SUKABUMI, JABARINSIDE.COM | Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sukabumi, H. Abdul Manan, meminta seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di Kabupaten Sukabumi mengedepankan transparansi dalam memberikan pelayanan kepada calon jemaah haji.
Hal tersebut disampaikan Abdul Manan usai membuka kegiatan manasik haji tingkat KBIHU se-Kabupaten Sukabumi untuk musim haji 1448 H/2027 M, yang berlangsung di Aula Gedung PLHUT Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sukabumi, Kompleks Pusbangdai Cikembang, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Senin (21/9/2026).
Abdul Manan menegaskan, transparansi menjadi hal penting, terutama terkait biaya yang harus dikeluarkan calon jemaah selama mengikuti program bimbingan KBIHU.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, calon jemaah tidak hanya membutuhkan pembekalan mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga harus mengetahui secara jelas hak dan kewajiban mereka selama mengikuti program KBIHU.
“Yang paling ditekankan adalah antara hak dan kewajiban dari KBIHU dan juga dengan jemaah. Segala biaya yang dikeluarkan itu harus diketahui oleh jemaah, transparan dan tertulis dalam bentuk akad atau kesepakatan,” kata Abdul Manan kepada awak media.
Jemaah Harus Mendapat Informasi Secara Terbuka
Ia menilai keterbukaan mengenai pembiayaan penting dilakukan sejak awal agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.

Selain persoalan biaya, KBIHU juga diminta memberikan informasi secara lengkap dan berkelanjutan mengenai berbagai tahapan persiapan keberangkatan calon jemaah haji.
“Jemaah juga harus mengetahui tentang perjalanan haji. Bulan ini seperti apa, bulan depan seperti apa. Artinya jemaah diberikan informasi yang lebih lengkap selain dari manasik, juga dari kebijakan, baik itu kesehatan maupun persiapan haji 2027,” ujarnya.
Menurut Abdul Manan, kegiatan manasik menjadi momentum penting bagi calon jemaah untuk mempersiapkan diri, bukan hanya dari sisi pemahaman tata cara ibadah, tetapi juga berbagai hal teknis yang berkaitan dengan perjalanan ke Tanah Suci.
Ia menjelaskan, bergabung dengan KBIHU merupakan pilihan masing-masing calon jemaah.
“Jemaah masuk ke KBIHU ini adalah pilihan, opsional. Mau masuk silakan, mau tidak juga bukan menjadi masalah,” jelasnya.
Meski demikian, ia berharap calon jemaah yang mengikuti bimbingan KBIHU dapat benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam ilmu dan memahami setiap tahapan ibadah haji.
“Manasik ini intinya belajar. Jangan sampai kita sudah lama menunggu haji, tetapi ilmu manasiknya kurang sehingga bingung ketika di Tanah Suci,” katanya.
Persiapan Administrasi dan Kesehatan Mulai Dilakukan
Dalam kegiatan tersebut, calon jemaah juga mulai mendapatkan pelayanan terkait persiapan administrasi keberangkatan.
Sejumlah calon jemaah menjalani proses biometrik. Sementara bagi yang belum memiliki paspor, diarahkan untuk segera mengurus dokumen perjalanan tersebut melalui kantor imigrasi.
Dari sisi kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi turut memberikan pemaparan mengenai persiapan kesehatan calon jemaah, mulai dari pemeriksaan awal di puskesmas hingga persiapan medical check-up (MCU).
Abdul Manan mengatakan, untuk pelaksanaan MCU pihaknya masih menunggu edaran resmi dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Haji dan Umrah.
Calon jemaah juga nantinya akan mendapatkan vaksinasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Vaksin meningitis dan polio disebut sebagai vaksin wajib, sedangkan vaksin influenza bersifat pilihan.
Manasik Tingkat Kecamatan dan Kabupaten Masih Menunggu Anggaran
Sementara itu, pelaksanaan manasik pada tingkat kecamatan dan kabupaten hingga kini masih menunggu dukungan anggaran dari pemerintah.
“Sampai hari ini belum ada, kita hanya manasik di tingkat KBIHU saja,” ungkap Abdul Manan.
Berdasarkan hasil verifikasi, terdapat sekitar 230 calon jemaah yang direncanakan siap melakukan pelunasan biaya haji.
Pihak Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sukabumi berharap jumlah calon jemaah yang siap melunasi biaya sekaligus berangkat pada musim haji 2027 dapat terus bertambah.
“Harapan kita mudah-mudahan lebih besar lagi, lebih banyak lagi jemaah yang siap melunasi, artinya siap berangkat tahun 2027,” pungkasnya.















