‎Belajar di Bawah Ancaman Bangunan Nyaris Roboh, MI Tanjungsari Menanti Uluran Tangan Pemerintah‎

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Di saat berbagai program peningkatan kualitas pendidikan terus digaungkan, puluhan siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tanjungsari, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, justru masih harus menimba ilmu di bangunan sekolah yang kondisinya memprihatinkan.

‎Bangunan sekolah yang menjadi tempat belajar para siswa itu mengalami kerusakan di berbagai bagian. Lantai ruang kelas dan teras pecah, plafon jebol di sejumlah titik hingga memperlihatkan rangka atap, sementara dinding mulai retak dan lapuk. Kondisi tersebut dinilai sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan guru maupun peserta didik.

‎Meski berada di tengah keterbatasan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Guru-guru tetap mengajar dengan penuh dedikasi, sementara para siswa datang setiap hari demi mengejar cita-cita mereka.

‎Kepala MI Tanjungsari, Nuraisah, mengaku prihatin melihat kondisi sekolah yang dipimpinnya. Menurutnya, keselamatan dan kenyamanan peserta didik menjadi perhatian utama.


‎”Kami tentu sangat prihatin melihat kondisi bangunan sekolah yang semakin memprihatinkan. Namun di tengah keterbatasan ini kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada anak-anak. Keselamatan dan kenyamanan peserta didik menjadi harapan terbesar kami,” ujarnya, Selasa (8/7/2026).




‎Ia mengatakan, semangat para guru dan siswa tidak pernah surut meski harus belajar di lingkungan yang kurang layak.


‎”Guru-guru tetap mengajar dengan penuh semangat, begitu juga anak-anak yang tetap antusias datang ke sekolah. Akan tetapi kami tidak bisa menutup mata bahwa kondisi bangunan ini sudah membutuhkan rehabilitasi total. Kami khawatir jika dibiarkan terlalu lama akan membahayakan warga sekolah,” katanya.




‎Nuraisah berharap pemerintah segera turun tangan untuk melihat langsung kondisi sekolah tersebut.


‎”Kami memohon kepada Bapak Gubernur Jawa Barat, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar dapat meninjau langsung kondisi sekolah kami. Besar harapan kami MI Tanjungsari mendapatkan bantuan rehabilitasi atau pembangunan gedung baru agar anak-anak bisa belajar dengan aman, nyaman, dan lebih semangat meraih cita-cita,” tuturnya.




‎Tak hanya pemerintah, ia juga mengajak para dermawan, perusahaan, lembaga sosial, hingga organisasi kemasyarakatan untuk ikut membantu memperbaiki fasilitas sekolah.


‎”Sekecil apa pun bentuk kepedulian akan sangat berarti bagi masa depan pendidikan anak-anak kami,” tambahnya.




‎Keprihatinan juga datang dari warga sekitar. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kondisi bangunan sekolah tersebut sudah lama rusak, namun belum mendapat penanganan berarti.


‎”Kami sedih melihat anak-anak masih harus belajar di bangunan seperti ini. Plafonnya rusak, lantainya pecah, dan kami khawatir sewaktu-waktu bisa membahayakan siswa maupun guru. Kami berharap pemerintah tidak hanya menerima laporan, tetapi datang langsung melihat kondisi sekolah ini,” ungkapnya.




‎Menurut warga, pemerataan pembangunan pendidikan seharusnya tidak hanya terlihat dari program dan seremoni, tetapi diwujudkan melalui penyediaan sarana pendidikan yang layak hingga ke pelosok.

‎Kondisi MI Tanjungsari menjadi potret bahwa masih ada sekolah yang membutuhkan perhatian serius. Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Agama, dan Kementerian Pendidikan segera mengambil langkah nyata melalui rehabilitasi total atau pembangunan gedung baru.

‎Sebab, setiap anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan di ruang kelas yang aman, nyaman, dan layak. Bangunan sekolah yang rapuh tidak boleh menjadi penghalang bagi mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Baca Juga :  Bayi Perempuan Ditemukan di Poskamling Warungkiara, Surat Wasiat Tinggalkan Luka di Hati Warga

Berita Terkait

‎Kemenag Sukabumi Perkuat Kompetensi Penghulu, Siapkan Sukseskan Program Indonesia Berkiblat 2026
Yusuf Taojiri Menang Pilkades PAW Cibolang, Siap Benahi Tata Kelola dan Percepat Pembangunan Desa
Tiga Calon Kepala Desa PAW Cibolang Ikuti Pembekalan Jelang Pemungutan Suara 4 Juli
Pemdes Cimanggu dan BUMDes Berdikari Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga Sakit di Kampung Cisonggom
Pelepasan Dan Kenaikan Kelas Dengan Di Gelar SDN Caringin V Berlangsung Meriah Dan Penuh Haru
‎Truk Angkutan Tanah Tol Diduga Langgar Kelas Jalan, Keselamatan Warga Cibadak Terancam‎
Truk Proyek Tol Bocimi Masih Melintas Siang Hari, Warga Pabuaran Pertanyakan Efektivitas Jam Operasional
DPD JWI Sukabumi Raya Menduga Adanya Kejanggalan Di Proyek Ruas Jalan Baros–Sagaranten Rp36,1 Miliar
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:21 WIB

‎Belajar di Bawah Ancaman Bangunan Nyaris Roboh, MI Tanjungsari Menanti Uluran Tangan Pemerintah‎

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:45 WIB

Yusuf Taojiri Menang Pilkades PAW Cibolang, Siap Benahi Tata Kelola dan Percepat Pembangunan Desa

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:08 WIB

Tiga Calon Kepala Desa PAW Cibolang Ikuti Pembekalan Jelang Pemungutan Suara 4 Juli

Senin, 29 Juni 2026 - 19:11 WIB

Pemdes Cimanggu dan BUMDes Berdikari Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga Sakit di Kampung Cisonggom

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:16 WIB

Pelepasan Dan Kenaikan Kelas Dengan Di Gelar SDN Caringin V Berlangsung Meriah Dan Penuh Haru

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:29 WIB

‎Truk Angkutan Tanah Tol Diduga Langgar Kelas Jalan, Keselamatan Warga Cibadak Terancam‎

Senin, 15 Juni 2026 - 15:18 WIB

Truk Proyek Tol Bocimi Masih Melintas Siang Hari, Warga Pabuaran Pertanyakan Efektivitas Jam Operasional

Senin, 15 Juni 2026 - 12:21 WIB

DPD JWI Sukabumi Raya Menduga Adanya Kejanggalan Di Proyek Ruas Jalan Baros–Sagaranten Rp36,1 Miliar

Berita Terbaru