Bukan Sekadar Kopi, Bupati Asep Japar Bidik Kembalinya “Black Gold” Sukabumi

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Aroma kopi khas Sukabumi kembali menyeruak di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengangkat pamor kopi daerah sebagai komoditas unggulan. Bupati Sukabumi H. Asep Japar bertekad mengukuhkan kembali julukan “Black Gold” atau emas hitam yang sejak zaman kolonial telah melekat pada kopi Sukabumi.

Tekad tersebut disampaikan Asep Japar saat membuka Festival Kopi Sukabumi II di Bumi Mandiri Center, Kecamatan Kadudampit, Kamis (3/9/2026).

Menurut Asep, kopi Sukabumi memiliki sejarah panjang dan reputasi yang tidak bisa dilepaskan dari perjalanan industri kopi di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejarah mencatat, Sukabumi memiliki jejak historis di industri kopi. Biji kopi Sukabumi dikenal luas sebagai black gold. Ini merupakan warisan dan tolok ukur mutu yang tinggi,” ujarnya.

Ia menegaskan, mengembalikan kejayaan kopi Sukabumi bukan sekadar impian. Kabupaten Sukabumi memiliki potensi agraria yang besar, termasuk lahan perkebunan kopi yang tersebar di sejumlah wilayah.

Baca Juga :  Rumpun Kelas Gelar Upacara Bendera Dalam  Peringatan Hari Guru Nasional

Di antaranya Kecamatan Gegerbitung, Sukaraja, Kadudampit hingga Kabandungan.

Menariknya, pemerintah daerah juga melihat peluang dari sejumlah lahan perkebunan yang saat ini belum termanfaatkan secara optimal.

“Kabupaten Sukabumi memiliki lahan perkebunan yang terbengkalai, ini bisa dikerjasamakan dengan petani kopi. Sehingga produksi kopi di Sukabumi semakin melimpah,” kata Asep.

Bagi pemerintah daerah, Festival Kopi Sukabumi bukan sekadar ajang pameran atau menikmati secangkir kopi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem perkopian dari hulu hingga hilir.

Asep mengatakan Pemkab Sukabumi berkomitmen mendorong petani dan industri kecil menengah (IKM) pengolah kopi agar mampu meningkatkan kualitas sekaligus melahirkan inovasi baru.

Salah satu bentuk dukungan tersebut dilakukan melalui penyerapan dan pembelian kopi asli Sukabumi.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung petani dan IKM pengolah kopi semakin baik kualitas dan inovasinya. Salah satu bentuk dukungannya dengan penyerapan dan pembelian kopi asli Sukabumi,” ungkapnya.

Bahkan, Asep menginstruksikan perangkat daerah dan BUMD di lingkungan Pemkab Sukabumi untuk menjadikan kopi lokal sebagai sajian dalam berbagai kegiatan pemerintahan.

Baca Juga :  ‎Polsek Cibadak Gelar Program Police Goes to School di SDN Babakan Sirna‎

Mulai dari rapat, jamuan tamu hingga bingkisan bagi tamu dari luar daerah.

“Perangkat daerah hingga BUMD, marilah kita beli dan konsumsi kopi asli Sukabumi. Baik untuk konsumsi pribadi, rapat, ataupun jamuan tamu. Kita dukung petani kita dengan membeli dan mengonsumsinya,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi Dani Tarsoni mengatakan, sejumlah gagasan Bupati Sukabumi tersebut mulai diwujudkan melalui Festival Kopi Sukabumi II.

Festival yang berlangsung selama dua hari, 3-4 September 2026, tidak hanya menghadirkan produk kopi lokal, tetapi juga berbagai kegiatan edukatif.

Di antaranya talkshow, workshop, hingga kompetisi cupping kopi dengan berbagai kategori.

“Selain itu, terdapat pula lomba cupping kopi Arabika fullwash, Arabika natural, dan natural. Ini merupakan langkah bersama untuk membangun ekosistem perkopian di Sukabumi. Makanya kami menampilkan juri dan narasumber ahli perkopian,” terangnya.

Festival tersebut diikuti IKM kopi dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Para pelaku usaha membawa dan menyajikan produk kopi terbaik mereka untuk diperkenalkan kepada masyarakat.

Baca Juga : 

“Ada sekitar 30 IKM yang terlibat di acara yang merupakan rangkaian dari Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 tahun ini,” pungkasnya.

Festival Kopi Sukabumi II pun diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kejayaan “Black Gold” Sukabumi, sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi petani, pelaku IKM, dan industri kopi lokal untuk berkembang.

Bukan hanya dikenal sebagai kopi asal Sukabumi, tetapi mampu kembali menjadi komoditas bernilai tinggi yang membawa nama Sukabumi ke tingkat nasional bahkan internasional.

Berita Terkait

Gempa M4,2 Guncang Jawa Barat, Pusat Getaran Diperkirakan Dekat Cianjur
Kades Cup Desa Tanjungsari Meriah, Lewi Dingding B Juara Turnamen Sepak Bola HUT RI ke-81
Viral! Pengaspalan Jalan Tanjungsari-Bojongtipar Sukabumi Dipertanyakan Warga
Sabu Disembunyikan Dalam Bakso, Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas Sukabumi Digagalkan Petugas
Sempat Dikira Mistis, Ternyata Ini Dugaan Penyebab Tewasnya Satu Keluarga di Glamping Posong Temanggung
‎Wakil Bupati Purwakarta ( Abang Ijo ) menyerahkan kuasa penuh kepada pengacaranyanya, “Urus Kasus PRp 35 Miliar “
Cekcok Keluarga Berujung Penganiayaan, Perempuan di Jampangtengah Alami Luka Serius
‎Perbaikan Jalan A. Yani Palabuhanratu Dikebut, Dinas PU Target Rampung Akhir Juni 2026
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 20:36 WIB

Bukan Sekadar Kopi, Bupati Asep Japar Bidik Kembalinya “Black Gold” Sukabumi

Selasa, 1 September 2026 - 18:05 WIB

Gempa M4,2 Guncang Jawa Barat, Pusat Getaran Diperkirakan Dekat Cianjur

Minggu, 16 Agustus 2026 - 23:08 WIB

Kades Cup Desa Tanjungsari Meriah, Lewi Dingding B Juara Turnamen Sepak Bola HUT RI ke-81

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:34 WIB

Viral! Pengaspalan Jalan Tanjungsari-Bojongtipar Sukabumi Dipertanyakan Warga

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:58 WIB

Sabu Disembunyikan Dalam Bakso, Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas Sukabumi Digagalkan Petugas

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:59 WIB

Sempat Dikira Mistis, Ternyata Ini Dugaan Penyebab Tewasnya Satu Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:54 WIB

‎Wakil Bupati Purwakarta ( Abang Ijo ) menyerahkan kuasa penuh kepada pengacaranyanya, “Urus Kasus PRp 35 Miliar “

Senin, 18 Mei 2026 - 20:13 WIB

Cekcok Keluarga Berujung Penganiayaan, Perempuan di Jampangtengah Alami Luka Serius

Berita Terbaru