JABARINSIDE.COM | Aksi pencurian terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Tegal Panjang, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/06/2026). Akibat kejadian tersebut, pihak sekolah mengalami kerugian yang ditaksir mencapai lebih dari Rp30 juta.
Pelaku diduga beraksi pada malam hari dengan membobol salah satu ruangan sekolah melalui jendela belakang. Sejumlah barang inventaris yang digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dilaporkan raib digondol pelaku.
Kepala Dusun Tegal Panjang, Robi Sugara, mengatakan pihak desa menerima laporan dari penjaga sekolah pada pagi hari saat hendak memulai aktivitas belajar mengajar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mendapat laporan dari penjaga sekolah. Saat membuka ruangan pada pagi hari, diketahui telah terjadi pembobolan dan perusakan. Pelaku diduga masuk melalui jendela belakang dan membongkar berangkas yang ada di dalam ruangan,” ujar Robi kepada wartawan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sejumlah barang yang hilang di antaranya dua unit infokus, satu unit laptop, satu unit komputer, dua unit printer, serta beberapa perlengkapan lainnya.
“Kerugian sementara ditaksir mencapai lebih dari Rp30 juta. Barang yang hilang merupakan fasilitas sekolah yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” katanya.
Berdasarkan temuan di lokasi, pelaku diduga masuk dengan cara mencungkil jendela yang sebelumnya telah dipaku permanen. Di sekitar area belakang sekolah ditemukan bekas kerusakan pada jendela dan kursi yang diduga digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya.
“Kalau melihat kondisi di lokasi, kemungkinan besar jendela dicongkel. Padahal sebelumnya sudah dipaku dan dipasang permanen,” tambahnya.
Pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Desa Sukamaju dan saat ini Kepala Sekolah tengah membuat laporan resmi ke pihak kepolisian guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Menanggapi peristiwa tersebut, Pemerintah Desa Sukamaju mengimbau masyarakat untuk kembali mengaktifkan kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai upaya mencegah tindak kriminalitas.
“Kami berharap kegiatan ronda malam bisa kembali berjalan. Selama ini siskamling memang cukup vakum. Sementara untuk sekolah-sekolah di wilayah Desa Sukamaju, penjagaan umumnya hanya dilakukan pada siang hari dan tidak ada petugas yang berjaga pada malam hari,” ungkap Robi.
Hingga berita ini diterbitkan, kasus pembobolan SDN 1 Tegal Panjang masih dalam penanganan pihak kepolisian. Warga berharap pelaku segera tertangkap dan keamanan di lingkungan sekolah dapat lebih ditingkatkan.















