‎Kelompok Tani di Jampangtengah Bangun Irigasi Perpipaan Rp230 Juta, Dukung Pengairan 50 Hektare Sawah

Rabu, 29 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Kelompok tani di Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, mulai melaksanakan pembangunan Irigasi Perpipaan (IRPIP) melalui program Kementerian Pertanian RI yang bersumber dari Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian.

‎Program yang dilaksanakan secara swakelola oleh Kelompok Tani Medal Wargi III.B tersebut memiliki anggaran sebesar Rp230 juta yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pembangunan irigasi perpipaan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian seluas sekitar 50 hektare.

‎Salah seorang petani Kampung Panyindangan, Enang (59), menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas bantuan yang diberikan kepada para petani di Desa Padabeunghar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


‎‎”Kami mewakili para petani mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, kabupaten hingga pemerintah pusat yang telah memberikan bantuan pipanisasi untuk mendukung kebutuhan air pertanian,” ujarnya.

Baca Juga :  MONITORING HUNTAP NYALINDUNG, BUPATI MINTA PENERIMA MANFAAT MERAWATNYA SEBAIK MUNGKIN

‎Menurut Enang, bantuan tersebut merupakan hasil usulan kelompok tani yang telah diajukan sejak beberapa waktu lalu dan baru dapat direalisasikan pada tahun ini.

‎‎Ia berharap program serupa kembali dilanjutkan sehingga jaringan irigasi di wilayah pertanian Desa Padabeunghar dapat semakin luas dan mampu memenuhi kebutuhan air para petani.

‎‎”Mudah-mudahan ke depan ada lagi bantuan seperti ini sehingga jaringan irigasi bisa ditambah dan manfaatnya dirasakan lebih banyak petani,” katanya.

‎Enang menjelaskan, pembangunan irigasi dilakukan secara swakelola dengan melibatkan anggota kelompok tani bersama masyarakat setempat. Selain petani, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah desa, kepala dusun, ketua RT, ketua RW, hingga Kepala Desa Padabeunghar.

Baca Juga :  UPTD PU Jampang Tengah Bersama Aparatur Desa Gelar Gotong Royong

‎‎”Pelaksanaannya dilakukan secara gotong royong oleh para petani bersama kelompok tani dan didukung pemerintah desa serta masyarakat,” tuturnya.

‎‎Sebelum adanya pembangunan irigasi perpipaan, para petani menghadapi berbagai kendala dalam memenuhi kebutuhan air, terutama saat musim kemarau. Bendung sederhana yang dibuat secara manual menggunakan bambu dan kayu kerap rusak saat debit Sungai Cimandiri meningkat pada musim hujan.

‎”Kalau musim hujan bendung yang dibuat secara manual sering terbawa arus banjir. Ketika musim kemarau, air juga sulit masuk ke saluran irigasi sehingga pengairan sawah tidak maksimal,” jelasnya.

‎‎Menurut Enang, jaringan irigasi tersebut nantinya diproyeksikan mampu mengairi sekitar 45 hektare lahan pertanian. Pada tahap awal, pemanfaatannya masih dilakukan secara bertahap menyesuaikan progres pembangunan jaringan.

‎‎Ia menambahkan, apabila pasokan air tersedia secara normal, petani di wilayah tersebut mampu melakukan panen padi hingga tiga kali dalam setahun. Namun dalam beberapa waktu terakhir, kekeringan menyebabkan banyak petani mengalami gagal panen.

Baca Juga :  SIMPUL Sukabumi Geruduk Kantor BAZNAS, Soroti Mangkraknya RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat

‎‎”Saat ini banyak petani yang beralih menanam palawija seperti ubi karena kesulitan air. Banyak tanaman padi yang tidak berhasil karena saat mulai berbuah air sudah tidak ada sehingga tanaman mengering,” ungkapnya.

‎‎Dengan adanya pembangunan irigasi perpipaan ini, para petani berharap distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih lancar sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat dan risiko gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalka

‎”Kami berharap bantuan ini menjadi solusi bagi kebutuhan air pertanian. Ke depan kami juga berharap ada tambahan pembangunan jaringan irigasi serta perbaikan bendung agar pengairan sawah semakin optimal,” pungkasnya.


Berita Terkait

Dana Desa 2026 Direalisasikan, Pemdes Sukamulya Bangun Rabat Beton Jalan Lingkungan di RW 10 Kebon Jeruk
‎Jembatan Gantung Terpanjang di Sukabumi Segera Dibangun, Kolaborasi TNI AL dan CSR PT CMNP Hubungkan Lima Desa‎
Ketua P2SP Beberkan Progres Awal Revitalisasi SDN 1 Cibunar dan Sistem Pengawasannya
Kelompok Tani Bungur Sejahtera Terima Bantuan IRPIP 2026, Kendala Bendungan Rusak Masih Hambat Pasokan Air
Jalan Purwasedar–Cibodas Mulai Diaspal, Warga Jampangkulon Sambut Gembira
‎Belajar di Bawah Ancaman Bangunan Nyaris Roboh, MI Tanjungsari Menanti Uluran Tangan Pemerintah‎
‎Truk Angkutan Tanah Tol Diduga Langgar Kelas Jalan, Keselamatan Warga Cibadak Terancam‎
Truk Proyek Tol Bocimi Masih Melintas Siang Hari, Warga Pabuaran Pertanyakan Efektivitas Jam Operasional
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:39 WIB

‎Kelompok Tani di Jampangtengah Bangun Irigasi Perpipaan Rp230 Juta, Dukung Pengairan 50 Hektare Sawah

Senin, 27 Juli 2026 - 15:13 WIB

Dana Desa 2026 Direalisasikan, Pemdes Sukamulya Bangun Rabat Beton Jalan Lingkungan di RW 10 Kebon Jeruk

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:04 WIB

‎Jembatan Gantung Terpanjang di Sukabumi Segera Dibangun, Kolaborasi TNI AL dan CSR PT CMNP Hubungkan Lima Desa‎

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:05 WIB

Ketua P2SP Beberkan Progres Awal Revitalisasi SDN 1 Cibunar dan Sistem Pengawasannya

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:15 WIB

Kelompok Tani Bungur Sejahtera Terima Bantuan IRPIP 2026, Kendala Bendungan Rusak Masih Hambat Pasokan Air

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:39 WIB

Jalan Purwasedar–Cibodas Mulai Diaspal, Warga Jampangkulon Sambut Gembira

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:21 WIB

‎Belajar di Bawah Ancaman Bangunan Nyaris Roboh, MI Tanjungsari Menanti Uluran Tangan Pemerintah‎

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:29 WIB

‎Truk Angkutan Tanah Tol Diduga Langgar Kelas Jalan, Keselamatan Warga Cibadak Terancam‎

Berita Terbaru