin Ditunjuk Jadi PGS Ketua PC APRI Kabupaten Sukabumi, Muscablub Segera Disiapkan

Selasa, 15 September 2026 - 15:14 WIB

Dari Ruang Kelas Tak Layak Menuju Sekolah Nyaman, SDN Sukasari 01 Terima Revitalisasi

Selasa, 15 September 2026 - 12:05 WIB

Kemenhaj Sukabumi Gelar Pengajian Bulanan, Bekali Calon Jemaah Haji Sejak Dini

Sabtu, 12 September 2026 - 11:08 WIB

Bupati Asep Japar Lepas Jalan Santai HJKS ke-156 di Warungkiara, Dorong Wisata dan Ekonomi Desa

Jumat, 11 September 2026 - 09:33 WIB

‎HJKS ke-156, Kadis PU Sukabumi Ajak Semua Elemen Perkuat Kolaborasi Pembangunan‎

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

‎Minta Rp6 Juta, Dua Orang yang Mengaku LSM Diamankan Polisi di Citepus

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:05 WIB