Truk Proyek Tol Bocimi Masih Melintas Siang Hari, Warga Pabuaran Pertanyakan Efektivitas Jam Operasional

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM – Senin, 15 Juni 2026 Warga Kampung Pabuaran RT 10/01, Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, kembali mengeluhkan aktivitas truk pengangkut tanah proyek Tol Bocimi Seksi 3 yang masih melintasi jalan lingkungan yang sempit dan padat aktivitas warga.

Keluhan muncul lantaran kondisi jalan yang semakin rusak akibat tingginya intensitas kendaraan berat yang keluar masuk proyek. Padahal, di lokasi telah terpasang papan informasi mengenai jam operasional kendaraan proyek yang mengatur waktu kendaraan boleh melintas.

Namun berdasarkan pantauan di lapangan, masih terlihat kendaraan proyek melintas di jam-jam yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan efektivitas penerapan aturan jam operasional yang telah disepakati.

Selain rusak, jalan juga menjadi sangat berdebu saat musim kemarau dan berubah licin serta berlumpur ketika hujan turun. Kondisi itu dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

“Kalau habis hujan licin banget. Banyak yang jatuh. Saya sering lihat langsung karena posisi bengkel saya di pinggir jalan,” ujar Asep Bitung, warga yang juga membuka usaha bengkel di sekitar lokasi.

Menurut Asep, warga sebenarnya sudah beberapa kali menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan kepada pihak terkait. Namun hingga saat ini belum ada jawaban pasti mengenai langkah konkret yang akan dilakukan.

“Sudah pernah disampaikan. Cuma jawabannya nanti akan disampaikan ke atas. Belum ada jawaban yang pasti,” katanya.

Baca Juga :  SMA Negeri 1 Cikembar Gelar IHT Penguatan Gapura Pancawaluya 2026

Asep mengaku sering menyaksikan pengendara terjatuh akibat kondisi jalan yang dipenuhi tanah dan lumpur dari aktivitas kendaraan proyek.

“Saya sering lihat orang jatuh, terutama di depan bengkel. Kalau musim hujan makin parah karena tanah dari truk terbawa ke jalan dan jadi licin,” ungkapnya.

Warga berharap pihak pengelola proyek tidak menunggu laporan terlebih dahulu ketika terjadi kerusakan jalan. Mereka meminta adanya tindakan cepat untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak karena jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat.

“Kalau bisa jangan nunggu dilaporkan dulu baru diperbaiki. Begitu ada kerusakan langsung diperbaiki karena jalan ini dipakai masyarakat setiap hari,” tambah Asep.

Baca Juga :  ‎Kapolsek Warungkiara Hadiri Pengajian Rutin di Ponpes Al-Mawa, Ulama Tegaskan Polri Tak Perlu Direformasi‎

Selain perbaikan jalan, warga juga berharap operasional kendaraan berat lebih difokuskan pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat pada siang hari.

Masyarakat menilai pembangunan infrastruktur memang penting, namun dampak yang dirasakan warga sekitar juga harus menjadi perhatian serius. Terlebih, jalan tersebut merupakan akses vital yang digunakan kendaraan roda dua maupun roda empat setiap harinya.

Warga berharap pihak pengelola proyek Tol Bocimi Seksi 3 bersama kontraktor pelaksana dapat segera melakukan perbaikan jalan secara berkala, pengendalian debu, pembersihan lumpur saat musim hujan, serta evaluasi terhadap penerapan jam operasional kendaraan proyek guna mencegah bertambahnya korban kecelakaan di lokasi tersebut.

Berita Terkait

Kelompok Tani Bungur Sejahtera Terima Bantuan IRPIP 2026, Kendala Bendungan Rusak Masih Hambat Pasokan Air
Kapolres Sukabumi Perkuat Sinergitas Dengan Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi Dan Pengadilan Negeri Cibadak
‎Misteri Kerangka Perempuan di Kebun Jati Sagaranten Mulai Terkuak, Diduga Warga Curugkembar yang Sempat Dilaporkan Hilang‎
BPP Cikembar Sosialisasikan Program PM-AAS, Dorong Pertanian Modern Tingkatkan Produktivitas Padi
BKPSDM Sukabumi Tegas! ASN yang Terlibat Judi Online Terancam Sanksi Disiplin
Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Sungai Cimunjul Ciambar, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
‎Gebyar Muharam 1448 H Semarakkan Desa Tanjungsari, Ribuan Warga Antusias Ikuti Santunan hingga Pawai Obor
FKDT dan Pengawas PAKIS Kemenag Sukabumi Verifikasi 60 MDTU di Cikembar untuk Perpanjangan Izin Operasional
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:15 WIB

Kelompok Tani Bungur Sejahtera Terima Bantuan IRPIP 2026, Kendala Bendungan Rusak Masih Hambat Pasokan Air

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:02 WIB

Kapolres Sukabumi Perkuat Sinergitas Dengan Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi Dan Pengadilan Negeri Cibadak

Senin, 13 Juli 2026 - 16:11 WIB

‎Misteri Kerangka Perempuan di Kebun Jati Sagaranten Mulai Terkuak, Diduga Warga Curugkembar yang Sempat Dilaporkan Hilang‎

Senin, 13 Juli 2026 - 14:38 WIB

BPP Cikembar Sosialisasikan Program PM-AAS, Dorong Pertanian Modern Tingkatkan Produktivitas Padi

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:49 WIB

BKPSDM Sukabumi Tegas! ASN yang Terlibat Judi Online Terancam Sanksi Disiplin

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:02 WIB

Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Sungai Cimunjul Ciambar, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:08 WIB

‎Gebyar Muharam 1448 H Semarakkan Desa Tanjungsari, Ribuan Warga Antusias Ikuti Santunan hingga Pawai Obor

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:31 WIB

FKDT dan Pengawas PAKIS Kemenag Sukabumi Verifikasi 60 MDTU di Cikembar untuk Perpanjangan Izin Operasional

Berita Terbaru