Aksi Pencurian Celana Dalam Resahkan Warga Cibadak, Diduga Bermotif Kelainan

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Warga Kampung Bojong Jagal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dibuat resah oleh aksi pencurian celana dalam yang terjadi pada Senin dini hari (4/4/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Pelaku diduga mengambil pakaian dalam milik warga dengan cara tidak biasa, yakni menggunakan tongkat atau kayu untuk menjangkau jemuran yang berada di dalam pagar rumah korban.

Salah satu warga, Desi, mengungkapkan bahwa pakaian dalam tersebut dijemur di depan rumah yang sudah dilengkapi pagar. Namun pelaku tetap nekat mengambilnya dari luar.

“Celana dalam itu dijemur di depan rumah dan sudah berpagar, tapi diambil pakai kayu. Pas kami telusuri, orangnya seperti ada kelainan,” ujar Desi.

Lebih mengejutkan, saat dilakukan penelusuran, di rumah terduga pelaku ditemukan sejumlah pakaian dalam yang diduga hasil curian. Hal ini memicu kekhawatiran warga akan kemungkinan adanya motif menyimpang di balik aksi tersebut.

Baca Juga :  ‎Truk Mogok di Jalan Perintis Kemerdekaan menyebabkan Kemacetan‎

Warga menilai kejadian ini tidak bisa dianggap sepele. Mereka khawatir tindakan tersebut dapat berkembang menjadi kejahatan yang lebih serius, seperti kekerasan seksual.

“Kami takut kalau ini dibiarkan bisa menjurus ke hal yang lebih berbahaya. Harus segera ditindak,” tambahnya.

Baca Juga :  ‎Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi Dorong Peningkatan Layanan Lewat Peresmian Sejumlah Infrastruktur Strategis

Masyarakat pun mendesak aparat keamanan dan pemerintah setempat untuk segera mengambil langkah tegas, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku serta memastikan kondisi kejiwaannya.

Selain itu, warga juga mengkritik kurangnya respons cepat terhadap kejadian yang dinilai meresahkan lingkungan.

Warga berharap ada tindakan nyata agar situasi tetap aman dan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Berita Terkait

FGSB Desak Percepatan Pemulangan Jenazah WNI Asal Sukabumi dari Jeddah, Temui Sekda Kota Sukabumi
Dana Desa 2026 Direalisasikan, Pemdes Sukamulya Bangun Rabat Beton Jalan Lingkungan di RW 10 Kebon Jeruk
70 Rumah Adat di Kasepuhan Ciptamulya Ludes Terbakar, 420 Warga Terdampak
Pemdes Cimanggu Bangun Rabat Beton 450 Meter Meski Anggaran Dana Desa Dipangkas
Paguyuban Batu Hijau Cikembar Bangun Sumur Bor untuk Warga Kampung Kramat, Respons Keluhan Air Sungai Keruh
DPRD Kota Sukabumi Kawal Pemulangan Jenazah PMI Asal Cikole yang Masih Tertahan di Jeddah
‎Kepala Dinas Perkim Sukabumi: Masih Ada 23 Jembatan Rusak Parah, Leuwidingding Jadi Prioritas Penanganan
Ketua P2SP Beberkan Progres Awal Revitalisasi SDN 1 Cibunar dan Sistem Pengawasannya
Berita ini 214 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 15:13 WIB

Dana Desa 2026 Direalisasikan, Pemdes Sukamulya Bangun Rabat Beton Jalan Lingkungan di RW 10 Kebon Jeruk

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:14 WIB

70 Rumah Adat di Kasepuhan Ciptamulya Ludes Terbakar, 420 Warga Terdampak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:09 WIB

Pemdes Cimanggu Bangun Rabat Beton 450 Meter Meski Anggaran Dana Desa Dipangkas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:56 WIB

Paguyuban Batu Hijau Cikembar Bangun Sumur Bor untuk Warga Kampung Kramat, Respons Keluhan Air Sungai Keruh

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:27 WIB

DPRD Kota Sukabumi Kawal Pemulangan Jenazah PMI Asal Cikole yang Masih Tertahan di Jeddah

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:14 WIB

‎Kepala Dinas Perkim Sukabumi: Masih Ada 23 Jembatan Rusak Parah, Leuwidingding Jadi Prioritas Penanganan

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:05 WIB

Ketua P2SP Beberkan Progres Awal Revitalisasi SDN 1 Cibunar dan Sistem Pengawasannya

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:19 WIB

‎Warga Sebut Api Cepat Membesar, Kebakaran Lahan di Ciambar Nyaris Dekati Permukiman

Berita Terbaru