JABARINSIDE.COM | SUKABUMI, sukabumiinside.com – Suasana penuh keceriaan mewarnai pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATA MUDA) di MI Kebon Randu, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan yang diperuntukkan bagi peserta didik baru itu dikemas secara edukatif, menyenangkan, dan mengedepankan prinsip sekolah ramah anak.
Sejak hari pertama, para siswa kelas 1 diajak mengenal lingkungan madrasah melalui berbagai aktivitas, mulai dari berkeliling area sekolah, mengenal ruang kelas, ruang guru, hingga fasilitas ibadah. Suasana semakin semarak dengan permainan edukatif, tepuk tangan bersama, serta menyanyikan lagu-lagu anak yang dipandu guru dan kakak kelas.
Kepala MI Kebon Randu, Yusep Ridwan, menjelaskan bahwa istilah orientasi siswa kini telah berubah menjadi Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATA MUDA). Program tersebut bertujuan membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Fokus kegiatan ini memang untuk murid kelas 1 agar mengenal lingkungan sekolah, ruang kelas, teman-teman, dan para guru. Mereka juga dikenalkan dengan budaya yang berlaku di lingkungan madrasah sebagai bagian dari proses adaptasi setelah sebelumnya berada di PAUD atau TK,” ujarnya.

Menurut Yusep, pembentukan karakter menjadi salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan MATA MUDA. Anak-anak diajarkan untuk saling menghargai, mampu berteman dengan siapa saja, serta menjauhi perilaku mengejek maupun perundungan (bullying).
Selain itu, siswa juga mulai dibiasakan menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya serta menerapkan pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas fisik dan kebiasaan positif di sekolah.
Pihak madrasah juga berupaya membatasi penggunaan telepon genggam di lingkungan sekolah agar peserta didik lebih fokus pada kegiatan belajar dan interaksi sosial secara langsung.
Sebagai bentuk komitmen terhadap sekolah ramah anak, MI Kebon Randu menempatkan ruang belajar kelas 1 di lantai bawah. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan, sementara ruang lantai atas digunakan oleh siswa kelas 5 dan kelas 6.
“Ini bagian dari upaya kami menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” tambah Yusep.
Ia menuturkan, seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan jauh hari, disusun secara terstruktur, serta mendapat persetujuan dari pengawas bina tingkat kecamatan.
“Alhamdulillah semua berjalan sesuai rencana. Anak-anak mengikuti setiap kegiatan dengan penuh semangat dan antusias. Harapannya mereka merasa nyaman sehingga lebih siap menjalani proses belajar di madrasah,” pungkasnya.















