Tanggapi Sorotan Truk Batu Hijau Overload, Kecamatan Cikembar Panggil Pengusaha dan Keluarkan Sejumlah Arahan

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Pemerintah Kecamatan Cikembar bergerak cepat menindaklanjuti pemberitaan dan keluhan masyarakat terkait truk pengangkut batu hijau yang diduga membawa muatan berlebih (Over Dimension Over Loading/ODOL) di ruas Jalan Pangleseran–Cikembar.

Sebelumnya, warga menyoroti aktivitas truk pengangkut batu hijau yang melintas dengan muatan melebihi kapasitas. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan karena dapat memicu kecelakaan lalu lintas, seperti muatan terlepas, kendaraan terguling, hingga rem blong saat melintasi jalur tanjakan dan turunan.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kecamatan Cikembar melakukan komunikasi dan klarifikasi dengan sejumlah pengusaha batu hijau yang beroperasi di wilayah tersebut untuk menggali informasi terkait aktivitas angkutan yang menjadi sorotan masyarakat.

Sekretaris Kecamatan Cikembar, Lenni Nurliah, mengatakan hasil klarifikasi menunjukkan para pengusaha memberikan penjelasan mengenai sistem pengangkutan batu jenis boulder yang selama ini digunakan.

“Para pengusaha menyampaikan bahwa batu jenis boulder tidak selalu dapat ditutup menggunakan terpal karena dianggap berisiko terhadap sistem pengikatan muatan. Mereka juga menjelaskan bahwa susunan dan pengamanan muatan telah diperhitungkan sesuai karakteristik batuan serta kondisi medan yang dilalui,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Meski demikian, Pemerintah Kecamatan Cikembar tetap menekankan pentingnya keselamatan pengguna jalan. Sejumlah arahan pun disampaikan kepada para pelaku usaha sebagai langkah perbaikan terhadap aktivitas angkutan tambang yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.

Baca Juga :  Kasus Oknum ASN Yang Janjikan Bisa Masuk Kerja Sebagai THL"LSM RIB Akan Layangkan Surat Ke Walikota Sukabumi

Arahan tersebut meliputi penyesuaian tinggi bak kendaraan, pembatasan tonase muatan maksimal 9 ton bagi kendaraan yang melintasi jalan provinsi, serta pengaturan jam operasional agar tidak berbarengan dengan jam sibuk aktivitas warga.

Selain itu, para pengusaha juga diminta meningkatkan kondisi armada angkutan guna meminimalkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Lenni menjelaskan, hasil kunjungan lapangan yang dilakukan pihak kecamatan bersama Kasi Trantib menunjukkan para pelaku usaha menyatakan kesediaannya untuk mematuhi arahan yang telah diberikan.

“Kami akan terus melakukan pemantauan agar aktivitas distribusi hasil tambang tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan masyarakat dan pengguna jalan,” katanya.

Baca Juga :  Kurang Dari 3 Jam Polres Sukabumi Amankan Pelaku Penyerangan Anggota Reskrim Polsek Cireunghas

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah kecamatan juga melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi tambang di Kampung Cioray, Desa Bojongraharja. Dari hasil pemantauan, ditemukan adanya upaya reklamasi lahan pascatambang melalui penanaman pohon albasia di beberapa area bekas galian.

Pemerintah Kecamatan Cikembar menegaskan akan terus berkoordinasi dengan para pelaku usaha pertambangan untuk memastikan aktivitas usaha berjalan sesuai ketentuan serta tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi atas kekhawatiran warga terkait aktivitas truk batu hijau yang sebelumnya ramai disorot karena dugaan muatan berlebih di jalur Pangleseran–Cikembar.

Berita Terkait

Warga RW 05 Kampung Cimenteng Swadaya Cor Jalan Lingkungan, Bukti Semangat Gotong Royong Masih Terjaga
‎Viral Air Sungai Berubah Hijau, DLH Jabar Turun ke Cikembar: Hasil Uji Laboratorium Ditunggu 14 Hari
HSI Berbagi Turun Tangan Selamatkan Lingkungan Cikembar, Sungai Dibersihkan dan 500 Pohon Siap Ditanam
Viral Air Sungai Berubah Hijau di Cikembar, Warga Desa Bojong Minta Pemerintah Segera Turun Tangan
Komisi II DPR RI Gelar RDP dan RDPU, Tegaskan Komitmen Kawal Penuntasan Hak Masyarakat Penggarap
MATA MUDA di MI Kebon Randu Berlangsung Meriah, Kenalkan Lingkungan Sekolah dengan Cara Ramah Anak
‎Misteri Kerangka Perempuan di Kebun Jati Sagaranten Mulai Terkuak, Diduga Warga Curugkembar yang Sempat Dilaporkan Hilang‎
Tukang Servis Pompa Air Tewas Terjatuh ke Sumur Sedalam 20 Meter di Cireunghas
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:09 WIB

Warga RW 05 Kampung Cimenteng Swadaya Cor Jalan Lingkungan, Bukti Semangat Gotong Royong Masih Terjaga

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:43 WIB

‎Viral Air Sungai Berubah Hijau, DLH Jabar Turun ke Cikembar: Hasil Uji Laboratorium Ditunggu 14 Hari

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:19 WIB

HSI Berbagi Turun Tangan Selamatkan Lingkungan Cikembar, Sungai Dibersihkan dan 500 Pohon Siap Ditanam

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:29 WIB

Viral Air Sungai Berubah Hijau di Cikembar, Warga Desa Bojong Minta Pemerintah Segera Turun Tangan

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:12 WIB

Komisi II DPR RI Gelar RDP dan RDPU, Tegaskan Komitmen Kawal Penuntasan Hak Masyarakat Penggarap

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:45 WIB

MATA MUDA di MI Kebon Randu Berlangsung Meriah, Kenalkan Lingkungan Sekolah dengan Cara Ramah Anak

Senin, 13 Juli 2026 - 16:11 WIB

‎Misteri Kerangka Perempuan di Kebun Jati Sagaranten Mulai Terkuak, Diduga Warga Curugkembar yang Sempat Dilaporkan Hilang‎

Senin, 13 Juli 2026 - 15:48 WIB

Tukang Servis Pompa Air Tewas Terjatuh ke Sumur Sedalam 20 Meter di Cireunghas

Berita Terbaru