JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Musim panen manggis tahun ini membawa angin segar bagi petani di Kampung Batununggul, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Kualitas buah dinilai lebih baik dibandingkan musim sebelumnya, sementara harga di tingkat petani ikut mengalami kenaikan signifikan.
Salah seorang petani sekaligus pelaku usaha manggis, Mulyadi (45), mengatakan saat ini harga manggis di tingkat petani berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp8.000 per kilogram, tergantung kualitas buah.
Angka tersebut meningkat cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berkisar Rp3.000 hingga Rp3.500 per kilogram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau tahun sekarang kualitas manggis bagus. Hasilnya juga lumayan,” ujar Mulyadi.

Mulyadi sendiri mengelola lahan manggis sekitar 4 hektare. Selain mengandalkan hasil kebun yang dikelolanya, ia juga membeli hasil panen dari sejumlah petani di sekitar wilayah Batununggul untuk kemudian dipasarkan ke sejumlah pasar.
Menurutnya, kualitas menjadi salah satu faktor utama yang menentukan harga. Manggis dengan kualitas super dapat dihargai lebih tinggi ketika permintaan pasar meningkat.
“Sekarang sekitar Rp7.000 sampai Rp8.000 per kilogram. Kalau kualitas super, harganya bisa lebih tinggi lagi,” katanya.
Saat memasuki masa panen raya, produktivitas kebun yang dikelolanya dapat mencapai sekitar 20 ton per hektare dalam satu musim. Dengan luas lahan sekitar 4 hektare, potensi produksi yang dihasilkan pun cukup besar.
Namun di tengah membaiknya harga dan kualitas buah, Mulyadi masih berharap ada dukungan pemerintah untuk menjaga kestabilan harga manggis di tingkat petani.
Ia berharap harga dapat bertahan setidaknya di angka Rp10.000 per kilogram agar keuntungan yang diterima petani semakin baik.
“Harapannya dari pemerintah bisa mendukung harga pasar manggis. Kalau saya, inginnya Rp10.000 per kilogram, kalau bisa lebih,” ungkapnya.
Mulyadi menilai kepastian harga menjadi hal penting bagi keberlangsungan budidaya manggis. Sebab, selain biaya perawatan, petani juga harus menghadapi risiko produksi dan perubahan kondisi pasar setiap musim panen.
Hasil panen manggis dari Batununggul selanjutnya dipasarkan melalui jalur perdagangan menuju sejumlah pasar yang menjadi tujuan distribusi.
Dengan meningkatnya harga sekaligus membaiknya kualitas buah tahun ini, para petani berharap musim panen manggis tidak hanya menghasilkan produksi melimpah, tetapi juga memberikan keuntungan yang lebih layak bagi mereka.
Bagi petani, kenaikan harga memang menjadi kabar baik. Namun harapan mereka sederhana: harga manggis jangan hanya naik saat pasar membutuhkan, tetapi juga mampu memberikan kepastian dan keuntungan yang membuat petani tetap bertahan mengembangkan kebunnya.















